Women Leaders facing Covid-19, Protes Kebijakan Karantina, Angka Kriminalitas Meningkat, Nikah Virtual

114

It’s the day to celebrate.

Yes, it’s Tuesday, and unlike your typical Tuesday, it’s Kartini’s Day. When we were kids, we celebrated the day by wearing traditional costumes to school, but as we grow older, we realized that it’s not only about colorful dresses: It’s about finding our voices, believing in ourselves, and realizing that we—Indonesian women—were born as fighters.

Catch Me Up! is a female-founded company, and our emails wouldn’t be in your inbox right now if it wasn’t because of Kartini, and a lot of modern-day Kartinis that inspired us in so many ways. So for that, we thank you. Thank you for our mentors, teachers, friends, and you, beloved subscribers, for letting us be a part of your morning routine. Here’s for all the amazing women in our life.


When you’ve been singing, “I’d be a fearless leader, I’d be an alpha type…”

Gambar: forbes.com

Yep, di masa-masa kayak sekarang ini, we want to give shoutout to all of the female leaders out there!

Whoa… why??
Karena menurut Forbes, ada satu kesamaan di antara negara-negara yang dinilai berhasil menanggulangi penyebaran Covid-19 di negaranya.

Dan kesamaannya adalah…
Semua pemimpin dari negara-negara ini adalah cewek. Yep, mulai dari Kanselir Angela Merkel di Jerman, Perdana Menteri Jacinda Ardern di Selandia Baru, Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen, Perdana Menteri Islandia Katrín Jakobsdóttir, hingga Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin.

What exactly are they doing?
Well, Angela Merkel misalnya, sejak awal-awal Covid-19 masuk Jerman, beliau udah mewanti-wanti warganya bahwa virus ini bakal menginfeksi hampir 70% warga Jerman. Beliau juga meminta warganya untuk melakukan physical distancing secara serius dan memerintahkan early and random testings terhadap warganya. Hasilnya, angka positif corona dan kematian di Jerman relatif lebih rendah dibanding negara Eropa lainnya.

Ok go on…
Selain itu, kebijakan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern yang dengan tegas memutuskan untuk lockdown ketika kasus positif Covid-19 di negaranya “baru” enam orang juga banyak menuai pujian. Hingga bulan ini, angka pasien meninggal di Selandia Baru adalah empat orang.

Nice…
Belum selesai gengs. Di Islandia, secara populasinya kecil, perdana menterinya kemudian melakukan random tests terhadap semua warganya dan sejauh ini, Islandia telah melakukan tes lima kali lebih banyak dibanding Korea Selatan. Whoaaa..

One question: Why do women make such good leaders during Covid-19?
A lot of factors. Ada yang memang pemimpinnya memiliki pengalaman terkait penularan virus menular, ada yang memang kepemimpinannya dikenal tegas dan decisive, but it’s also disebabkan oleh the fact that pemimpin perempuan cenderung lebih bisa mendengarkan masukan dan nggak over confidence atau merasa lebih pintar dibanding laki-laki.

Who run the world?


Who’s singing, “Are we out of quarantine yet”?

Gambar: okezone.com

Taylor Swift.
Mehehe itu “Are we out of the woods?”, Kak. But well, close enough. Speaking of quarantine, warga di beberapa negara bagian di Amerika Serikat pada weekend kemarin menggelar protes yang mendesak pemerintahnya mencabut semua aturan soal stay-at-home orders.

Errrr…
Ya begitulah. Jadi ada ribuan orang yang menggelar aksi di berbagai negara bagian kayak Arizona, Colorado, Montana, dan Washington, pada hari Minggu kemarin. Isi dari protesnya adalah mereka menentang aturan physical distancing yang diberlakukan oleh para gubernur daerahnya masing-masing terkait Covid-19. FYI, protes ini bukan yang pertama, tapi sebelumnya udah ada demo di enam negara bagian lain.

