Pelantikan Wagub DKI

98

Who’s finally not single anymore?

Gambar: tempo.co

Definitely not me.
HEHEHE can relate ūüėČ But we’re actually talking about Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan.

Hah, Pak Anies emang sebelumnya single?
Iyaa,¬†single¬†dalam memimpin¬†Jakarta, gengs. Jadi kalo kamu masih inget, tahun 2019 lalu, Pak Anies ditinggal wakilnya, Bang Sandiaga Uno, yang waktu itu mau maju sebagai cawapresnya Pak Prabowo. Meski akhirnya kalah, Bang Sandi nggak balik lagi jadi wagub. Since then, Pak Anies had been ‚Äėsingle‚Äô… until yesterday.

What about yesterday?
Jadi kemarin, Presiden Jokowi udah resmi melantik wakil gubernurnya Pak Anies, seorang politisi Gerindra yang sebelumnya merupakan anggota DPR RI, Ariza Patria. Bang Riza ini resmi jadi cawagub setelah pada voting yang dilakukan di DPRD DKI minggu lalu. Namanya menang telak dibanding calon yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurmansjah Lubis, dengan perbandingan 81:17 suara.

Whoaa jauh uga yha…
Begitulah. Setelah resmi terpilih, kemarin Bang Riza udah dilantik sama Pak Jokowi di Istana Merdeka dan langsung ngantor di Balai Kota. Bang Riza bila, dirinya bakal patuh dan taat pada peraturan pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai wagub. Selain itu, Bang Riza juga bilang bahwa saat ini, dia bakal fokus bantuin Pak Anies menanggulangi Covid-19 di ibu kota.

Well, does Pak Anies say anything?
Yep. Dalam unggahan Instagram-nya kemarin, Pak Anies¬†nge-upload¬†foto bareng Bang Riza dengan¬†caption,¬†“Menyambut Bang Riza di Balai Kota hari ini, setelah resmi dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.‚ÄĚ

Olrite. Can you summarize his resume? Never heard his name before…
You got it. Jadi Bang Riza ini sebelumnya adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Komisi II, yang memang membawahi urusan dalam negeri. Nah, di tahun 2012 lalu, Bang Riza sempet juga maju jadi cawagub DKI bareng Hendardji Soepandji, dan waktu itu, dari enam pasangan calon, yang menang adalah pasangan Jokowi-Ahok. Tebak Hendardji-Riza ada di urutan ke berapa? Keenam alias urutan paling buncit dengan dukungan suara 1,98 persen suara aja. Who knows that 7 years later, beliau bisa beneran landing di kursi DKI 2.