Monday COVID-19 Updates, Dinas Pemakaman DKI Jakarta, Trafik Internet, Robot Perawat

117

Hello again, Monday!

Fourth week of social distancing. At this point, we are already getting used to our new routines of WFH, and we are now officially awarded a new title as the Bachelor of Zoom Technology from Quarantine University. We’ve been Zoom-ing with our loved ones way too often and pssst… We have something exciting coming up soon! In the meantime…


Monday is for corona updates…

Gambar: kompas.com

Yep, tell me, tell me!
You got it. First stop… home. 

  • Jadi update terbaru kemarin, pemerintah Indonesia mengumumkan total kasus positif corona di Indonesia udah mencapai 2.273 kasus, dengan 198 orang meninggal, dan 164 orang sembuh.
  • Sad news from our frontline heroes… 🙁 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, sejauh ini udah ada 18 orang dokter di Indonesia yang meninggal karena terjangkit corona.
  • Kemarin, pemerintah baru aja ngeluarin kebijakan baru yang mengharuskan seluruh masyarakat Indonesia untuk pake masker ketika terpaksa berkegiatan di luar rumah. Hal ini sesuai sama rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk mencegah corona.
  • Ada beberapa standar masker yang bisa dipake, yaitu untuk masayakat umum boleh pake masker dari bahan kain, sedangkan untuk tenaga kesehatan wajib pake masker bedah atau masker N95. Adapun untuk jangka waktu pemakaiannya, pemerintah nganjurin bahwa untuk penggunaan masker kain, maka maksimal pemakaian adalah empat jam. Setelah itu, masker bisa dicuci dan digunakan kembali.
  • Selain pake masker, pemerintah tetap nganjurin untuk jaga jarak, cuci tangan pake sabun dan air mengalir, dan nggak keluar rumah kalau nggak ada keperluan penting.
  • Kemarin, pemerintah juga menyampaikan bahwa mereka baru aja menerima dana sumbangan sebesar Rp82,5 miliar dari masyarakat yang rencananya akan digunakan untuk menangani wabah corona di tanah air.

Also, on economy…

  • Sebagai efek dari penyebaran virus corona di Jakarta, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta bilang bahwa udah ada 30.137 pekerja yang di-PHK dan 132.279 pekerja yang dirumahkan.
  • Sedangkan di Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga menyebut bahwa saat ini, udah ada 43.000 pekerja di 502 perusahaan skala kecil hingga besar yang dirumahkan atau di-PHK.
  • Begitu juga dengan provinsi Jawa Tengah yang melaporkan bahwa tercatat sudah ada 2.869 buruh yang di-PHK dan 454 dirumahkan tanpa upah.
  • Sedangkan di Jawa Timur, ada 6.111 pekerja yang dirumahkan dan 852 pekerja yang di-PHK.

And globally…

  • Per kemarin, angka positif corona secara global sudah menembus angka 1.226.644 orang di seluruh dunia, dengan kasus tertingginya ada di Amerika Serikat dengan total kasus 312.245.
  • Di Filipina, ada pria berusia 68 tahun yang ditembak mati gara-gara nolak pake masker dan ngancem pengurus desa dan polisi setempat pake sabit. Jadi emang baru-baru ini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan satuan polisi dan militernya untuk nembak siapapun yang melanggar hukum di masa pandemi. Tsk tsk tsk…
  • Kemarin, Belanda mengalami penurunan angka kematian akibat coronavirus yang sangat signifikan. Jadi kemarin itu, angka kematiannya adalah 115 orang, hal ini menurun jauh dibanding hari sebelumnya yang menyentuh angka kematian sebanyak 164 orang dalam satu hari.
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada minggu lalu menulis untuk 10 media besar di Eropa terkait tantangan yang dihadapi Uni Eropa terkait wabah coronavirus ini. Menurutnya, wabah corona menjadi cobaan yang berat untuk solidaritas Uni Eropa sebagai institusi multi-negara. Ia juga menyebut bahwa untuk membangun kembali ekonomi negara-negara Uni Eropa, maka dibutuhkan kerjasama yang kuat dan didukung penuh oleh warganya.
  • Dalam keterangannya kemarin, China juga menyatakan bahwa negaranya tidak akan membatasi kuota ekspor alat-alat kesehatan untuk dikirim ke negara lain. China menyebut, seiring dengan semakin berkurangnya kasus baru di dalam negeri, maka Negeri Tirai Bambu itu berkomitmen untuk membantu negara-negara lain yang masih berjuang menghadapi corona.

