Eksploitasi ABK Kapal China, Transportasi Diizinkan, THR ditunda, Persahabatan Suku Asli Amerika dan Irlandia

75

Friday already?

It’s incredible that another week has passed by this quickly. We hope the same thing goes to this pandemic, and at some time in the near future, we will wake up, get ready for work, and look back thinking, “Wow, we’ve overcome it.” Until that day come, you know the drill. Stay at home, eat healthy, and don’t stay up too late. Happy Friday. 


For when you’ve been hearing about the Indonesian ABKs in South Korea…

Gambar: cnnindonesia.com

(DISCLAIMER: This news could be too depressing to be read this early in the morning. You can skip this part and you can always come back later)

I mean, you can tell me.
OK. It all started by the news aired by a Korean media, namanya MBC, yang melaporkan bahwa ada sejumlah warga Indonesia yang diduga mengalami praktek eksploitasi dan pelanggaran HAM ketika mereka kerja sebagai ABK (stands for Anak Buah Kapal) di sebuah kapal ikan asal Tiongkok yang bernama Long Xing 629.

Go on…
Informasi ini terungkap ketika kapal tersebut menepi di Busan, Korea Selatan, melalui ABK WNI yang melapor ke MBC. Dalam keterangannya, para WNI ini menyebut bahwa mereka bisa berdiri untuk kerja selama 18 hingga 30 jam non-sstop dengan waktu istirahat yang minim. Selain itu, mereka juga nggak dikasih air tawar kemasan untuk diminum dan hanya minum air laut yang difiltrasi sehingga menyebabkan kondisi kesehatan para ABK ini menurun. Well, ada sih air botolan tapi katanya cuma buat ABK yang dari Tiongkok. Selain itu, disebutkan juga bahwa paspor mereka ditahan dan upah mereka nggak dibayar selama tiga bulan pertama dengan alasan ngeganti biaya perekrutan.

OMG…
Nah, disampaikan juga bahwa dalam pelayaran tersebut, ada empat orang WNI yang meninggal, tiga di antaranya meninggal di atas kapal sehingga jenazahnya dilarung ke laut, sedangkan satu orangnya lagi dilarikan ke rumah sakit di Busan tapi keburu meninggal di perjalanan karena pneumonia. FYI gengs, upah yang didapat para ABK ini adalah sekitar Rp1,8 juta per bulan.

Is this true, tho?
Yep, untuk jenazah yang dilarung ke laut itu emang ada rekaman videonya gengs. Also, kabar ini juga udah dikonfirmasi sama Bu Menlu Retno Marsudi yang menyebut bahwa memang tiga orang ABK tadi dibuang ke laut dan dari informasi yang diperoleh dari KBRI, pihak kapal udah menghubungi keluarga untuk mendapat persetujuan.

Tell me more…
Oke, balik lagi ke pengakuan para ABK, disebutkan juga bahwa mereka bisa ada di laut selama berbulan-bulan tanpa menepi. Hal ini karena diketahui, meskipun kapalnya adalah untuk menangkap ikan tuna, namun mereka juga turut menangkap hiu untuk diambil siripnya, padahal tindakan ini ilegal. Nah karena takut ketauan inilah, kapalnya nggak berani menepi…

OK. I want to know what our government says about this…
Bu Retno langsung gercep manggil Dubes Tiongkok untuk minta keterangan. Adapun selain keterangan soal ABK dan pelarungan tadi, Kemlu juga minta Dubes Tiongkok untuk turut membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan kapal atas hak para ABK WNI, termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman. Bu Retno juga menjelaskan bahwa kapal ikan asal Tiongkok emang bukan milik negara, melainkan milik perusahaan, tapi teteup, Tiongkok harus bisa bantu supaya perusahaannya mau bertanggungjawab…

Terus nasib para ABK tadi gimana?
They’re coming home. Kata Bu Retno, ada 14 oang ABK yang turun di Busan dan lagi diurus kepulangannya sama KBRI. Rencananya, mereka bakal balik hari ini.


What’s more indecisive than you when deciding what’s for buka puasa?

The government.

Eh?
Yep, jadi abis menghentikan beroperasinya seluruh moda transportasi pada bulan lalu, kemarin, pemerintah resmi membolehkan lagi semua moda transportasi untuk kembali beroperasi. Walaupun teteup, gak boleh mudik.

Gimana sih maksudnya?
Yha githu… Jadi kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, semua moda transportasi udah boleh kembali beroperasi tapi dengan beberapa kriteria pembatasan dari pemerintah untuk penumpangnya.

Kok udah dibolehin aja?
Yha… kata Pak Budi sih, kebijakan ini dimaksudkan supaya perekonomian nasional tetap jalan. Although still, bukan berarti masyarakat boleh mudik.

