Pajak Bisnis Digital, Investigasi Asal Usul Corona, Tontowi Gantung Raket

91

Tuesday, it’s another Tuesday

Hi. Crazy to realize that we’ve made it this far. We believe that since this whole stay-at-home order started, you’ve been missing a lot of beautiful moments. Maybe your best friend’s birthday, maybe your little sister’s graduation, maybe your little brother’s cancelled football game, or really, anything. If you’ve been staying home this whole time and committed to still doing it despite how some people are actually starting going out lately, we want to thank you. Thank you for your contribution to flatten the curve, to respect our healthcare heroes, to love your elderly. You’ll be going out soon, we promise.


When you’ve been binge-watching Netflix all day…

Gambar: detik.com

At this point, who doesn’t?
Right. So here’s a not so good news for you: 
Mulai Bulan Juli mendatang, semua langganan streamingan kamu kayak Netflix, Spotify, Apple Music, dll bakal kena pajak PPN sebesar 10 persen. Eh Zoom juga deng. Terus game online, aplikasi, jasa-jasa digital kayak Amazon, pokoknya hampir semua deh.

Hah kok bisaaaa?
Yha bisa dong. Jadi dalam aturan Kemenkeu yang diterbitkan minggu lalu, disebutkan bahwa Kemenkeu akan menarik pajak PPN atas sistem elektronik. Menurut pemerintah, hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha. Khususnya antara pelaku usaha di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional dan usaha digital.

Now? Among any other time???
Yhaa bisa jadi salah satu alasan penarikan pajak ini juga karena penerimaan negara yang terus berkurang karena Covid-19. Jadi diketahui bahwa pandemi ini menyebabkan sumber duit utama negara, yaitu dari pajak, menurun drastis. Bu Menkeu Sri Mulyani pas meeting sama DPR bulan lalu sempet bilang bahwa penerimaan negara dari pajak menurun sampe Rp388,5 triliun aka tumbuh negatif hingga 5,9 persen.

OMG….
YEP. Tapi tenang aja, you still have one more month of being un-taxed karena kebijakan ini baru berlaku Juli mendatang.

Terus kalo gw gabayar PPN-nya gimana?
Then akses kamu bakal dibatasi. Gitu kata Kemenkeu. Although masih belum tau yha bakal kayak gimana teknisnya di lapangan.

OK. Anything else? 
Jadi, ada beberapa kriteria perusahaan yang bisa jadi pemungut PPN.  Salah satu kriterianya itu tentang nilai transaksi atau jumlah traffic perusahaan itu dalam 12 bulan.  Kalau memenuhi kriteria, baru deh perusahaan itu bisa memungut PPN ke konsumennya.  Nah, abis mungut pajak ke konsumen, perusahaan harus nyetor PPN paling lama akhir bulan berikutnya.  Terus, mereka juga harus ngasih laporan setiap tiga bulan.

Tax, tax, and more tax.


Who’s calling for an investigation?

Gambar: cnbc.com

More than 100 countries around the world.

Soal?
Asal usul corona.  Jadi, negara-negara ini ngusulin untuk membuat rancangan resolusi untuk mengadakan penyelidikan independen tentang awal mula virus corona ke WHO.  Resolusinya disampaikan pada Sidang Kesehatan Dunia ke-73 (World Health Assembly) yang diadakan secara online kemarin.

I need more background.
Ok.  Jadi, Uni Eropa sebelumnya udah nge-draft rancangan resolusinya dan hampir semua negara pada setuju, including Australia, India, Selandia Baru, Rusia, Indonesia, even China.  Mereka mendesak agar WHO mulai proses penyelidikannya dengan nggak memihak, independen dan komprehensif.

Did everyone agree?
Almost, except for the United States.  Amerika Serikat nggak ikut menandatangani rancangan resolusi tersebut.  As you may have heard, Amerika kan ‘ngambek’ sama WHO, bahkan sampai nyetop uang iurannya untuk ngedukung WHO.  Tapi, kabarnya sih, minggu lalu  Trump lagi mempertimbangkan untuk baikan lagi aka ngasih duit lagi,  buat WHO.

Hmmm…back to the WHO…
WHO said siap laksanakan.  Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, bilang kalau mereka akan menginisiasi review atau investigasi independen untuk handle pandemi ini dari awal or “at the earliest appropriate moment”.  Terus, mereka nyaranin supaya setiap negara tetap iuran untuk biaya operasional mereka.

I see, emangnya perlu banget ya investigasinya?
Kind of.  Soalnya, China dan AS saling tuduh-tuduhan tentang siapa yang mulai pandemi ini.  China bilang kalau militer AS yang ngedatangin virusnya ke Wuhan.  On the other hand, AS bilang asal mulanya di Wuhan, China, bahkan nuduh pemerintahan China nggak transparan dan nggak ngasih ‘warning’ ke kita-kita tentang bahaya covid 19.  Jadi, negara-negara lain minta supaya hal ini diteliti lebih lanjut oleh tim independen.

I see, anything else?
WHO juga wanti-wanti negara-negara untuk nggak berhentiin lockdown-nya dalam waktu dekat.  Menurut Tedro, negara-negara kecepetan ngangkat lockdown, dan hal ini bahaya dan berisiko tinggi.  FYI, so far ada lebih dari 4,7 juta kasus corona di tingkat global, termasuk 315,000 kematian.


