Pemda dan PSBB, Tempat Wisata China Penuh, Wagub DKI Jakarta, Perdana Menteri Irlandia

111

Hey, Tuesday!

If you’re like us aka spending most of your free time binge-watching Friends on Netflix, you must’ve remembered the lyrics to the theme song, which, weirdly enough, applies to most of us lately. It just feels… it hasn’t been our days, our weeks, our months, or even our year *sigh*. But… fret not, as the song continues, we’ll be there for you, well at least every Monday-Friday at 6am mehehehe.

Meanwhile, let’s Catch Up! on…


Pemda yang butuh kepastian…

Gambar: kabar.24.bisnis.com

Butuh kepastian like my relationship? Wkwk…
Iya, dong. Reassurance is key! Anyway, beberapa hari ini banyak pemerintah daerah (pemda) yang minta kepastian dari pemerintah pusat, especially tentang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah mereka masing-masing.

Wait… Remind me what PSBB is again, please?
You got it. Basically, PSBB itu kayak karantina wilayah, tapi ngga completely dikarantina, secara logistics dan transportasi masih bisa lewat perbatasan untuk hal-hal yang urgent. Jadi, PSBB itu diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) No.9 Tahun 2020, which states that kepala daerah harus menyampaikan usulan (penerapan PSBB) ke menteri, dengan data jumlah kasus positif dan kematian yang nyebar dengan cepat, dan gambaran epidemiologis yang mirip sama daerah terdampak lain. Intinya, pemerintah daerah harus lampirin data lengkap dengan kurva epidemiologi ke pemerintah pusat.

OK, go on.
Yes, berhubung virus corona nyebarnya cepet banget, ada beberapa kepala daerah yang ingin kepastian dari pusat untuk menghambat penyebarannya. Mereka masing-masing punya wishlist, which includes the following:

  • DKI Jakarta: Gubernur Anis Baswedan meminta agar DKI Jakarta ditetapkan sebagai daerah penerapan PSBB.
  • Jawa Barat: Gubernur Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat agar melarang warga untuk mudik, menambah alat rapid test, mempercepat proses pemeriksaan Covid-19, setidaknya ada dua juta orang yang harus dites di Indonesia, dan meminta pemerintah pusat untuk memfasilitasi komunikasi antar tiga provinsi; yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jabar aka Jabodetabek.
  • Jawa Timur:
    • Kota Malang: Wali Kota Malang Sutiaji meminta ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menerapkan PSBB.
  • Jawa Tengah:
    • Kota Surakarta:  Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat untuk melarang mudik demi mencegah corona.
  • And the list goes on…

Wah banyak ugha ya…
Iya. So far, menurut Menkes Terawan Agus Putranto, baru ada empat daerah yang mengajukan penetapan PSBB ke Kemenkes. Daerah-daerahnya adalah Provinsi DKI Jakarta; Kab. Fakfak, Papua Barat; Kab. Mimika, Papua; dan Kota Tegal, Jawa Tengah.

I see… Keempat daerah tadi udah ada yang ditetapin jadi PSBB?
Not yet. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo bilang bahwa sampai Senin siang kemarin belum ada daerah yang disetujui menetapkan status PSBB. Hal ini karena kepala daerah belum lengkapin syarat-syarat administrasi untuk tahu apakah daerah itu udah siap atau belum untuk menerapkan PSBB.

But, Sekjen Kemenkes Oscar Primadi baru aja bilang kalau Menkes Terawan setuju untuk menerapkan PSBB di DKI Jakarta, keputusannya akan keluar pada Senin malam, dengan syarat Pemprov DKI harus lengkapin dokumen-dokumen yang diperlukan dalam dua hari.

Wah, kalau PSBB berarti apa aja yang dilarang?

PSBB means:

  1. Sekolah, kuliah, dan kerja di rumah.
  2. Ibadah di rumah.
  3. Pembatasan fasilisitas umum (kecuali toko sembako/supermarket, apotik, rumah sakit/pelayanan kesehatan and tempat kegiatan olahraga).
  4. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya.
  5. Pembatasan moda transportasi, kecuali untuk transportasi barang dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk;
  6. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Where would you go after the quarantine?