Tell me more.
Baique. Jadikan tadi dijelasin bahwa ada kriteria tertentu buat orang yang bisa menggunakan moda transportasi. Nah, ini dia kriterianya:

  • ASN atau pegawai swasta yang menyelenggarakan kegiatan: Pelayanan percepatan penanganan Covid-19; pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; pelayanan kesehatan; pelayanan kebutuhan dasar; pelayanan pendukung layanan dasar; dan pelayanan fungsi ekonomi penting.
  • Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.
  • Repatriasi Pekerja Migran (PMI), WNI, dan pelajar/mahasiswa yang ada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai ketentuan yang berlaku.

I heard there’s something about DPR, too?
Ooooh yep, that too. Jadi kata Pak Budi, yang juga masuk ke dalam kriteria boleh pake moda transportasi adalah anggota DPR. Alasannya? Anggota DPR ini kan pejabat negara, jadi mereka boleh kembali ke daerah pemilihan. Tetapi untuk bekerja. Bukan untuk mudik.

Terus kata anggota DPR-nya gimana?
Mayoritas sih menolak dan justru mengkritisi kebijakan ini gengs. Ada yang bilang pemerintah mencla-mencle; hari ini tempe, besok tahu; nggak konsisten; nggak fokus; sampe nyusahin pemda. Adapun untuk yang mendukung, so far we only found one, seorang legislator dari PPP, namanya Nurhayati Manoarfa, yang menyebut bahwa kebijakan ini emang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi yang saat ini semakin memberatkan masyarakat Indonesia.

Still confused? Same.


When you’ve been waiting to hear the good news…

Gambar: cnbcindonesia.com

About THR aka Tunjangan Hari Raya.

OMG, YES! What about it?
Olrite. Do we have your full attention now? Look, you may or may not receive your THR this year.

Whaaaaat?
Yep. Jadi kemarin, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah baru aja mengumumkan bahwa perusahaan boleh menunda atau mencicil pembayaran THR (tunjangan hari raya) untuk para karyawannya.

Detail, please.
You got it. Tenang aja gengs karena THR-nya tetap dibayar, kok. Jadi kata Bu Ida, meski boleh ditunda atau dicicil, tapi pembayarannya harus teteup di tahun ini. Namun untuk perusahaan yang nggak mampu bayar THR di waktu yang udah ditentukan, maka boleh dicari solusi lain melalui dialog kekeluargaan antara pengusaha dan pekerja atau buruh, sampai ada kesepakatan bersama.

Tapi kalo emang perusahaannya ga mampu bayar gimana?
Kata Bu Ida, pembayaran THR ini bisa dilakukan juga secara bertahap, berikut juga dengan pembayaran denda keterlambatan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Terus, Bu Ida juga bilang bahwa kalau udah ada kesepakatan antara perusahaan dan pekerjanya, maka perusahaan harus laporan ke dinas ketenagakerjaan setempat.

I see, anything else?
Kemenaker juga minta para gubernur untuk bikin Pos Komando (Posko) THR Keagamaan Tahun 2020 dengan memastikan bahwa protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 tetap ditaati. Dalam keterangannya, posko ini dibentuk untuk memastikan bahwa pemberian THR keagamaan tahun ini tetap terlaksana.


Remember the old saying that kindness knows no borders and is timeless?

Gambar: nytimes.com

Well, here’s the proof.
170 tahun yang lalu, terjadi bencana kelaparan besar-besaran di Irlandia yang menyebabkan satu juta orang tewas dan menurunnya populasi Irlandia sampe 20%. Penyebabnya, panen kentang yang gagal karena kena hama, dan waktu itu makanan pokok di Irlandia adalah kentang. Berita soal bencana kelaparan ini kemudian menyebar ke banyak negara, salah satunya Amerika Serikat. Mengetahui soal ini, salah satu suku asli Amerika, namanya Choctaw Nation, mengirimkan bantuan sebesar $170 untuk disumbangkan ke Irlandia. Padahal mereka sendiri lagi miskin banget karena abis menjalani penggusuran besar-besaran, namanya trail of tears, di mana suku asli Amerika dipaksa untuk meninggalkan tanahnya sendiri dan jalan kaki ke lokasi pemukiman baru di daerah Mississippi oleh para pendatang dari Eropa. Ini juga tragedi kemanusiaan yang mengakibatkan ribuan suku asli Amerika tewas (hence the name).

Fast forward to now, Irlandia baru aja mengumpulkan dana sebesar US$1,8 juta yang akan disumbangkan kepada dua suku yang masih tersisa di US, namanya Navajo Nation dan Hopi Reservation, untuk menghadapi Covid-19. Bantuan ini sebagai bentuk balas jasa atas bantuan dari Native Americans pas the Great Irish Famine terjadi.

