45 tahun ke Bawah Boleh Kerja, Update Jabar, Wuhan Tes Massal, Corona Hairstyle

103

It’s Wednesday.

Hi, good morning. Just a gentle reminder that although it’s Wednesday, and it’s normally your hectic time to work, to catch up with some meetings or to work on projects, you really have to give yourself a break. In this uncertain time, it is normal to feel scared, hopeless, tired, or anxious, so always be gentle with yourself. Get some extra hours of sleep, take a long warm bath, call your loved ones, or eat that full jar of putri salju (we know it’s already at your house!) if it can make you feel relaxed. Remember that you don’t have to always get it together. Have a restful Wednesday!


For when you’ve been missing your 9-to-5 routine…

Gambar: cnnindonesia.com

Udah kangen ngantor banget? Well, your wish is granted karena rencananya, pemerintah bakal membolehkan orang berusia di bawah 45 tahun untuk ngantor lagi.

Seriously?!
Yep! Hal itu disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Pak Doni Monardo, kemarin. Pak Doni bilang, keputusan ini diambil berdasarkan aturan Kemenkes soal PSBB. Selain itu, cuma ada 11 sektor yang boleh melakukan kebijakan ini.

Which are…

  • pertahanan dan keamanan
  • ketertiban umum
  • kebutuhan pangan
  • bahan bakar minyak dan gas
  • pelayanan kesehatan
  • perekonomian
  • keuangan
  • komunikasi
  • industri
  • ekspor dan impor
  • distribusi
  • logistik, dan
  • kebutuhan dasar lainnya

So wait, alesannya apa kok udah dibolehin ngantor lagi?
Kata Pak Doni sih, strategi ini diambil untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang marak belakangan ini. Menurut beliau, kelompok usia di bawah 45 tahun nggak rentan kena corona, jadi risikonya lebih rendah dibanding orang tua di atas 45 tahun. Selain itu, Jubir Presiden soal corona, Achmad Yurianto, juga bilang bahwa masyarakat di bawah usia 45 tahun adalah tenaga-tenaga produktif yang dinilai memiliki imunitas tinggi.

Oh gitu, emang banyak yang di-PHK ya?
Yes. Jadi menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ada sekitar 2 juta sampai 3,7 juta orang yang kena PHK atau dirumahkan sejak kasus corona muncul di Indonesia. Data ini beda-beda antar kementerian (We’d be surprised if it’s not!). Kalau menurut Kementerian Ketenagakerjaan, ada 1,7 juta orang yang kena PHK. Terus, menurut versi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, total orang yang di-PHK bahkan mencapai 6 juta orang.

Whooaa… Did anyone have a comment on this?
Of course, the doctors. Menurut Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Professor Zubairi Djoerban, kebijakan yang ngebolehin warga dengan usia di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja malah bakal bikin lebih banyak lagi orang yang terinfeksi Covid-19.

Karena…
Ya, karena emang sih, daya tahan tubuh orang muda lebih kuat dibanding yang tua, tapi tetap bisa terinfeksi.  Kalau orang tua, biasanya Covid-19 nyerang saluran pernapasan, sedangkan kelompok muda biasanya arahnya ke stroke. Hal ini juga disampaikan oleh Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), Erlang Samoedro. Menurutnya, sebaiknya nggak usah buru-buru meringankan kebijakan PSBB ini

Well, why don’t we just see the data?
OK! Jadi kalo ngeliat data dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kelompok usia 31-45 tahun justru adalah kelompok usia paling banyak kedua yang terinfeksi corona. Emang di tingkat pertama adalah usia 46-59 tahun, namun angka ini disusul oleh usia 31-45 tahun dengan jumlah positif 4.123 orang. Sedangkan kelompok umur 18-30 tahun, ada sebanyak 2.696 orang yang positif corona. Artinya, setengah dari total kasus positif di Indonesia adalah orang di bawah 45 tahun.


Who’s just giving an update?

Gubernur Jawa Barat, Kang Ridwan Kamil.

To whom?
To some of theambassadors from negara sahabat yang ikutan Virtual Roundtable Discussion sama Kang Emil. beberapa waktu lalu. Adapun acara yang dimoderatori sama mantan Dubes Indonesia ke Amerika Serikat, Pak Dino Patti Djalal, ini digelar untuk ngasih update soal kondisi penanganan Covid-19 di Jawa Barat.

Coba aku juga mau tau update-nya dong.
OK. First, Kang Emil curhat dulu tentang kondisi di Jawa Barat saat ini. Menurut beliau, sejauh ini Jawa Barat udah nerapin tiga strategi dalam menghadapi Covid-19; yaitu pencegahan, test and tracing, dan improvements.