Repeat after us: This, too, shall pass…


What number has increased due to  coronavirus?

Gambar: detik.com

The number of my weight, thanks for asking.
Lol, not that. Tapi sesuatu yang bikin kamu bertanya-tanya…

OK. Apa tuh?
Jadi apparently, berdasarkan data statistik dari Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta, jumlah pemakaman di Jakarta pada Maret kemarin angkanya mencapai 4.400 prosesi. Angka ini adalah yang tertinggi kalo diitung per bulan sejak Januari 2018 dengan angka lonjakan sebesar 40 persen.

Whooaa… Is it because of coronavirus?
Belum tau juga yhaa tapi sih Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan dan beberapa ahli kesehatan juga udah curiga bahwa jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 itu lebih gede daripada yang dilaporin.

Gimana emang kata Pak Anies?
“It is extremely disturbing,” gitu kata Pak Anies dalam keterangannya minggu lalu. Pak Anies bilang, dia juga lagi berusaha nyari tahu kalo-kalo ada alasan lain di balik fenomena tersebut, selain angka kematian akibat Covid-19 yang nggak terlaporkan. Hal ini nggak lain karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka tes corona terendah di dunia.

I don’t like what I am about to hear…
Us, too. Tapi ya gitu. So far, Indonesia baru melakukan tes terhadap 7.621 orang. Terus, ada sebanyak 2.274 orang yang positif corona, dan ada 198 orang yang meninggal karena wabah tersebut. Ada pun korban meninggal terbanyak ada di DKI Jakarta, dengan total kasus 1.028, dan jumlah yang meninggalnya ada 89 orang. FYI juga, Indonesia adalah negara dengan angka kematian akibat corona terbesar di Asia, selain China.

I see, anything else?
Well, masih kata Pemprov DKI, saat ini staf di rumah sakit yang menangani pasien corona udah melakukan tindakan pencegahan atas 438 jenazah yang diduga meninggal akibat corona sejak 6 Maret hingga 2 April ini. Adapun tindakan pencegahan ini maksudnya adalah para staf RS memastikan bahwa jenazah telah didisinfeksi dahulu, sebelum dikebumikan.


When everyone’s screen report is increasing up to 100% lately…

Gambar: unsplash

We don’t know bout’ you, tapi kita sih kerjaannya streaming video kucing tiap hari sampe ketiduran.
Nah, assuming everyone is like us *no judging*, penggunaan internet dunia gara-gara banyak orang yang under quarantine jadi membludak. Data terbaru yang berhasil dihimpun oleh perusahaan data analytics asal Australia, KASPR Datahaus, menunjukkan bahwa mulai terjadi tekanan atas infrastruktur internet global gara-gara peningkatan aktivitas internet akhir-akhir ini.

But like, I only watch one episode of “Stranger Things” a day…
Still. Kan masih ada yang kuliah online, sekolah online, kerja online, and the obvious: dating online LOL. So anyway, data ini meneliti penggunaan internet di negara-negara yang mengalami lockdown maupun imbauan social distancing yang tegas. Hasilnya, penggunaan internet di negara-negara kayak Italia, Spanyol, Swedia, Iran, dan Malaysia meningkat, hingga menyebabkan tekanan terhadap jaringan internet di sana.

Tell me more….
Selain di negara-negara tadi, laporan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa terjadi kenaikan traffic internet sebesar 32 persen sejak 1 Maret 2020 kemarin. Dan kalo kamu jadi main game mulu selama WFH, yha gpp juga, karena, you’re not alone…

Wait. I thought W in WFH stands for “Work….”
It is,
 tapi laporan dari Nokia menunjukkan bahwa ada 400% kenaikan akses main games di Amerika Serikat sepanjang 16-22 Maret kemarin. Selain itu, terjadi juga 1,2 miliar kali downloads of mobile games di minggu terakhir Maret.

I see. Anything else?
Yep. FYI, 
selama periode social distancing ini, aplikasi hape yang paling banyak di-download di US adalah aplikasi belanja online kayak Instacart, Walmart Grocery, dan Shipt. Selain itu, aplikasi online untuk meeting dan kuliah juga laris manis, and finally, aplikasi kesehatan dan fitness.