“It always struck me for its kindness and generosity and I see that too in the Irish people. It seemed the right time to try and pay it back in kind,” kata seorang penyumbang dari Cork, Irlandia, dalam keterangannya pada Selasa lalu.

We’re not crying, you’re crying.


“BREAKING: The DFL have confirmed Bundesliga will return on May 16th.”

FINALLY LIVE FOOTBALL IS BACK.

Do we need to say more? 


Hitting Pause

It’s the holy month and, now more than ever, we believe that all of us can use some beautiful words from the Quran or hadith to start the day. For the month of Ramadan, we will have this section once a week where you can hit the pause button from the news and, (hopefully) find some positivity from the verse/hadith we have chosen for you. Here it is for today:

QS2:215 — They ask you, [O Muhammad], what they should spend. Say, “Whatever you spend of good is [to be] for parents and relatives and orphans and the needy and the traveler.” And whatever you do of good—indeed, Allah is Knowing of it.

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orangtua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui (Al-Baqarah: 215).


Angel’s Stories 

1. Belakangan gw lagi down banget karena hubungan gue dan pasangan ga bisa lanjut ke tahap pernikahan karena terhalang restu orangtua (yhaa curhat dikit). Gw konsultasi ke psikolog dan coba alihin emosi gw dengan sesuatu yang gw suka yaitu menggambar dan baca buku. Rasanya gw pingin kabur aja ke kota gw kerja, tapi berhubung masih masa pandemi dan gw masih WFH jadi gw belum punya alesan buat baik ke sana. Jujur gw masih ngerasa sedih banget terima kenyataan tentang hubungan gw, tapi kalo gw liat keadaan sekitar ternyata yang pernah sakit hati bukan cuma gw aja. Gw tau kesedihan bukanlah suatu kompetisi tapi sekarang gw merasa lebih bersyukur di tengah pandemi gini karir gw masih aman, di saat banyak orang kena PHK maupun masih berjuang nyari duit karena ga bisa WFH. Oleh karena itu gue coba bantu sesama dengan donasi, traktir abang ojol, dan beliin sembako buat keluarganya sambil selalu gue sampein doa terbaik buat abang ojolnya. And you know what? Mereka sangat seneng dan balik mendoakan kebaikan buat gw. Gw terharu, gw percaya kebaikan itu ngalir. Gw harap sepelik apapun masalah yang lo alami ga sampe menutup mata lo buat berbagi kebaikan apalagi di tengah kondisi kaya gini.
-Anonymous-

2. Saya baru saja pindah kosan, dan mendapati keran di wastafel (dapur bersama) rusak. Saya sampaikan kabar itu ke pemilik. “Iya mas udah lama itu, Bunda gak bisa ganti soalnya gak ada tukang. Mas bisa gak gantiin? Kalo bisa nanti Bunda beliin kerannya”, kata dia. Sorenya, Bunda memanggil saya dan meminta tolong untuk dipasangkan keran baru yang telah ia beli, keran wastafel dapat berfungsi kembali. Saya kemudian kembali ke kamar untuk rebahan, tiba-tiba kamar saya diketuk, “Mas ini ada makanan sedikit.” Padahal isinya banyak wkwkwk. Sama sekali tidak ada niat untuk cari muka di hadapan Bunda, karena tidak bisa mengakses fasilitas bersama membuat saya ingin membantu Bunda. Pun sebaliknya karena Bunda (merasa) tidak bisa melakukan hal-hal semacam itu, beliau sangat berterima kasih ketika anak kosannya berkenan membantu. Ternyata, (bantuan) sederhana kadang bisa jadi penuh makna.
-Al, Batam-

3. Ini cerita udah beberapa minggu yang lalu sih. Jadi aku kuliah di Solo, waktu ada pengumuman KLB itu aku langsung balik ke Salatiga. Dan bener aja sehari setelahnya dari kampus ada pengumuman kalau sistem perkuliahan dibuat online. Setelahnya, dosbing nge-chat untuk ngambil revisian yang lalu, di mana itu berarti aku harus ke Solo lagi. Padahal kondisi udah nggak memungkinkan. Tetapi sehari kemudian ada chat masuk dari temenku yang ngabarin kalau revisianku udah diambilin sama dia dan udah discan juga bab-bab yang direvisi. Dari situ aku jadi mikir, masih banyak orang baik, bahkan mereka nolongin tanpa diminta 🙂
-Salatiga-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Listen to Harry Potter, err we mean Daniel Radcliffe, read Chapter 1: The Boy Who Lived from “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone” here.