Protes Kebijakan Karantina

78

Who’s singing, “Are we out of quarantine yet”?

Gambar: okezone.com

Taylor Swift.
Mehehe itu “Are we out of the woods?”, Kak. But well, close enough. Speaking of quarantine, warga di beberapa negara bagian di Amerika Serikat pada weekend kemarin menggelar protes yang mendesak pemerintahnya mencabut semua aturan soal stay-at-home orders.

Errrr…
Ya begitulah. Jadi ada ribuan orang yang menggelar aksi di berbagai negara bagian kayak Arizona, Colorado, Montana, dan Washington, pada hari Minggu kemarin. Isi dari protesnya adalah mereka menentang aturan physical distancing yang diberlakukan oleh para gubernur daerahnya masing-masing terkait Covid-19. FYI, protes ini bukan yang pertama, tapi sebelumnya udah ada demo di enam negara bagian lain.

Wait, aksi demonya ini soal apa sih?
Yhaa soal desakan warga buat para gubernurnya biar buru-buru mencabut semua aturan stay-at-home terkait corona. Jadi kan sekarang ini di Amerika Serikat banyak negara bagian yang mengatur bahwa bisnis-bisnis yang non-essentials (bukan termasuk bisnis yang terkait dengan kesehatan, bahan pokok, finansial, dan utilities) diimbau untuk nggak buka dulu…

Go on.
Nah, kebijakan ini, menurut para peserta aksi, jelas-jelas melanggar peraturan undang-undang. Karenanya, para warga kemudian menuntut para gubernurnya untuk membuka lagi perekonomian.

Tapi kan… bukannya AS punya kasus Covid-19 paling banyak ya?
True.  Sekarang ini, AS jadi epicentrum Covid-19 global dengan lebih dari 735.000 kasus dan sekitar 40.000 kematian. Makanya, pemerintah di berbagai negara bagian pada menerapkan pembatasan aktivitas publik (kayak semacam PSBB versi AS). Jadi ya sekolah libur, kantor dan pabrik ditutup sementara, rumah ibadah juga nggak dibuka untuk jamaah, restoran nggak boleh nerima pelanggan di tempat, etc. Ada sekitar satu dari 3 warga AS yang terpaksa melakukan karantina di rumah karena kebijakan tersebut.

Yang menyebabkan…
Bertambahnya pengangguran. Sejauh ini, data dari Departemen Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa ada hampir 22 juta orang yang udah mengklaim tunjangan pengangguran (unemployment benefits) di AS. Saat ini, angka pengangguran di AS mencapai 4,4% dan diprediksi bakal menyentuh angka 15% pada bulan depan akibat corona.

So, does Trump have anything to say about this?
Yep. Trump sih setuju-setuju aja dengan para peserta aksi. Beliau bahkan udah mengeluarkan guideline buat membuka kembali negaranya dengan dokumen yang namanya “Opening up America again”. Isi dokumennya adalah langkah-langkah buat para negara bagian untuk mengakhiri stay-at-home orders. Beda kayak di sini yang final decision-nya dipegang pemerintah pusat, keputusan untuk lockdown/stay-at-home orders di Amerika Serikat dikeluarkan oleh gubernur negara bagian masing-masing. Makanya walaupun Trump pengen membuka lagi ekonominya, namun yang punya otoritas melakukan hal tersebut adalah the governors…

So, what do the governors say?
Yaaa ada yang mau buru-buru buka, ada yang enggak. Negara-negara bagian kayak Georgia, South Carolina, dan Tennessee bilang bahwa mereka bakal mulai pelan-pelan buka lagi per minggu depan. Sedangkan negara bagian kayak Michigan justru memperpanjang stay-at-home orders-nya sampe akhir April karena tingginya angka infeksi Covid-19 di sana.