Wait, aksi demonya ini soal apa sih?
Yhaa soal desakan warga buat para gubernurnya biar buru-buru mencabut semua aturan stay-at-home terkait corona. Jadi kan sekarang ini di Amerika Serikat banyak negara bagian yang mengatur bahwa bisnis-bisnis yang non-essentials (bukan termasuk bisnis yang terkait dengan kesehatan, bahan pokok, finansial, dan utilities) diimbau untuk nggak buka dulu…

Go on.
Nah, kebijakan ini, menurut para peserta aksi, jelas-jelas melanggar peraturan undang-undang. Karenanya, para warga kemudian menuntut para gubernurnya untuk membuka lagi perekonomian.

Tapi kan… bukannya AS punya kasus Covid-19 paling banyak ya?
True.  Sekarang ini, AS jadi epicentrum Covid-19 global dengan lebih dari 735.000 kasus dan sekitar 40.000 kematian. Makanya, pemerintah di berbagai negara bagian pada menerapkan pembatasan aktivitas publik (kayak semacam PSBB versi AS). Jadi ya sekolah libur, kantor dan pabrik ditutup sementara, rumah ibadah juga nggak dibuka untuk jamaah, restoran nggak boleh nerima pelanggan di tempat, etc. Ada sekitar satu dari 3 warga AS yang terpaksa melakukan karantina di rumah karena kebijakan tersebut.

Yang menyebabkan…
Bertambahnya pengangguran. Sejauh ini, data dari Departemen Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa ada hampir 22 juta orang yang udah mengklaim tunjangan pengangguran (unemployment benefits) di AS. Saat ini, angka pengangguran di AS mencapai 4,4% dan diprediksi bakal menyentuh angka 15% pada bulan depan akibat corona.

So, does Trump have anything to say about this?
Yep. Trump sih setuju-setuju aja dengan para peserta aksi. Beliau bahkan udah mengeluarkan guideline buat membuka kembali negaranya dengan dokumen yang namanya “Opening up America again”. Isi dokumennya adalah langkah-langkah buat para negara bagian untuk mengakhiri stay-at-home orders. Beda kayak di sini yang final decision-nya dipegang pemerintah pusat, keputusan untuk lockdown/stay-at-home orders di Amerika Serikat dikeluarkan oleh gubernur negara bagian masing-masing. Makanya walaupun Trump pengen membuka lagi ekonominya, namun yang punya otoritas melakukan hal tersebut adalah the governors…

So, what do the governors say?
Yaaa ada yang mau buru-buru buka, ada yang enggak. Negara-negara bagian kayak Georgia, South Carolina, dan Tennessee bilang bahwa mereka bakal mulai pelan-pelan buka lagi per minggu depan. Sedangkan negara bagian kayak Michigan justru memperpanjang stay-at-home orders-nya sampe akhir April karena tingginya angka infeksi Covid-19 di sana.


For when you need more reason to stay at home…

Gambar: suara.com

Well, corona is scary.
But if it’s not scary enough for you, and you need more reason to stay at home, so you might want to listen to… the police.

What about it?
Jadi dalam laporannya yang disampaikan kemarin, pihak kepolisian menyebut bahwa sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar aka PSBB diberlakukan, maka angka kejahatan atau kriminalitas di beberapa daerah cenderung meningkat.

Whoaa seriously?
Yep. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, peningkatan angka kriminalitas ini mencapai 11,80 persen.

Terus, jenis kejahatannya apa aja?
Masih kata Pak Asep, aksi kejahatan yang kejadiannya paling banyak meningkat adalah aksi pencurian. Meski begitu, beliau nggak merinci nih gengs, di mana aja peningkatannya terjadi. Beliau juga menyebut bahwa meski angka kejahatan meningkat, namun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih terjaga dan terkendali.

I see. Anything else I should know?
Well, Pak Asep juga menyatakan bahwa salah satu tempat yang sering jadi sasaran pencurian adalah minimarket. Menurutnya, secara banyak warga yang tinggal di rumah, maka para pencuri mengubah target sasaran mereka.