When a badminton legend decided to retire…

Gambar: detik.com

Yep, meet: Tontowi Ahmad.
It was a mixed up feeling for us yesterday in the badminton fans-universe karena salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Tantowi Ahmad baru aja mengumumkan keputusannya untuk gantung raket aka pensiun. Owi yang merupakan peraih medali emas di  Olimpiade 2016 di Brazil bersama rekannya Lilyana Natsir itu kemarin baru aja said goodbye melalui akun Instagram-nya. Ada beberapa alasan yang membuat Owi memutuskan untuk gantung raket, di antaranya emang usia yang udah menginjak angka 32 tahun, keinginan untuk lebih banyak menghabiskan waktu sama keluarga, puncak karier yang udah terlewati (Olympic gold, everyone?) dan statusnya di PBSI, aka Persatuan Bulu Tangkis Indonesia yang berstatus magang. Menurut Owi, yha magang kan buat pemain junior yang baru mau masuk pelatnas…
Anyway, pasca pensiun ini, Owi rencananya bakal istirahat dulu abis itu dia bakal mulai mencoba bisnis properti.

Good luck with everything, legend. 


“He was an incompetent president.”

Gitu kata Presiden AS Donald Trump saat ditanya soal pendahulunya, Mantan Presiden Obama. Jadi dalam pidato wisuda atas beberapa universitas di AS secara online yang dilaksanakan minggu lalu, Obama mengkritisi kepemimpinan Trump yang dalam pandemi ini yang dinilainya “bahkan nggak keliatan sebagai pemimpin” dan kemudian dijawab sama Trump kayak tadi itu.

Familiar, Mister. Familiar. 


Angel’s Stories 

1. So that day…hari itu, mama terpaksa berangkat ke pasar Beringhardjo karena ada suatu keperluan mendesak, setelah shift Zoom dengan konsulenku, aku mengantar beliau. Kebetulan aku seorang tenakes di Jogja. sampai disana, suasana lengang, pengunjung hampir tak terlihat. toko-toko banyak yang tutup, parkiran pasar yang dulunya selalu ramai, terlihat sepi. Mama hampir menangis, sambil istigfar, karena sepanjang jalan toko di Malioboro tutup. Membayangkan banyak orang yang tidak bisa mendapatkan penghasilan berujung kelaparan. Kami berdua masuk ke pasar membeli barang dengan cepat, lalu keluar. Namun di tengah transaksi seorang nenek kuli gendong menawarkan jasa angkat barang, padahal barangku cuma satu kresek saja. Aku akhirnya mengatakan, “tidak usah dibantu, ini untuk nenek..” Ya Allah mudahkanlah saudara-saudara kita ini..
-AN, Jogja-

2. Jadi aku dan temen kantor (sebut aja P) sering berangkat dan pulang kantor bareng. Kami jalan kaki karena jarak dari kost ke kantor cukup dekat. Rute jalan ke kantor harus melewati satu jembatan penyeberangan yang mana banyak sekali pedagang yang berganti-gantian berjualan di situ (pecel, semprong, asesoris, peyek, dll). Sampai kami pulang kantor pun kadang masih ada. Di kantorku sering ngadain rapat dan kami yang ikut rapat dapat makan. Kalau rapat selesai di jam pulang, makanannya kami bawa pulang. Ternyata Si P selalu bawa makanannya untuk dikasih ke pedagang yang ada di jembatan. Sepulang kantor si P juga sering beli makanan di pedagang jembatan itu, padahal kami baru saja makan. Ternyata makanan itu dia kasih ke tukang sampah yang sering ada di rute jalan pulang kami. Oh ya, setiap hari minggu kami sering olahraga ke CFD. Nah di CFD ini ada kakek-kakek tua yang jualan tisu dan si P selalu beli tisu di kakek itu untuk stok di kost dan di mejanya. Si P juga sering beli makanan di CFD untuk dikasih lagi ke orang yang membutuhkan di perjalanan pulang CFD. Awalnya aku kaget, malu, dan segan karena aku kurang peduli sama lingkungan sekitar. Sekarang kami uda jarang jalan bareng lagi karena aku pindah kost. Tapi ternyata kebaikan itu bisa menular. Dia menginspirasi aku, setiap aku pulang kantor, CFD sendiri, atau dalam kesempatan apapun aku berusaha untuk bantu orang yang lebih membutuhkan.
-Jakarta-

3. Jadwalnya ibu mertuaku nganterin bapak mertuaku terapi stroke ke sebuah pengobatan alternatif di suatu tempat. Selain fisioterapi di RS, tiap minggu emang bapak dah rutin terapi di tempat itu jd bs dibilang dah kenal dg si terapis. Pas mau brgkt aku liat ibu bungkusin bahan2 sembako (gula, minyak, biskuit kalengan, sirup, dll). Pas aku tanya, katanya buat si terapis. Knowing that, aku terharu sih krn ibu tetep mau berbagi meskipun bs dibilang posisi kami kan lg susah jg krn bapak sdg sakit. Ditambah lg sejak pandemik, kami emang lbh ngirit jd belanja bahan makanan secukupnya aja. Eh pas mereka pergi, ada dua org mantan murid bapak yg dtg ke rumah nganterin bahan2 sembako isinya macem2 byk bgt. Katanya mereka dari kelompok alumni sekolah tempat bapak ngajar dulu. Mereka bikin program bagi2 sembako gratis di masa pandemik ini utk guru2 yg udah pensiun. Wow! Emang bener ya berbagi dlm bentuk apapun itu bkn mengurangi jatah kita tp malah memperluas rejeki kita. Semangat berbagi, orang2 baik! 😇
-Mom of 2, Kota Satria-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

When it’s Ramadan and….here’s a Ted talk for you.