Daya Beli Tersier Menurun

83

When you’ve been emptying your shopping cart…

Gambar: serumpi.com

No matter how much you love it, shopping is not on everyone’s to-do list right now.

What?
Yep, jadi data dari lembaga konsultan menejemen internasional McKinsey menunjukkan bahwa daya beli konsumen Indonesia untuk belanja barang-barang tersier jadi menurun banget. And before you ask, yes, Covid-19 is to blame. 

Tersier tuh apa sih?
Yhaa barang-barang mewah kayak mobil, motor, perhiasan, hingga jam mewah. McKinsey juga menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena pendapatan cenderung berkurang. Sementara, pengeluaran kebutuhan sehari-hari meningkat, jadi konsumen lebih ngutamain pemenuhan kebutuhan harian.

Go on…
Adapun penurunan daya beli barang-barang tersier ini mencapai lebih dari 60 persen. Masih berdasarkan hasil survei McKinsey, disebutkan bahwa pengeluaran konsumen di Indonesia untuk pembelian kendaraan, baik mobil dan motor turun 69 persen. Begitu juga dengan pengeluaran untuk bahan bakar yang turun sampe 54 persen, sewa mobil turun sampe 72 persen, dan berpergian dengan mobil turun sampe 80 persen.

Banyak ugha yha…
Belum selesai, Fergusso. Jadi angka penurunan pengeluaran juga tinggi dalam hal pembelian perhiasan yang turun sampe 72 persen. Terus juga pembelian aksesoris kayak jam tangan mewah turun sampe 77 persen, pakaian turun 67 persen, dan alas kaki turun 69 persen.

I bet “travel spending” also drops…
Smart cookie. Iya banget. Jadi  pengeluaran wisata juga turun 85 persen, penerbangan internasional turun 80 persen, hotel dan penginapan turun 84 persen, dan penerbangan domestik turun 86 persen. Disebutkan juga bahwa saat ini, sebagian besar orang melakukan pengeluaran yang dikiiit banget untuk kategori-kategori tadi.

Ga penting tapi….kenapa fotonya Hotman Paris deh?
Who else screams tersier louder than him? Anyone? Anyoooone?