Warga AS Keracunan Disinfektan, Reformasi Hukum di Arab, PSBB diperpanjang, Selat Bosphorus

94

Hello, Tuesday.

Good morning. As you may or may not have noticed, we almost wrap up April. This means, for most of us, we’ve been staying home for more than two months now. We hope that you are staying fit and healthy, and if you’ve been eating an extra bowl of kolak or an extra piece of martabak during buka puasa lately, it’s okay. Don’t be too hard on yourself. As Jameela Jamil once tweeted, “We don’t need to come out of this thin, we need to come out of this alive.” Happy Tuesday. 


For when you should always think twice before you speak…

Gambar: cnn.com

Because we have just the perfect example for you.

Spill.
OK. Jadi beberapa hari belakangan ini, lembaga pemerintah yang ngatur soal keracunan di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat lagi kebanjiran panggilan telepon. Isinya? Warga pada nanya, bener nggak sih kalo minum atau nyuntikin cairan disinfektan ke tubuh bisa membunuh racun corona?

Hah kok bisa mereka nanya kayak gitu?
Wait, before we get there, particularly in the state of New York, isu soal cairan disinfektan ini udah menyebabkan lebih dari laporan atas 30 kasus keracunan. Di antaranya ada 9 kasus keracunan Lysol, 10 laporan keracunan cairan pemutih, dan 11 kasus karena cairan pembersih rumah tangga lainnya.

Dude like whyyyy???
Because of the president. 
Jadi minggu lalu, pas lagi konferensi pers, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang bahwa katanya sih, cairan disinfektan (kayak pemutih baju) bisa digunakan untuk membunuh virus seperti Covid-19 yang ada di dalam tubuh. In his words, “And then I see the disinfectant, where it knocks it out in a minute, and is there a way we can do something like that, by injection inside or almost a cleaning? Because you see it gets in the lungs and it does a tremendous number on the lungs. So it would be interesting to check that.”

Tapi emang beneran nyuntikin disinfektan bisa membunuh virus?
Ya menurut lau? WKWKWW…. Bahkan nggak lama abis Trump ngomong gitu, perusahaan-perusahaan disinfektan kayak Lysol dan Dettol langsung mengeluarkan pernyataan yang melarang produknya disuntikkan ke tubuh manusia. Under no circumstances, pokoknya gak boleh.

Tapi masa sih Trump beneran ngomong gitu?
Yhaa sehari setelahnya, Trump bilang bahwa pernyataannya soal disinfektan itu cuma sindiran aja, karena dia pengen liat gimana respons para wartawan. Selain itu, Trump menjelaskan juga bahwa yang dia maksud penggunaan disinfektan itu buat di permukaan tangan aja, bukan ke dalam tubuh.

Now it makes more sense…
Well, not everyone agrees though, karena gak lama setalah ngomongin soal disinfektan itu, kasus keracunan di Amerika Serikat justru malah naik. Karenanya, para ahli kesehatan di sana mengingatkan warga untuk nggak menggunakan cairan disinfektan ke dalam tubuh. “It could definitely kill you,” gitu katanya.

I see. Anything else?
Asosiasi Pusat Pengendalian Racun AS (AAPCC) juga mengonfirmasi bahwa memang ada kenaikan laporan keracunan dibanding di periode yang sama pada tahun lalu. Menurut laporan tersebut, diketahui bahwa sejak bulan Januari-Maret 2020, ada 45.550 panggilan tentang cairan pembersih sebanyak 28.158, dan tentang disinfektan 17.392 kasus. Untungnya gak ada korban jiwa yang meninggal akibat keracunan pembersih ini.


Who’s revising their law?

Gambar: cnnindonesia.com

Saudi Arabia.
Pada hari Minggu kemarin, negaranya Raja Salman itu mengumumkan bahwa mereka udah resmi menghentikan hukuman mati buat terpidana di bawah umur.

