Pekerja Migran ditangkap di Malaysia

100

Who’s being detained during the pandemic?

Gambar: aljazeera.com

Refugees and Migrant workers.

What? Where?
Di Kuala Lumpur, Malaysia. Jadi berdasarkan data dari Human Rights Watch (HRW) dan Asia Pacific Refugee Rights Network yang dirilis minggu lalu, diketahui bahwa ada lebih dari 700 orang pengungsi dan pekerja migran yang ditahan, termasuk anak-anak.

Tapi kenapa mereka ditangkep?
Jadi menurut kelompok HAM tadi, diduga bahwa para pekerja migran yang ditangkap adalah penduduk ilegal karena nggak punya izin tinggal dan dokumen identitas yang nggak lengkap. Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir ini juga banyak warga Malaysia yang menolak kehadiran refugee dan migrant workers karena mereka dianggap menyebarkan virus corona dan jadi ‘beban’ bagi pemerintah Malaysia.

Ok, go on…
Nah terkait hal ini, Hari Jumat lalu kemudian dilakukan penangkapan atas para pengungsi dan migrant workers yang tinggal di Kuala Lumpur. Selanjutnya, para migran ini kemudian ngantri di check point untuk dibawa ke pusat penahanan yang terkenal padat dan nggak higenis. Foto dan video atas penangkapan dan antrian ini kemudian menyebar di media sosial…

Emang refugees and migrant workers-nya berasal dari mana?
Menurut keterangan sih, rata-rata pekerja migrannya berasal dari Asia Selatan kayak Bangladesh, India, dan Nepal meskipun ada juga yang dari Indonesia. Sedangkan untuk refugees-nya rata-rata datang dari Rohingya (Myanmar).

Terus terus?
Aksi ini kemudian mendapat kecaman dari kelompok pembela HAM. Menurut mereka, proses penangkapan para pekerja migran dan pengungsi ini nggak ‘manusiawi’, dan tindakan tersebut termasuk ke dalam kriminalisasi terhadap warga yang justru kerjaannya berat dan beresiko.

I see. Anything related to corona?
Yep, jadi diketahui bahwa para pekerja migran dan pengungsi ini tinggal di pemukiman yang diisi oleh sekitar 9000 orang dalam satu gedung. Pemukiman ini juga dijaga ketat oleh polisi dan tengah dalam kondisi lockdown setelah ditemukan adanya 235 kasus positif Covid-19 di sana.

Well, I believe the Malaysian government has a say on this…
Uhm… so far polisi dan departemen imigrasi Malaysia belum ada komentar sih, soal in. Ditunggu yha.