Layanan Kesehatan Mental

147

When the Covid-19 has slowly taken a toll on your mental health…

Gambar: unsplash.com

First, take a deep breath. Second, be gentle with yourself. Finally, call 119.

Who’s that?
Jadi 119 ini adalah layanan dari pemerintah untuk mengonsultasikan kondisi mental kamu, terutama pas lagi masa pandemik kayak sekarang.

Whoaa there’s such a thing?
Yep. Jadi Kepala Staf Presiden RI Pak Moeldoko kemarin menjelaskan bahwa nomor 119 dengan extension 8 ini merupakan layanan pemerintah yang namanya Sejiwa, aka Sehat Jiwa. Basically, if you are not feeling well, mentally, try to give em’ a call.

How come they just came up with this, though?
Well, masih kata Pak Moeldoko, karena hasil laporan Gugus Tugas Covid-19 menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang terjadi saat ini komposisinya adalah 20% persoalan fisik, sedangkan 80% nya lagi adalah persoalan psikologi.

Not surprised.
Well, at this point, we agree. Pak Moeldoko juga menjelaskan bahwa tekanan pada masa pandemi kayak sekarang bisa memicu kasus KDRT aka kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini bener banget, karena menurut data dari LBH APIK, ditemukan bahwa selama 16-30 Maret 2020, ada 59 kasus kekerasan seperti perkosaan, pelecehan seksual, dan pornografi daring. Menurut Pak Moeldoko, tren bertambahnya kasus kekerasan selama pandemi Covid-19 tersebut juga terjadi di berbagai negara.

Gara-garanya apa ya?
Yha kalo menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sih, hal ini ada kaitannya sama tekanan sosial dan ekonomi yang dialami warga karena pandemi. Dalam keterangan PBB, ditemukan bahwa meskipun virus corona nggak mendiskriminasi siapa aja yang kena (rich or poor), namun dampaknya tetap mendiskriminasi. Contohnya ya kayak pekerja yang kena PHK, pedagang yang nggak bisa dagang, hingga karyawan yang dirumahkan.

I see…
Selain itu, hasil riset terbaru juga menunjukkan kenapa lockdown, atau praktek #stayathome bisa mengganggu kesehatan mental kita. As human beings we are programmed to socialize, dari mulai cari makan, punya pasangan, berkeluarga, dll. Nah, dengan adanya WFH di mana kita jadi membatasi hubungan sosial kita, maka hal ini bisa mengganggu cara kerja otak yang justru berkembang lewat kontak sosial. Saking emang menyiksanya praktek lockdown ini, di dunia psikologi, isolasi diri juga dianggap sebagai satu bentuk siksaan yang bisa memicu munculnya masalah kesehatan mental.

I see… what should we do then?
Untungnya, kita sekarang ada teknologi yang bisa kita pake untuk tetap komunikasi sama orang lain. Walaupun memang, video call berjam-jam nggak akan bisa menggantikan enaknya ketemuan langsung sambil gosip dan makan-makan sama temen-temen kamu, tapi it’s better than nothingHowever, kalau kamu lagi super galau atau stress, again, bisa langsung kontak hotline-nya aja di 119, nomer ekstensinya 8.