Pilkada ditunda

98

What’s being postponed until December?

At this point: my holiday, my salary raise, my graduation celebration, even probably my date with the person I’ve talked with on Tinder since February.

Sorry to hear that, but there is one more thing in your agenda that is marked as postponed until December this year…

Which is?
Pilkada Serentak 2020. Tadinya, Pilkada ini bakal digelar pada September, tapi karena kedatangan Kakak Rona, Hari-H pencoblosan Pilkada bakal diundur ke tanggal 9 Desember. Semalam, Pak Jokowi udah resmi menandatangani aturan soal penundaan ini.

Go on.
Selain itu, kamu juga perlu tahu bahwa Pilkada Serentak kali ini merupakan kegiatan pemungutan suara tingkat daerah secara bersamaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Hal ini karena Pilkadanya diikuti oleh total 270 daerah dari mulai kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

I see. So what does everybody think?
Well, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak panitia dalam kegiatan ini sih udah sejak Maret lalu menunda tahapan pelaksanaan Pilkada. Kata Ketua KPU Mas Arief Budiman, penyaluran anggaran pilkada juga udah dihentikan dan nggak boleh ada lagi penggunaan anggaran oleh KPU di daerah.

OK. Anything else I should know?
Yhaaa emang kalo menurut peneliti senior di Netgrit (Network for Democracy and Electoral Integrity) yang juga mantan anggota KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiansyah, kualitas pilkada bakal dipertaruhkan kalo teteup diselenggarakan di tengah pandemi. Menurutnya, dalam kondisi normal aja KPU sering digugat, apalagi kalo ngadain pilkada pas lagi pandemi gini.

What a year. And it’s only May.