Bandara Ramai, Topan di Filipina, Kesehatan Mental WHO, Legenda Sayur Lodeh

104

Hello, Friday.

Hope you have an enjoyable day today. Whether you’ll have a back to back video conference meeting or decided to catch up on your favorite Netflix show the whole day, don’t forget to take some time off from your screen and give your eyes some much-needed rest. We’ve seen the surge of our screen time during this quarantine, and we know that yours too. See you again next week.


For when people are crowding Soekarno-Hatta…

Gambar: cnnindonesia.com

Eh, iya… I saw the pictures. Itu kenapa si?
Jadi ternyata, penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang yang kamu liat viral kemarin itu adalah karena ada 13 penerbangan yang dilakukan oleh dua maskapai Indonesia, yaitu Lion Air Group dan Citilink.

Really?
Yep. Menurut pihak Bandara Soetta, penumpukan penumpang itu terjadi di Terminal 2 Bandara Soetta, sekitar jam 04:00 pagi.  In total, ada 11 penerbangan Lion Air Group dan dua penerbangan Citilink. Tapi katanya cuma sebentar ramainya; setelah satu jam, udah normal sepi lagi.

Hmm I see. I need more explanations.
You got it. Jadi ramainya juga karena emang para calon penumpang ini harus ngantri di posko untuk verifikasi dokumen. Kayak yang kamu tahu, nggak sembarang orang boleh naik pesawat sekarang, dan emang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi kalo emang mau terbang; kayak surat pengantar dari tempat kerja atau kelurahan dan surat bebas Covid-19 atau hasil tes kesehatan.

Go on…
Masih menurut pihak Soetta, sejauh ini nggak ada penumpang yang ditolak untuk terbang karena mereka telah memenuhi syarat. Bandara Soetta juga memperkirakan ada sekitar 5.700 penumpang dari total 105 penerbangan yang dilakukan kemarin.

Well, does the government say anything about this?
Terkait ramenya bandara Soetta kemarin, pihak Kemenhub menyebut bahwa emang ada maskapai yang melanggar aturan pembatasan jumlah penumpang penerbangan dalam masa pandemi.

Wah, aturannya apa?
Peraturan tentang penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), dengan mengurangi jumlah penumpang maksimal 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk. Kemenhub juga bilang bahwa pihaknya bakal menindak tegas operator penerbangan yang ngelanggar ketentuan-ketentuan yang ada di peraturannya.

Anything else?
Selain itu, pihak bandara bilang kalau mereka bakal evaluasi lagi dan mengatur jadwal keberangkatan supaya nggak ada penumpukan lagi.


What’s being in a high alert?

Gambar: cnn.com

The Philippines.
Yang dilanda oleh Topan Vongfong pada Kamis kemarin. Disebutkan bahwa topannya gede dengan kecepatan angin sampai 155 kph dan hembusannya sampai 255 kph maksimal.

Oh no... terus gimana?
Well, saat ini pemerintah Filipina lagi melakukan evakuasi bagi sekitar puluhan ribu warganya, but at the same time, harus mastiin kalau tempat daruratnya (emergency shelters) nggak padat banget karena dikhawatirkan virus corona juga menyebar di tempat pengungsian.

Bisa emang?
Yha gatau. Para gubernur sih bilang bahwa physical distancing kemungkinan mustahil diterapin di tempat pengungsian. Bahkan beberapa tempat pengungsian udah dipake sebagai tempat karantina. Jadi, katanya tempat pengungsiannya bakal diubah lagi jadi tempat pengungsian beneran, bukan karantina.

I see. Go on…
Para meteorologist juga menyebut bahwa Topan Vongfong ini menyebabkan hujan deras, angin kencang, dan badai.

Anything else?
Diketahui bahwa biasanya, topan di Pasifik Barat (West Pacific) itu muncul di musim dingin atau awal musim semi. Nah, tahun ini, musim topannya mulai rada lambat dari biasanya. Keterlambatan musim topan ini adalah yang ke-8 sejak tahun 1950, kata Phil Klotzbach, peneliti dari Colorado State University.


Who’s just sending a warning?

The WHO.