Kang Emil menyebut bahwa dalam strategi ini, pemerintah Jabar mengikuti strategi yang dilakukan oleh Korea Selatan karena jumlah populasinya mirip. So far, jumlah kasus positif di Jabar adalah 1.545 orang, 213 sembuh, dan 98 meninggal.  Meskipun Jabar adalah wilayah di Indonesia yang paling banyak melakukan tes PCR, namun Kang Emil masih belum “happy” katanya.

Why not?
Because the number of cases keeps going up, walaupun emang kondisinya lebih baik karena saat ini, Pemprov Jabar lagi nerapin PSBB se-provinsi sampai minggu depan. Kang Emil juga menjelaskan bahwa kalo situasinya membaik, maka Jabar akan menggunakan strategi seperti New Zealand yang membagi wilayah-wilayah darurat berdasarkan kelurahan. Jadi, bisa aja nanti dalam satu kota, ada beberapa wilayah yang level daruratnya lebih tinggi dari yang lain.

Go on…
Selain itu, Kang Emil juga menyebutkan bahwa rata-rata kasus yang muncul di Jabar adalah kasus OTG (orang tanpa gejala). This is why rumah sakit di Jabar nggak “kewalahan” karena OTG cukup mengisolasi diri di rumah, tanpa harus dirawat di RS.

I wanna know what the ambassadors say..
Well, they mostly asked about the economy. Secara kan banyak perusahaan dan investor luar negeri yang tertarik pengen invest di Jabar, makanya mereka butuh tahu nih, strategi ekonomi Jabar bakal kayak gimana ke depannya…

Emang gimana strateginya?
Kata Kang Emil, Jabar is open for business, as long as you can ensure that your business is Covid-19 free yang bisa dibuktikan dengan Covid-19 certification. Syaratnya, para pelaku bisnis ini harus melakukan PCR testing untuk para karyawannya. Jika bebas corona, mereka dapet sertifikat, dan bisnis bisa beroperasi lagi. Terus, Jabar juga bakal melakukan diversification of economic activities, which means pusat ekonominya bakal disebar ke beberapa wilayah.

Alrite. Anything else I should know?
Yes. Dalam kegiatan tersebut juga Kang Emil menjelaskan bahwa dalam menghadapi Covid-19 ini, sebaiknya wewenang pemerintah daerah ditingkatkan, terutama dalam kondisi darurat. Menurutnya, yang tau kondisi riil di lapangan ya pemerintahan daerah, bukan pusat, jadi sebaiknya daerah diberi wewenang yang lebih.


Who’s saying “You got a test, you got a test, everybody got a test!”?

Who?
Wuhan. Jadi Ibu Kota Provinsi Hubei di Tiongkok yang merupakan episentrum munculnya virus corona untuk pertama kali ini bakal mengadakan tes untuk seluruh warganya.

What?
Yep. Kebijakan ini diambil setelah pada Senin kemarin, Wuhan yang baru aja keluar dari lockdown selama 76 hari itu menemukan lima kasus Covid-19 baru. Selain itu diketahui bahwa semuanya adalah kasus lokal, aka bukan bawaan dari luar negeri.

Whoaaa go on…
Nah, kasus-kasus baru ini ditemukan setelah Wuhan nggak mengalami penambahan kasus satu pun selama 35 hari. Dengan ditemukannya kasus lokal ini, maka dikhawatirkan kalo sebenarnya virusnya masih menyebar, tapi ya nggak kedeteksi aja…

Terus, terus…
Yha otoritas Wuhan kemudian memutuskan untuk melakukan tes asam nukleat aka nucleic acid tests terhadap seluruh warganya yang jumlahnya kira-kira 11 juta orang dalah jangka waktu 10 hari aja.

Whoaaa ambi yha…
Yhaa begitulah. Program ini kemudian dinamai 10-Day Battle dan bertujuan untuk mendeteksi virus Covid-19 sejak tahap awal. Jadi emang tes asam nukleat itu dilakukan untuk mendeteksi DNA virus, makanya tes ini efektif banget untuk mendeteksi virus sejak awal.

Olrite. Anything else?
Well, nggak cuma di Wuhan, tapi Korea Selatan yang juga baru aja meringankan kebijakan social distancing-nya kembali mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Hari Minggu lalu, Korsel menemukan 34 kasus baru, dan hal ini merupakan penambahan kasus tertinggi dalam satu bulan terakhir. Akibat hal ini, bar dan diskotek yang sempet buka kembali tutup. Fenomena ini juga send warnings to other countries untuk nggak buru-buru melonggarkan kebijakan social distancing-nya, karena bisa jadi Covid-19 Season 2 bakal segera kejadian*looking at you, Indonesia*


What’s trending in Africa?

