Corona di Latin Amerika, Skenario Vaksin Tito, Twitter VS Trump, Pizza Gratis

111

It’s Taco Thursday.

What is the food you’ve been craving to eat during this stay-at-home order? For us, it’s taco, and some Chinese hot pot. And sushi. A lot of sushi. This WFH makes us realize that no matter how much time we spend at the kitchen lately, nothing could beat some good hearty dine-in dinner with our closest ones. However, you’d probably realize that such thing won’t happen anytime soon, but as long as we’re healthy, that would be enough. Have a good Thursday.

PS: Tomorrow is Friday Pause so tell us what you wanna see on tomorrow’s edition! From food, movie, exercise, or simply anything, let us know on @catchmeupid. See you!


Who’s singing “I’ve been all around, all around the world…”?

Gambar: cnn.com

Coronavirus.
Jadi setelah pertama kalinya muncul di Tiongkok, virus yang menyerang paru-paru ini kemudian melumpuhkan Eropa dan bikin Italia sebagai episentrum baru Covid-19. Nah, setelah kondisi di Tiongkok maupun Eropa mulai membaik, kini Covid-19 telah menemukan episentrum barunya lagi. Please welcome: Latin America.

What?
Yep. Jadi menurut Pan American Health Organization (PAHO) Selasa kemarin, jumlah kasus Covid-19 di Amerika Latin saat ini udah lebih tinggi daripada di Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini kemudian menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat wabah Covid-19 global saat ini.

 How many cases are we talking about?
More than 2.4 million cases and more than 143.000 deaths in all of the Latin Americas.

Wow, kok bisa banyak gitu sih?
Karena ada tiga negara di kawasan tersebut yang jumlah kasus Covid-19 nya naik terus; yaitu Brazil, Peru, dan Chile. Per kemarin, Chile punya 77.961 kasus dengan 806 orang meninggal. Sedangkan di Peru, jumlah kasus mencapai angka 129.751 dengan 3.788 jumlah kematian. Adapun yang paling parah adalah Brasil dengan total kasus 391.222 dan 24.512 jumlah kematian. Saat ini, Brasil adalah negara kedua dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

OMG…
Yep, hal ini juga diperparah dengan banyaknya warga di wilayah tersebut yang berada di bawah garis kemiskinan hingga bikin physical distancing atau WFH is nearly impossible. Contohnya aja nih di Peru, cuma 49 persen populasinya yang punya kulkas, jadi mereka harus tetep bolak-balik ke pasar buat belanja. Di Chile, warga yang kehilangan penghasilan dan kekurangan sembako juga menggelar demo di ibu kota Santiago hingga bikin risiko pencegahan Covid-19 lebih besar. And Brazil… Good Lord, Brazil…

Hah, Brasil kenapa?
Sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di Latin Amerika, kepemimpinan Presiden Brasil Jair Bolsonaro menuai kritikan pedas karena dinilai menganggap enteng pandemi Covid-19. Bolsonaro menolak kebijakan WFH dan bilang bahwa Covid ini cuma “little flu” aja. Sikap Bolsonaro ini bikin kondisi di Brasil memburuk, khususnya buat para masyarakat adat yang tinggal di pedalaman Amazon karena akses kesehatan mereka kurang banget.

🙁 anything else?
Atas kondisi ini, Amerika Serikat udah memberlakukan ‘travel ban aka larangan masuk bagi pengunjung yang mau masuk ke AS dari Brasil. Menanggapi kebijakan ini, pihak Brasil sans aja dan bilang bahwa nggak ada yang spesifik dari keputusan tersebut.

Baiklah..


For when there is more update on Covid vaccine…

Gambar: cnbcindonesia.com

Kalo di Indonesia, vaksinnya kemungkinan baru ada di tahun 2022 gengs.

HAH?
Iya, hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pak Tito Karnavian pas meeting sama DPR RI kemarin. Jadi kata Pak Tito, vaksin Covid-19 buatan Kemenristek baru bakal selesai pada akhir 2021 mendatang, dan penggunaannya secara massal, kalo menurut skenario pemerintah, baru bakal dilakukan pada 2022 atau 2023 mendatang.

Lah kemaren katanya awal Januari 2021?
Iya, itu kan yang lagi dibuat sama perusahaan di Amerika Serikat, tapi kalo di Indonesia, kata Pak Tito sih tipe aka strain-nya beda sama yang ada di negara lain. Jadi ya ada kemungkinan ga sama.

Tell me more.
OK. Jadi Pak Tito menjelaskan bahwa Kemenristek udah menemukan bahwa ada empat tipe strain corona yang ada di dunia ini; yaitu yang ada di Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, atau “others”. Nah, masih kata Pak Tito nih, strain Covid-19 yang ada di Indonesia ini masuknya ke golongan ‘others’, jadi beda sama yang ada di negara-negara tadi.