OK. Tell me. 
Jadi Selasa lalu, WHO mengumumkan bahwa akibat dari wabah Covid-19 yang tengah menyebar di seluruh dunia, maka ada satu lagi wabah yang juga ikutan menyebar…

Which is…
Mental distress aka gangguan kesehatan mental. Yes, the pandemic has already taken its toll on people’s mental health. Menurut Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, efek dari Covid-19 terhadap kesehatan mental masyarakat sangat mengkhawatirkan.

Define “mengkhawatirkan”.
Well, jadi dalam laporan WHO, diketahui bahwa 47 persen tenaga kesehatan di Kanada membutuhkan bantuan psikologis, lalu di China, 50 persen tenaga kesehatannya juga dilaporkan mengalami depresi, dan di Pakistan, 26 persen di antara para pemberi layanan kesehatan di negara itu juga mengalami depresi berat.

So it only happens to the healthcare workers?
Not really. Tingkat stres juga dilaporkan meningkat pada orang tua selama WFH. Selain itu di negara-negara Eropa kayak Italia dan Spanyol, diketahui bahwa 77 persen anak-anak mengalami susah konsentrasi, 39 persen jadi lebih nggak mau diem dan mudah terganggu, dan 31 persennya juga mengalami rasa kesepian.

Was it that bad?
Yep, masih menurut WHO, meningkatnya depresi di masyarakat ini disebabkan karena udah lama nggak bertemu orang, takut ketularan virus, sampe kehilangan pekerjaan. Menurut WHO, jelas banget bahwa kesehatan mental adalah salah satu faktor utama yang harus turut ditangani dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

What can the governments do about this?
Well, things like memastikan keberadaan layanan kesehatan mental dan dukungan psikologis harus tersedia buat masyarakat. Selain itu, perlu juga kepastian bahwa mereka yang membutuhkan layanan bantuan mental menerima perawatan dengan rutin, dan memastikan bahwa layanan kesehatan mental juga udah ter-cover asuransi.


When there’s so much story in a bowl of sayur lodeh…

Gambar: merdeka.com

Iya, sayur lodeh. 
Turns out it has a deeper meaning than you think. Jadi menurut legenda, disebutkan bahwa pernah suatu waktu ada wabah penyakit yang menyebar di Yogyakarta. Terkait hal ini, Sultan kemudian meminta warganya untuk masak sayur lodeh dan stay di rumah selama 49 hari. Hal ini dilaksanakan oleh warga dan hasilnya, wabahnya berakhir.

Jadi memang setelah diteliti lebih jauh, sayur lodeh dibuat dari bahan-bahan yang bergizi dan mudah didapatkan, jadi cocok buat orang yang lagi di-quarantine. Selain itu, menurut peneliti budaya Jawa, Revianto Budi Santoso, perintah Sultan itu punya makna mendalam yang mendorong warganya untuk menggalang solidaritas. Menurutnya, meminta satu kota untuk memasak satu menu yang sama mampu memunculkan rasa kebersamaan yang kuat. Kebersamaan ini diharapkan bisa membantu menghindari sial.

Scooch over, Dalgona coffee. We’re making sayur lodeh...


“The past few months have proven we can make that work. So if our employees are in a role and situation that enables them to work from home and they want to continue to do so forever, we will make that happen.”

Gitu isi surat dari CEO Twitter Jack Dorsey buat para karyawannya yang berisi pengumuman bahwa perusahaan tersebut udah mengadopsi WFH aka Work-From-Home sebagai kebijakan perusahaan. Dengan hal ini, maka karyawan Twitter diperbolehkan kerja dari rumah selamanya kalo emang mereka mau.

Whoaa we see you updating your CV..


Hitting Pause

It’s the holy month and, now more than ever, we believe that all of us can use some beautiful words from the Quran or hadith to start the day. For the month of Ramadan, we will have this section once a week where you can hit the pause button from the news and, (hopefully) find some positivity from the verse/hadith we have chosen for you. Here it is for today:

  • Indeed, We sent the Qur’an down during the Night of Decree. And what can make you know what is the Night of Decree? The Night of Decree is better than a thousand months. The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter. Peace it is until the emergence of dawn (QS 97:1-5).
  • Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar (Al Qadr: 1-5).