Whaaaat?
Yep, dan nggak cuma hukuman mati gengs, tapi juga hukuman cambuk. Jadi dua hari sebelumnya, lewat dekrit yang dikeluarkan oleh Raja Salman, disebutkan juga bahwa negara tersebut bakal menghentikan hukuman cambuk. FYI, biasanya hukuman cambuk ini dijatuhkan buat tindakan-tindakan kayak berzina, pelanggaran perdamaian, hingga pembunuhan. Hukuman cambuk ini kemudian diganti jadi denda atau dipenjara aja. Nah, dengan adanya peraturan baru ini, ada enam terpidana di bawah umur yang bakal selamat dari hukuman mati.

This is interesting.
Agree. Nah untuk anak-anak di bawah umur tadi, hukuman matinya diganti jadi hukuman penjara maksimal 10 tahun di dalam tahanan remaja.

But like, why dihapus?
Jadi menurut keterangan dari Mahkamah Agungnya Arab Saudi, perubahan ini dilakukan untuk bikin aturan kerajaan jadi sejalan dengan hukum internasional yang memang menghindari hukuman fisik. Selain itu, di masa depan, para hakim juga rencananya bakal bisa milih hukuman selain penjara, kayak community service, misalnya.

Go on…
Selain itu, menurut seorang politisi Arab Saudi, Awwad Alawwad, penghapusan ini juga bisa jadi tolok ukur untuk mengubah hukum pidana di Saudi jadi lebih modern. Beliau menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan visi 2030 kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota.

Catch Me Up! on Saudi Arabia’s death sentence.
Well, 
Arab Saudi memang sering jadi perhatian karena praktek pelanggaran HAM-nya yang menurut para aktivis merupakan paling buruk di seluruh dunia. Selain itu, mereka juga jadi negara yang paling tinggi angka hukuman matinya, yaitu sebanyak 187 kasus pada tahun 2019 aja. Adapun tindakan yang bisa dijatuhi death sentence adalah terorisme, pemerkosaan, perampokan bersenjata, dan narkoba.


What’s having an extension?

Gambar: liputan6.com

Definitely not my eyelashes (though I need it. BADLY).
Can relate. But we’re actually going to talk about PSBB aka Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Heard about it. Any updates?
Yep. Jadi kamu inget kan, bahwa sekitar dua minggu lalu, berbagai daerah di Jawa Barat kayak Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi menerapkan aturan PSBB selama dua minggu untuk menghambat penyebaran virus Covid-19 di daerah-daerah tersebut? Nah kemarin, Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil mengumumkan bahwa kebijakan PSBB akan diperpanjang di daerah-daerah tadi, for another two weeks.

For real?
Iya. Jadi kata Kang Emil dalam keterangannya di Bandung kemarin, sejak PSBB diterapkan pada 15 April lalu di Bodebek, terjadi penurunan tren persebaran penularan Covid-19 di tiga wilayah yakni Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok. Namun begitu, masih terdapat kenaikan kasus di Kota dan Kabupaten Bekasi, sehingga PSBB di Bodebek perlu diperpanjang lagi.

Terus, terus…
Well, memasuki PSBB tahap dua ini, para kepala daerah di lima kabupaten/kota tadi meminta pemerintah pusat untuk menghentikan operasi kereta commuterline aka KRL. Hal ini karena KRL dinilai sebagai salah satu tempat penyebaran virus Covid-19. Selain itu, Bupati Bogor Ade Yasin juga menyebut bahwa PSBB tahap awal kemaren  kurang maksimal, karena masih banyak aturan yang nggak harmonis antara kementerian dan pemerintah daerah.

Olrite. Anything else I should know?
Di Jawa Barat sendiri, angka pasien yang sembuh dari Covid-19 terus meningkat. Adapun berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) kemarin, diketahui bahwa jumlah pasien sembuh adalah 93 orang, naik dari sebelumnya yang berjumlah 87 pasien.


For when you need something to warm your heart this morning…

Gambar: middleeasteye.net

Beautiful update from the Bosphorus Strait, Turkey.
If you’ve been having Turkey in your bucket list, 
pasti kamu familiar sama Selat Bosphorus yang terletak di Istanbul. Selat yang cantik banget ini merupakan wilayah perairan yang membelah Istanbul bagian Eropa dan Asia, dan juga merupakan tujuan wisata yang populer di kalangan wisatawan karena emang pemandangannya yang bagus banget.

