Studi Baru tentang Kucing

88

For when your cats have been so naughty lately…

Gambar: cnn.com

Kucing kamu suka tiba-tiba nendangin gelas di atas meja? Atau suka out of nowhere berantakin tissue? Well, jangan langsung marahin si mpus gengs, maybe it’s because… they miss you.

What? Really?
Yep. Hasil penelitian di Brasil menunjukkan bahwa kucing juga bisa mengalami separation anxiety alias gangguan kecemasan akibat berpisah sama owner-nya. Hasilnya, sifat si kucing cenderung lebih agresif.

Interesting. I thought my cats like living alone.
Yep, we think so too. Tapi ternyata nggak kok gengs. Jadi dalam penelitian ini, kucing-kucing yang menjadi target penelitian, ditinggalkan di rumah oleh pemiliknya. Mereka lalu dimonitor oleh penghuni rumah lain atau tetangga, dan hasilnya, 67% kucing menunjukkan tanda-tanda separation anxiety yang ditandai dengan lebih banyak mengeong, lebih agresif, pipis sembarangan, hingga menunjukkan tanda-tanda depresi.

Whoaaa interesting.
Wait till you hear this: 
Penelitian tadi juga menunjukkan bahwa kucing cenderung bersikap lebih buruk di rumah-rumah yang nggak ada penghuni perempuannya, atau penghuni perempuannya cuma satu. Hal ini nggak lain karena perempuan cenderung lebih penyayang sama hewan peliharaan dibanding laki-laki.

Good to know. Anything else?
Well, penelitiannya juga menunjukkan bahwa kucing yang dipelihara oleh orang-orang berusia antara 18 hingga 35 tahun cenderung lebih stress dibanding yang dipelihara oleh orang tua. Alasannya? Karena pet owners berusia muda cenderung lebih menghabiskan banyak waktu dengan bersosialisasi daripada fokus sama peliharaannya. Sebaliknya, kucing-kucing yang dipelihara sama orang tua diketahui lebih bahagia karena mereka lebih care. 

:3 :3 :3