And the least downloaded?
100% right if you guess travelling app. Jadi aplikasi yang paling jarang di-download di US selama periode social distancing ini adalah aplikasi travel, aplikasi musik (kayak podcast), dan aplikasi transportasi online.

So, ready for another “couch potato” day today?


For when the Covid-19 is too dangerous for medical staff…

Gambar: Arab News

Meet Tommy.
Satu dari enam robot perawat yang dipekerjakan di rumah sakit Varese Hospital, Italia, untuk membantu tim medis dalam merawat pasien positif corona. Jadi secara virus ini mudah banget menular, Tommy dkk akhirnya muncul untuk membantu para tenaga medis di rumah sakit tersebut dalam memenuhi kebutuhan pasiennya, namun dengan kontak yang seminimal mungkin. Jadi, robot canggih seukuran anak kecil ini memiliki sensor sentuh yang bisa merekam pesan dari pasien untuk disampaikan ke para petugas medis. Dengan adanya Tommy, para tenaga kesehatan ini jadi terbantu, nggak cuma untuk membatasi kontak fisik dengan pasiennya, namun juga menghemat penggunaan APD yang makin langka di negara tersebut. Selain itu, kalo capek, Tommy juga tinggal diganti baterai aja.


“NO CORONA PARTIES. They’re illegal, dangerous, and stupid.”

Gitu kata Gubernur New Jersey Phil Murphy pas tau ada warganya yang kumpul-kumpul untuk menggelar tribute night untuk band rock asal Inggris, Pink Floyd. Acara yang dihadiri sekitar 30 orang penggemar Pink Floyd itu akhirnya dibubarkan polisi dan para peserta yang hadir disuruh untuk pulang dan nurut sama seruan pemerintah untuk melakukan social distancing.

Sekangen-kangennya kamu sama Senoparty, teteup jangan corona party…


Angel’s Stories 

1. Kejadiannya waktu dulu gw sama mantan gue. Yhaa inget lagi kan 😭 Kebetulan lagi berantem sambil dia jemput gue, biasalah ya… pasti ada aja berantemnya. Pas dia nyampe jemput gue, mukanya masih jutek, nah sambil kita berdebat.. di seberang sana ada nenek-nenek pengen nyebrang, akhirnya dia gandeng tangan gue, kita nyebrang bantuin si nenek itu. Tangan kanan nenek, gw pegangin untuk nyebrang, dia pegangin tangan kiri nenek. Lokasinya di Jalan Raya Bogor yang kenceng banget lalu-lalang motor. Setelah nyebrang, kita bantuin nenek cari angkot, tak lupa kasih uang .. Well, setelah itu gw salut banget sama mantan gue.. Bikin gue sadar kita harus baik dan peduli ke semua. Hai mantan, semoga kamu baca Catch Me Up! ini ya tiap pagi 😂
– Tita –

2. Ga hari ini sih, tapi pas masih kuliah, siang-siang panas-panas, pernah ada teman yang motornya mati karena habis bensin, lalu aku dan temenku yang lain, sekalian mau keluar jadi dorongin motor (dengan dorong pijakan kaki motornya) dia ke pom bensin terdekat dari kampus. Pas setengah perjalanan, ada orang naik motor nanya, “Mau ke pom bensin ya, Mas? Dilepas aja, sini saya yang dorongin” Akhirnya kami cuma ngintilin dari belakang dan motornya didorongin mas-mas tidak dikenal itu. Sampe pom bensin, ternyata pemilik motor habis bensin juga. Gak kenal siapa yang nolong, dia bilang itu malaikat. Huhu senang sekali…
– Hihu, Bogor –

3. An old friend of mine is doing internship and living in Surabaya. Gw tau, sebagai anak magang, keuangan dia belum stabil karena yaa namanya juga internship, jadi bayarannya jauh di bawah UMR. Hidup merantau sendirian dengan duit pas-pasan pasti berat. But it’s not the reason for her not doing kindness. Di saat-saat kayak gini, dia pengen tetep donasi (of course it’s about corona virus). So you know what she did then? Dia jual jasa gambar ilustrasi. Yes, bahkan dia ga matok harga yang tinggi. Of course I think the customers should pay more (because of the quality too). Intinya, ada banyak cara berbuat kebaikan, jangan banyak alasan. Ketika kita berniat baik, Allah pasti bantu dan buka jalan buat kita. Let’s spread kindness, everybody 🙂
– Nurdiyanti –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

For when you want to see (and hear) something warm, watch this pianist play classical music for blind and injured elephants.