Nah, karena Istanbul lagi memberlakukan lockdown sejak minggu lalu, maka Selat Bosphorus yang biasanya dipadati wisatawan dan dipenuhi kapal ferry dan kapal pesiar ini jadi kosong melompong, and as we see in other places, mulai banyak hewan-hewan yang bermunculan di area yang biasanya dipenuhi oleh manusia. Fenomena ini terjadi juga di Selat Bosphorus, di mana warga Istanbul mulai ngeliat lumba-lumba yang berenang deket banget sama pantai. Hal ini bikin para netizen heboh karena biasanya, lumba-lumba jarang banget ada yang berenang sampe sedeket itu sama bibir pantai. Hal ini juga bikin para marine biologists happy karena kemunculan lumba-lumba di Selat Bosphorus menunjukkan ekosistem perairan yang sehat.


“Juni angka corona turun, Juli hidup normal.”

Gitu kemarin kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia Pak Doni Monardo soal prediksi pemerintah terkait penyebaran virus corona di Indonesia. Kata Pak Doni, saat ini aja udah terjadi penurunan angka pasien dirawat, artinya angka yang sembuh di Indonesia juga meningkat, jadi yhaa diharapkan Juli kita udah bisa hidup normal kembali.

What’s the first thing you guys wanna do once this whole thing ends?


Angel’s Stories 

1. Suatu pagi sebelum bulan puasa ini, ada abang tukang roti lewat di gang rumah aku, terus ibu aku manggil buat beli rotinya. Pas lagi mau bayar, ibu aku ngeh ada bapak-bapak lagi liatin kita dari kejauhan. Walau bapaknya pake masker, tapi kita tau dia mau roti juga. Ibuku akhirnya tanya ke si bapak. “Pak, mau roti juga? Sini Pak, pilih mau yang mana,” kata ibu. Si Bapak awalnya nolak, tapi ibuku bilang gak apa-apa. Akhirnya si bapak mendekat dan minta roti cokelat. Akhirnya ibuku bayar Rp50 ribu (total Rp38 ribu) tanpa minta kembalian ke abang rotinya. Aku terenyuh, dan makin sayang sama ibuku. Semoga ibu kita semua selalu diberi kesehatan ya! 🙂
– Jakarta Selatan –

2. Beberapa minggu yang lalu gw mudik dari Jakarta ke Sumbawa. Sumbawa bukanlah my hometown, di sini gw juga rantau untuk nuntut ilmu. Pertama gw memutuskan untuk mudik, sempat mikir, gw tinggal dimna yah, ngga punya family, jauh dari parents. Tapi gw punya teman orang Sumbawa yang care banget, begitupun family-nya sangat care ke gw. Ternyata pas nyampe di Sumbawa, gw sudah disiapin rumah utuk karantina. Ditambah lagi kebutuhan gw ditanggung sama beliau selama masa karantina gw. Terharuuu banget sih kok bisa ada manusia yg sebaik ini. Thanks for your kindness to me.
– Anonymous –

3. Mau cerita sedikit aja. Ibu gue jualan makanan. Selama masa pandemi ini, keuntungan dari jualan kadang gak tetap. Paling sedih kalo makanannya sisa. Suatu hari, makanan sisa lumayanan banyak. Nyokap tiba-tiba bungkusin itu makanan dan dibagiin buat tukang sampah deket rumah. Katanya, berbuat baik jangan setengah-setengah, siapa tau bisa jadi berkah dan rezeki buat kita ke depannya. Terharu punya Ibu yang baiknya gak ketolongan. Sehat terus ya bu :”)
– Anonymous –

4. Jadi, beberapa hari lalu, ketua RT komplek rumah aku ngajak setiap rumah untuk donasi seikhlasnya yang nanti akan dibelikan nasi bungkus untuk para ojol. Terus tadi siang ada yang share video di grup WA komplek, isinya satpam komplek lagi bagiin nasi ke abang-abang ojol yg udah ngantri. Seneng banget liatnya 🙂
– Sebut saja Milea –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Don’t call yourself a cat person if you don’t know these many types of cats.