Gambar: cnn.com

Probably the beach. Why?
Well, as you know
, setelah beberapa bulan lamanya China ter-lockdown dan akhirnya sekarang udah gak di-lockdown lagi, well… guess what? Weekend kemarin, tempat-tempat wisatanya langsung penuh dengan ribuan pengunjung even though masih ada warning dari pemerintah tentang wabah virus corona.

Really…?
Yep. Last Saturda
y aja, di provinsi Anhui, khususnya di Huangshan Mountain Park, udah ada 20.000 pengunjung sebelum jam 8 pagi! Jadi, pihak tamannya sampe harus bikin pengumuman kalau kapasitas tamannya udah penuh dan gak muat lagi untuk pengunjung lain. Di Shanghai, Bund Waterfront-nya juga udah rame lagi sama pengunjung. Restoran-restoran di sana juga udah mulai buka dan butuh reservasi untuk makan di sana.

Whoaa segitunya… Emang berapa lama sih mereka di-lockdown?
Lama ugha. Warga China di-lockdown for almost lebih dari empat bulan! Kebayang dong ya, how desperate they were for some fresh air! Anyway, so far, China punya total kasus corona sebanyak 82.641 kasus dan 3.335 kematian. Senin kemarin, mereka masih ngelaporin ada 39 kasus baru, tapi rata-rata imported cases.

I see… Jadi mereka udah bisa jalan-jalan walaupun masih ada kasus baru?
Iya. But, setelah foto-foto turisnya kesebar di internet, ada peringatan di korannya pemerintah, The People’s Daily, untuk gak ngumpul-ngumpul lagi. Menurut Zeng Guang, Chief of the Chinese Center for Disease Control and Prevention, China belum tau kapan “akhir” dari epidemik ini, tapi baru masuk ke tahap baru. Seorang ahli dari Hong Kong, Yuen Kwok-yung, juga bilang kalau kemungkinan bakal ada “a new wave” dari kasus-kasus di China, which refers to kasus-kasus yang diimpor dari Eropa dan Amerika.

Anything else I should know?
Para ahli juga pada khawatir tentang kasus-kasus corona yang diimpor, sekaligus kasus OTG (orang tanpa gejala) yang mungkin bakal nyebar tanpa diketahui. Di Hong Kong aja, dalam waktu dua pekan, infeksi dari imported cases naik, dari 317 jadi 900 kasus. Intinya ya harus tetap waspada aja ‘cause corona is not over yet.


Who’s not single anymore?

Gambar: detik.com

Definitely not me. Thanks for asking 😛
LOL. Nope, we’re talking about Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan, yang setelah belasan purnama lamanya, akhirnya dapet pendamping juga.

Wah siapa??
None other than Pak Ahmad Riza Patria dari partai Gerindra. Beliau adalah Ketua DPP Partai Gerindra dan juga salah satu juru bicara (jubir) resmi partai tersebut. Pak Riza juga pernah jadi anggota DPR RI pada periode 2014-2019, waktu itu beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Terus, tahun lalu terpilih lagi jadi anggota DPR-RI periode 2019-2024 mewakili dapil Jawa Barat 3 (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor). Sebelum jadi anggota DPR, beliau pernah jadi anggota KPUD DKI Jakarta tahun 2003-2008.

Btw, terpilihnya gimana?
Jadi, pemilihannya dilakukan pada Senin siang kemarin dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. Awalnya ada dua calon wagub,  Ahmad Riza Patria (Gerindra) dan Nurmansjah Lubis (PKS). Terus, 100 anggota DPRD DKI Jakarta masing-masing punya hak untuk milih pilihan mereka masing-masing. And… menurut Ketua Panlih Wagub DKI, Farazandi Fidinansyah, Pak Riza dapet 81 suara dari total 100 suara, sedangkan Pak Nurmansjah dapet 17 suara, dan ada dua suara yang gak sah.

Terus, terus?
Well… obviously secara dapet suara terbanyak, beliau lah yang terpilih jadi Wagub DKI Jakarta. The next step is that DPRD DKI Jakarta harus ngelaporin hasilnya ke Kementerian Dalam Negeri untuk kemudian dilantik secara resmi.


