Warga AS Keracunan Disinfektan

84

For when you should always think twice before you speak…

Gambar: cnn.com

Because we have just the perfect example for you.

Spill.
OK. Jadi beberapa hari belakangan ini, lembaga pemerintah yang ngatur soal keracunan di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat lagi kebanjiran panggilan telepon. Isinya? Warga pada nanya, bener nggak sih kalo minum atau nyuntikin cairan disinfektan ke tubuh bisa membunuh racun corona?

Hah kok bisa mereka nanya kayak gitu?
Wait, before we get there, particularly in the state of New York, isu soal cairan disinfektan ini udah menyebabkan lebih dari laporan atas 30 kasus keracunan. Di antaranya ada 9 kasus keracunan Lysol, 10 laporan keracunan cairan pemutih, dan 11 kasus karena cairan pembersih rumah tangga lainnya.

Dude like whyyyy???
Because of the president. 
Jadi minggu lalu, pas lagi konferensi pers, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang bahwa katanya sih, cairan disinfektan (kayak pemutih baju) bisa digunakan untuk membunuh virus seperti Covid-19 yang ada di dalam tubuh. In his words, “And then I see the disinfectant, where it knocks it out in a minute, and is there a way we can do something like that, by injection inside or almost a cleaning? Because you see it gets in the lungs and it does a tremendous number on the lungs. So it would be interesting to check that.”

Tapi emang beneran nyuntikin disinfektan bisa membunuh virus?
Ya menurut lau? WKWKWW…. Bahkan nggak lama abis Trump ngomong gitu, perusahaan-perusahaan disinfektan kayak Lysol dan Dettol langsung mengeluarkan pernyataan yang melarang produknya disuntikkan ke tubuh manusia. Under no circumstances, pokoknya gak boleh.

Tapi masa sih Trump beneran ngomong gitu?
Yhaa sehari setelahnya, Trump bilang bahwa pernyataannya soal disinfektan itu cuma sindiran aja, karena dia pengen liat gimana respons para wartawan. Selain itu, Trump menjelaskan juga bahwa yang dia maksud penggunaan disinfektan itu buat di permukaan tangan aja, bukan ke dalam tubuh.

Now it makes more sense…
Well, not everyone agrees though, karena gak lama setalah ngomongin soal disinfektan itu, kasus keracunan di Amerika Serikat justru malah naik. Karenanya, para ahli kesehatan di sana mengingatkan warga untuk nggak menggunakan cairan disinfektan ke dalam tubuh. “It could definitely kill you,” gitu katanya.

I see. Anything else?
Asosiasi Pusat Pengendalian Racun AS (AAPCC) juga mengonfirmasi bahwa memang ada kenaikan laporan keracunan dibanding di periode yang sama pada tahun lalu. Menurut laporan tersebut, diketahui bahwa sejak bulan Januari-Maret 2020, ada 45.550 panggilan tentang cairan pembersih sebanyak 28.158, dan tentang disinfektan 17.392 kasus. Untungnya gak ada korban jiwa yang meninggal akibat keracunan pembersih ini.