Studi Baru Polusi dan Corona

88

For when you need more reasons to wear face masks in public…

Gambar: dw.com

Not so good news for you.
Karena baru-baru ini, penelitian dari para ilmuwan di Harvard menemukan bahwa semakin tinggi polusi udara di satu wilayah, maka semakin tinggi juga risiko kematian buat orang-orang yang terinfeksi corona di wilayah tersebut.

Oh no…
Iya, jadi menurut para ilmuwan ini, ditemukan bahwa kalo kamu sering terekspos ke polusi udara, maka kemungkinan kamu untuk menderita dampak corona yang parah juga makin besar. Pada akhirnya, kemungkinan kamu untuk meninggal juga jadi makin tinggi.

Terus maksudnya ngasih tau info ini apa?
Well, in case di antara kamu ada yang kerja di government, para peneliti tadi memberikan imbauan buat pemerintah yang tingkat polusi udara di daerahnya tinggi untuk nyiapin ventilators yang lebih banyak. Selain itu, pemerintah juga disarankan untuk memastikan bahwa kebijakan physical distancing bener-bener diterapin dengan ketat di daerahnya *uhuk* Pak Anies *uhuk*.

This is such an interesting finding, though. 
Agreed. Jadi menurut para peneliti ilmu paru di Amerika Serikat, studi ini juga makin membuktikan betapa bahayanya partikel polusi yang sering dihirup oleh masyarakat. Sejauh ini, kita udah tau bahwa polusi bisa memperparah penyakit paru-paru, memicu stroke, serangan jantung, hingga menyebabkan kanker paru. Nah, dengan studi ini, ada satu lagi nih penyakit yang dipicu sama polusi: coronavirus.

I see. Anything else I need to know?
Berdasarkan studi ini, para peneliti tadi juga menekankan perlunya pemetaan tinggi-enggaknya level polusi secara global. Menurut mereka, dengan adanya pemetaan ini, maka pemerintah setempat juga bakal lebih mudah memitigasi daerah mana yang kemungkinan bakal terdampak paling parah oleh corona.