Gambar: theguardian.com

This hairstyle.
Yep, still corona-themed.
 Jadi baru-baru ini, kepangan rambut bermodel bentuk virus corona lagi naik daun di Afrika, khususnya di antara kalangan anak-anak di Nairobi, Kenya. Hal ini karena selain murah, gaya kepangan bentuk virus ini juga bagus buat ngingetin warga soal bahaya Covid-19. Jadi emang diketahui bahwa masih banyak orang dewasa di Kenya yang nggak menganggap serius pandemi ini, makanya dengan ngeliat bentuk virus corona di rambut anak-anak, diharapkan kesadaran warga atas bahaya Covid-19 ini mulai muncul. Selain itu, karena bisa dipadukan dengan bahan sintetis, maka biaya untuk bikin kepangan corona ini lebih murah dibanding ngepang rambut biasa. Hasilnya, orang tua yang pengen anaknya bisa teteup gaya tapi dengan budget terbatas banyak yang memilih gaya ini.


“It’s not over until it’s over.”

Gitu kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam keterangannya kemarin terkait kemungkinan kemunculan kembali virus Covid-19 di negaranya. Hal ini disampaikan Moon ketika baru-baru ini Korsel menemukan penambahan kasus Covid-19 tertinggi dalam satu bulan terakhir menyusul kebijakan pelonggaran social distancing yang diambilnya.

When pandemic and your love life are almost similar…


Angel’s Stories 

1. So hari minggu kemarin aku harus masuk kantor karena harus ‘jaga kandang’ buat balesin pertanyaan netizen tentang kegiatan kantorku yang terbuka buat umum. For the second time jadi admin dan balesin chat masih buat aku stress banget, apalagi selama pandemi corona segala-gala lewat chat kan. Bales chat biasa aja kadang males, ini balesin chat yang kadang nyebelinnya kebangetan. Di jam istirahat tiba-tiba ada mamang ojol telpon, bilang udah di depan kantor ada kiriman dari Ibu ‘C’. Dan ternyata ada kiriman Kopi Kenangan. That means a lot to me, since aku sendiri lagi stress balesin chat dan baru banget break up. Terima kasih untuk semua orang yang masih care sama kami yang stress selama pandemi ini. You saved us.
-Anonymous-

2. Tadi pagi salah satu adeknya kakekku meninggal. Tapi, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk takziah dan tahlilan di rumah duka, maka sebagai penggantinya salah satu anggota keluargaku berinisiatif untuk ngadain khatamul quran secara online selama 3 hari berturut-turut. Seketika grup WhatsApp keluarga langsung penuh dengan list juz yang akan mereka baca. Aku gabisa ga terharu karena semua anggota keluarga bener-bener nahan ego mereka untuk datang takziah demi kesehatan bersama dan nyari solusi alternatifnya. Aku berharap banget semoga doa-doa tulus ini sampai ke hadirat-Nya sehingga adiknya kakekku bisa ditempatkan di sisi terbaik-Nya.
-N, Jakarta-

3. Pesan es kopi via Go-Food, ga lama mas Gojek-nya telepon ngabarin kalau dia jatuh di jalan yang berakibat es kopinya tumpah. Mas Gojek bersikeras untuk beliin yang baru, dia minta waktu sebentar untuk balik lagi ke toko. Sampai di rumah, aku yang tadinya udah bayar pakai Go-Pay, bayar lagi dengan cash seharga kopi susu berikut tip. Mas-nya terima dengan mata berkaca-kaca, aku juga ikut berkaca-kaca huhuhu…
-Widya-

4. Karena kantorku tidak WFH alias selagi belum meninggal tetap ngantor WKWK, tiap siang aku order Go-Food sebelum bulan puasa Ramadan ini. Nah berhubung aku puasa Senin-Kamis dan ada puasa ganti juga, aku tetap order Go-Food buat abang ojolnya. Pas nge-chat, “Pak makanannya buat bapak aja yaa, gausah diantar, selesaikan aja pesanannya ntar saya kasih bintang 5,” langsung ditelpon dong tapi ga aku angkat karna takut HAHA. Trus bapaknya doain semoga rejeki lancar dll. It’s such heartwarming bisa bantu abang ojol dan pahala nambah berlipat ganda.
-Rakun, Medan-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Nanti tanggal 23 Mei kita cerita tentang hari ini.