Meet the prime minister and the doctor…

Gambar: cnn.com

Leo Varadkar, Ireland’s Taoiseach (Prime Minister), bakal bantuin para dokter untuk nanganin pasien Covid-19 di Irlandia.  Perdana Menteri Leo baru aja ngedaftar ulang jadi dokter supaya bisa ikut nanganin pasien Covid-19. Beliau dapet satu shift per minggu untuk praktik. Sebelum jadi perdana menteri, Pak Leo ini adalah seorang dokter selama tujuh tahun. Kemudian beliau terjun ke dunia politik pada 2013. Setelah ngedaftar ulang jadi dokter, beliau akan melakukan pengabdian di Health Service Executive (HSE) Irlandia seminggu sekali di bagian phone assessment untuk bantu para frontlines.

Kring, kring…


“I made this in a hurry for Smile and Safe hands! Wash it! Smile ! Protect it!”

Kata Pikotaro, artis Jepang yang terkenal dari lagunya “Pen Pineapple Apple Pen” aka PPAP.  Pikotaro baru aja ngubah lirik lagu hits-nya itu jadi lirik supaya kita gak lupa cuci tangan. Judulnya juga diganti jadi “Pray for People And Peace” which goes like this:  “I have a hand, I have a soap. Uh! Wash! Wash! Wash! Wash…”

Brb flashback dulu ke 2016…


Angel’s Stories 

1. Bukan cerita sih, tapi ingin kirim peluk dan semangat aja untuk semua calon pengantin di masa pandemik ini 🤗💕 Hari minggu kemarin, kami sekeluarga besar ‘nobar’ akad sepupu via video call. Pernikahan yang udah disiapkan setahun lebih dan pacaran sejak masa kuliah, ternyata harus dilakukan dalam acara yang amat sangat intimate di rumah :’) Yakin banget sih bahwa kejadian sepupuku ini enggak sendirian. Terima kasih ya sudah berbuat baik untuk banyak orang di awal rumah tangga kalian. Semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan sampai maut memisahkan 💕
– J. Jasmine –

2. Mantan gue suka ngajakin makan orang-orang yang ada di jalanan. Terus setiap naik ojek online, selalu bekal cemilan sama minuman buat abang ojolnya. Habit-nya ini nular ke gue, sampe sekarang masih suka gue tiru :”) Jadi pernah tuh malem sekitar jam setengah 12an berhenti makan pecel ayam di pinggir jalan, terus ada anak kecil cewek sendirian berdiri gak jauh dari meja kita sambil ngeliatin kita makan. Lesu banget mukanya. Tiba-tiba mantan gue manggil anak itu dan langsung ngajakin makan bareng. Akhirnya duduk makan bertiga. Anak kecilnya nangis terus bilang, “Kak, makasih ya, aku padahal gak pernah makan ayam sebelumnya.” :”) Mantan gue seketika bikin gue sadar buat selalu perhatiin hal sekecil apapun di sekitar. Sadar untuk ngebantu orang lain, nyenengin, atau sedikit meringankan bebannya 🙂
– D –

3. Aku mahasiswa salah satu universitas di Semarang. Selama pandemik corona ini, aku memutuskan buat tetap stay di sini, karena takut malah bawa penyakit ke tempat asalku di Medan. Selama ini masih belum ngalamin kendala sih, tapi malah sedih ngeliat ojol yang harus tetap kerja di luar meskipun sepi orderan. Finally, aku sisihin sedikit uang aku (dikit, soalnya masih mahasiswa huhuhu) untuk bantu para driver di Semarang. Tepat di jam makan siang, aku order 5 makanan berbeda-beda dan ngasih itu buat driver-nya semua. FYI, setelah semua orderan selesai, malah aku yang gak jadi makan, karena ujan deres banget, gak bisa ke warteg hahahaha. But I’m proud of myself <3
– Anonymous –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

From thinking about calling your ex, learning how to cook, to speaking to your pets, we’ve done it all (well, most of them). No one does quarantine better than these guys.