I see….
Smart cookie. Nah, a little background on the vaccine development, dijelaskan Pak Tito bahwa meskipun sudah ditemukan, penggunaan vaksin ini nggak bisa langsung massal karena harus dites dulu secara bertahap. Kalo emang tesnya sukses, baru deh vaksin bisa diproduksi secara massal.

So I won’t get any haircut until 2022? Legit?
Most likely. Pak Tito bilang sih vaksinnya bisa ready di tahun 2022, bahkan sampai 2023, tapi untuk skenario optimisnya ya sekitar tahun 2021-2022.

KTHXBYE.


Who’s making headlines in the Twitterverse?

Gambar: twitter.com

Twitter itself.

Hah gimana?
Iya jadi untuk pertama kalinya, Twitter melakukan tindakan atas twit yang dicuit sama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Jadi Selasa kemarin, untuk pertama kalinya Twitter nandain dua twitnya Trump…

Like, tanda centang biru gitu?
Bukan, tapi sama tulisan “potentially misleading” aka “ada kemungkinan ga bener”. Ga cukup dengan tanda itu, Twitter juga ngasih link fact check di twitnya Trump itu biar para tweeps bisa ngecek fakta yang sebenarnya dari isi twitnya tersebut.

Whoaaaa…
Iya emang kan Trump hobi banget twitteran. Nah jadi salah satu twit yang ditandain “potentially misleading’ ini adalah twit Trump yang bilang bahwa pelaksanaan pemilu via pos (inget kan, bahwa tahun ini AS bakal pemilu?) itu berpotensi curang. Terus sama Twitter di bawahnya ada keterangan “cek fakta soal pemilu via pos di sini” yang bakal nge-direct kamu ke keterangan soal pemilu via pos yang udah disusun sama tim Twitter.

Tujuannya apa sih ada keterangannya gitu?
Menurut pihak Twitter, link tersebut bertujuan untuk ngasih konteks/latar belakang dari tweet tersebut. Twitter juga bilang bahwa sebenernya twit Trump itu nggak melanggar kebijakan perusahaan karena nggak secara langsung bikin orang males nyoblos, tapi emang twitnya berpotensi menyampaikan informasi yang keliru.

Pasti Trump bete banget deh…
Ya donk. Jadi dalam Twitnya nggak lama setelah twit ditandain tadi, Trump bilang bahwa Twitter udah ikut campur dalam Pilpres Amerika dan menghambat kebebasan berekspresi. Trump juga makin bete karena sumber untuk bahan “cek fakta” punyanya Twitter tadi bersumber dari CNN dan Washington Post, dua outlet media yang sering dikatain Trump sebagai “fake news”.

I see. Anything else I need to know?
Yep, jadi per 11 Mei lalu, Twitter emang udah meng-update kebijakan perusahaannya yang akan ngasih label untuk twit yang berpotensi misleading demi meminimalisir hoax, khususnya seputar Covid-19. Adapun tiga kategori yang bakal dikasih label sama Twitter di antaranya adalah:

  1. Misleading information: Informasi yang menyesatkan, yang udah terbukti kalau tidak benar
  2. Disputed claims: Pernyataan yang bermasalah
  3. Unverified claims: Informasi (bisa benar atau salah) yang belum dikonfirmasi ketika di-share

Twitter Indonesia juga plis dong…


For when all the graduation ceremonies are being held online…

Gambar: cnn.com

Pizza to the rescue. 
Yep. Siapa sih yang nyangka bahwa momentum kelulusan yang biasanya dirayain sambil pake toga, dihadiri sama keluarga dan tetangga sekampung, dan jadi proud moment para wisudawan setelah jungkir balik berjuang biar bisa lulus, ternyata digelar secara online? Kondisi inilah yang kini tengah dihadapi oleh para wisudawan lulusan tahun 2020, aka class of 2020, yang terpaksa menjalani upacara kelulusannya secara onlinethanks to Covid-19.

Nah, menanggapi momentum yang very unfortunate ini, chain pizza terkenal asal Amerika Serikat, Pizza Hut, mengadakan inisiatif yang bakal membagikan 500 ribu loyang pizza gratis buat para class of 2020. Disebutkan oleh perwakilan dari Pizza Hut US, namanya George Felix, inisiatif ini muncul karena sebagai chain pizza yang udah lama banget ada di US, Pizza Hut udah jadi bagian penting bagi masyarakat dalam merayakan momen-momen spesial, di antaranya adalah kelulusan. Karena itu, Pizza Hut berniat untuk hadir terus dalam perayaan kelulusan para wisudawan, despite the current situation. 

Go tell your friends who are graduating from US colleges, karena promo ini cuma berlaku sampe 4 Juni aja.


“Yang mengatakan mal akan buka tanggal 5 Juni itu imajinasi, itu fiksi.”

Kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengonfirmasi soal berita kemungkinan mal dibuka lagi pasca aturan PSBB berakhir pada 5 Juni mendatang. Kata Pak Anies, saat ini belum ada aturan manapun yang bilang PSBB bakal diakhiri, dan kalo masyarakat banyak yang nggak nurut dengan aturan PSBB, maka bisa jadi aturannya justru diperpanjang.

Ini lagi ngomongin mal buka atau gebetanmu yang ternyata naksir kamu balik sih?


Angel’s Stories 

1. Ini kejadian udah beberapa waktu lalu sih, mungkin 2 atau 3 tahun lalu, tapi asli ini membekas banget. Itu adalah masa-masa mudik, dan aku adalah salah satu pejuang ticket-war. Yak sebagai anak rantau yang lagi kuliah di kota hujan dan liburnya mepet-mepet cuti bersama, aku harus rebutan tiket kereta buat mudik ke ujung timur Pulau Jawa. Masih keinget banget tuh perjuangan H-90 reload apps ticketing berkali-kali sambil ngantuk-ngantuk pas tengah malem buat ngecekin tiket tersedia. Alhamdulillah aku masih kebagian di range harga yang logis buat kantong mahasiswa. Nah pas Hari-H aku pulang, aku naik KRL tuh menuju Pasar Senen. Setelah transit beberapa kali, akhirnya aku naik lagi dari Stasisun Jatinegara ke Pasar Senen. Karena emang udah jam 9an, jadi lumayan sepi. Pas naik aku udah mewanti-wanti diri biar ga tidur karena rutenya pendek dan kalau misalnya kelewatan pasti bakal susah karena harus balik lagi ke Jatinegara kan (karena KRL yang berhenti di Pasar Senen cuma yang dari arah Jatinegara) ditambah lagi jam keberangkatan kereta udah mepet banget. Tapi emang udah dasarnya pelor jadi tetep aja ketiduran. Aku nyadar pas mbak-mbak di sebelah aku nepuk dan bangunin, “Mbak, mau ke Pasar Senen yah? Udah sampe nih.” Aku langsung kaget dan reflek berdiri sambil buru-burun bawa koper keluar karena udah ada peringatan pintu ditutup. Abis itu aku langsung lari buru-buru buat cetak tiket check in. Hanya selisih 5 menit antara aku masuk dan kereta apinya jalan. Kemudian aku cuma bengong dan bersyukur banget ada mbak-mbak baik hati di KRL. Kalau ga ada dia mungkin pas itu aku ga jadi mudik dan nangis di stasiun karena ketinggalan kereta trus tiket perjuangannya hangus sia-sia. Tapi di satu sisi nyesel banget karena saking kaget dan paniknya sampe ga ngucapin terima kasih secara langsung :(Tiap inget kejadian ini aku berdoa terus buat mbaknya, semoga selalu dikuatkan, mendapat kebahagiaan, dan ga pernah berhenti jadi orang baik. Makasih mbak, hal kecil yg kamu lakuin bener-bener berarti banget :’)
-Mbak M, di ujung timur Jawa-

2. Ini kejadiannya semingguan yang lalu, pas pulang kantor (karena di sini jatah WFH-nya gantian, aku kebagian WFO). Pas di jalan mau pulang ke kost sekitar pukul 5 sore, jalanan lumayan rame. Posisinya aku lagi boncengan sama temen satu kantorku. Mungkin pada di luar buat cari bukaan kali ya. Long story short, di pinggir jalan banyak banget manusia gerobak, sedih rasanya pas pandemik kayak gini mereka kondisinya begitu. Tetapi ada pemandangan langkah yang seketika buat hatiku “deg” dong. Kalian tau kenapa? Ada bapak ojol bagiin bungkusan makanan buat para manusia gerobak itu. Seketika aku langsung gemeter dan berkaca-kaca. Mulia banget hati si bapak ojol itu, semoga Allah senantiasa melindungi dan melancarkan rezekinya. Ketika semua lagi pada kesusahan, tetapi bapaknya masih berhati malaikat :’) Sehat2 ya pak! :’))
-Bandar Lampung-

3. Hi guys! Jadi aku adalah seorang Bipolar Survivor, yang juga dikasih diagnosa OCD tapi baru obsessive belum sampai compulsiveso basically kalo kamu obsessive you only think about it, but when you are compulsive, you’re doing what you’re thinking. Tapi sudah satu tahun lebih ga minum obat dan I feel greatWith this situation, an old friend called me out of nowhere asking how I’m doing, dia cerita dia keinget aku dengan kondisi seperti ini. We spent an hour catching up each others’ updates and I am just thrilled to know someone could be so thoughtful of my condition. Thank you♡
-RC, South Jakarta-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

#Baca1984Bareng, because “1984” is as relevant as ever.