Angel’s Stories 

1. Waktu itu, aku habis jaga malam di RS, karena capek dan laper, aku langsung buru-buru pulang. Sampai di tempat parkir, tagihannya RP7 ribu woy, sedangkan uang di dompet tinggal Rp10 ribu. Yaudah sih ya, kan masih cukup hahahah. Langsunglah aku gass-blar jalan pulang. Eh, di tengah jalan tiba-tiba motorku jadi pelan sendiri. Terus tiba-tiba mati. Alamak! Bensinnya habis! Ngedoronglah aku sampai pom bensin terdekat, padahal posisinya capek, laper, kurang tidur. Huft!

Sesampainya di pom bensin, aku baru inget kalau uang di dompet tinggal Rp3 ribu. Mana pake acara kartu ATM-ku ketinggalan di rumah. Aku deg-deg an banget tuh bisa beli bensin nggak. Pas sampai giliranku, mas pom bensin nyapa dengan senyum yang secerah mentari pagi, “Mau isi berapa, mbak?” Aku pun menjawab dengan senyuman yang gak kalah manis, “Hehehehe. Emm. Bisa pakai o*o gak mas? Uang saya sisa Rp3 ribu aja nih soalnya. Adanya tinggal saldo o*o. Hehehehe”.

“Wah, mbak maaf di sini bisanya pakai L***Aja. Kalau o*o gak bisa,” kata masnya.

“Waduh. Ya udah Rp3 ribu aja deh mas. Hehehehehehe,” kataku.

“Maaf banget, Mbak. Ini minimalnya Rp4 ribu”.

Aduh, Mas. Saya bener-bener udah usaha cari recehan di semua sudut tas sama motor tapi gak ketemu nih. Rp3 ribu boleh ya?”.

“Emm. Ya, udah, Mbak. Gapapa”. Terus ternyata diisi sama masnya Rp4 ribu dong sesuai batas minimalnya.

“Makasih banyak ya, Mas!” Semoga kebaikan masnya dibalas dengan semua yang jauh lebih baik lagi. Eits, ceritanya gak berhenti sampai di situ. Waktu aku mau ngehidupin motornya, motornya malah mogok. Ahelaaah! Akhirnya aku coba starter pake kaki. Tapi buat naikin motor ke standart aja gabisa-bisa, gimana mau genjot starternya. Akhirnya bapak-bapak yang antri di belakangku bantuin ngehidupin motornya. Alhamdulillah bisaa. Bener-bener angels banget lah beliau berdua itu. Di saat aku capek, laper, kurang tidur karena habis jaga, terus ada halangan yang agak merepotkan, beliau berdua langsung bantuin tanpa fafifu. Semoga kebaikan beliau beliau terbalaskan dengan semua yg lebih baik. Aamiin…
-D, Solo-

2. Sepupu gue kerja sebagai apoteker di RS rujukan Covid-19, terus dia cerita kalo di sana itu cuma dikasih makan siang aja, sementara kalo pagi gak dapet dan agak susah cari makan karena sibuk banget. Ortu gue yang kebetulan lagi merintis usaha katering akhirnya memutuskan untuk nyumbang nasi box buat sepupu gue dan teman-teman apotekernya. Walaupun gue ga terlibat langsung, tapi seneng banget rasanya pas denger mereka nerima dan bilang makasih ke ortu gue.
-Rah, Depok-

3. Today is paydayand also kenaikan gaji tahunan dimulai di gajian bulan ini. Di saat banyak orang yang mengalami PHK, alhamdulillah aku masih bisa bekerja dari rumah, bahkan lebih sibuk dari waktu kerja di kantor, dan masih digaji dengan layak. Setiap bulan, aku budgetin uang makan Rp1.5 juta, means Rp50 ribu/hari. One of the entertainment during #dirumahaja adalah makan makanan enak. Tapi sekarang, kalau aku bisa nahan jajan, aku bisa keep my 50k dan langsung aku transfer ke kita****.com. Ini ga cuma mengibur aku secara lahirian, tapi juga batiniah, karena ada yang terbantu dari perjuanganku melawan nafsu untuk jajan boba-bobaan.
-MF, BSD-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

How does flying during pandemic feel like? This journalist tells her account in a thread.