For when there’s corona but you want to get married…

Gambar: unsplash.com

New Yorkers can relate.
Yepppp, jadi adakah di antara kalian yang planning nikahnya terpaksa di-cancel atau diundur atau jadi nggak pake resepsi karena corona? We’re really sorry to hear that 🙁 But gengs, di New York, gubernurnya dalam waktu dekat ini akan segera menandatangani peraturan yang mengizinkan nikah via video call aka virtual. Jadi dalam keteragangannya pada weekend kemarin, Gubernur New York Andrew Cuomo bilang bahwa dengan ditandatanganinya aturan tersebut, maka warganya yang pengen nikah bisa melakukannya secara virtual. Hal ini karena udah beberapa minggu terakhir ini, kantor-kantor lisensi pernikahan di New York terpaksa tutup dan nggak menerbitkan akta nikah karena corona. Namun dengan dikeluarkannya peraturan ini, maka para petugas pernikahan aka penghulu bisa teteup menjalankan tugasnya untuk menikahkan para pasangan via online.

Now singing: Someday we’ll know why love can beat corona…


“Kenapa baru bilang sekarang?”

Kira-kira gitu gengs kata jubir pemerintah soal corona, dr. Achmad Yurianto, saat ngomentarin terkait penemuan Tim Pakar FKM UI yang menyatakan bahwa virus corona diprediksi udah masuk ke Indonesia sejak minggu ketiga Januari lalu. Menurut Pak Yuri, pihaknya nggak pernah dikasih tau soal prediksi ini. Jadi yhaaa kenapa baru bilang sekarang?

You: “Aku suka sama kamu. Kamu udah punya pacar ya?”
Gebetanmu: *Pak Yuri mode on*


Angel’s Stories 

1. Jadi aku pagi ini mesenin makan buat abang Go-Food. Aku pesankan nasi pecel komplit terus pas abang Go-Foodnya tanya, “Pesanan sesuai aplikasi ya kak?”, aku jawab, “Ini buat Bapak, ya, Pak. Jadi tidak usah diantar ke rumah saya, Pak”. Nah terus bapaknya tanya, “Ini beneran, Kak? Bukan prank kan, Kak?” Aku jawab kalau itu bukan prank. Abis itu Bapaknya doain panjang banget, aku seneng banget, Min. Beliau bilang, “Semoga apa yang diniatkan Kakak dikabulkan Tuhan, semoga sehat selalu dan banyak rezeki, jangan bosan berbuat kebaikan ya, Kak. Sekali lagi terima kasih.” Ya ampun rasanya tersentuh banget dan bisa bikin sedikit mewek hehe. Untuk kalian yang banyak rezeki, jangan lupa untuk berbagi rezeki yaaah!!
– Anonymous –

2. Lagi jaga IGD yang agak nyantai (karena pasien mulai pada takut ke RS) terus dapet kiriman roti beberapa kotak. Pas jam 4 sore lumayan lah buat ganjal perut. Dikirimin agak banyak pula, bisa dibagi ke bagian lain. Syukurlah mulai banyak bantuan dari masyarakat buat kami yang jaga di IGD, garis terdepan RS.
– Dokter jaga IGD di Sukoharjo, Jawa Tengah –

3. Baru banget hari ini kejadian di Stasiun Tanah Abang jam pulang kantor. Kebetulan aku lagi dapet piket kerja di kantor, dan setelah lama ga ketemu manusia, akhirnya hari ini berinteraksi kembali. Semua berawal pas kita lagi dicek suhu kayak jajanan Indomaret sama Pak Satpam sebelum gate check-in. Ibu-ibu di depan tiba-tiba bilang, “Terima kasih masih mau bertugas, ya, Pak. Sehat-sehat terus!” Eh, yang belakang-belakangnya lagi antri ikutan dong, sampe aku akhirnya kayak automatically ikutan gitu. Ternyata gak berhenti di situ, orang-orang yang lihat kita jadi ikutan bilang terima kasih ke petugas-petugas di situ, termasuk mas-mas yang nyemprot lantai kereta saat kereta lagi berhenti. Semua berterima kasih karena mereka masih bersedia melayani. Wow. Today I just witnessed how contagious the act of kindness actually is, and it gives my heart a very warm feeling despite the depressing news these days. Jangan lupa bilang terima kasih ke mereka-mereka yang kurang beruntung untuk bisa WFH ya, guys! Spread the kindness ♥️
– Sarah R., Bintaro –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

You keep buying new books and not reading them? There’s a Japanese word for it and some say, it should enter the English language.