Kesepakatan Minyak Bersejarah

119

The world just saw the most historic deal in the oil-universe.

Gambar: twitter.com

Whoaaa what was that? 
Jadi hari Minggu lalu, negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) menggelar meeting dadakan dengan negara-negara aliansinya. Hasilnya, they reached one of the most historic deals ever…

Which is…
Negara-negara ini setuju untuk membatasi produksi minyak mereka jadi 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni mendatang. Kenapa bersejarah banget, karena nggak pernah sebelumnya, negara-negara penghasil minyak ini kompakan dan sepakat untuk membatasi produksi minyaknya sampe hampir 10 juta barrel gitu. Baru sekarang aja…

Terus emang kenapa? Masalah kalo produksi minyak dikurangin?
Ya, iya donk, karena kan permintaan minyak global juga berkurang. Jadi nih, karena banyak negara yang memberlakukan kebijakan lockdown maupun physical distancing alias #stayathome, maka warga banyak yang gak ke mana-mana. Pesawat banyak yang nggak terbang, tempat-tempat kumpul banyak yang tutup, jadi deh, permintaan minyak secara global juga berkurang.

Terus…
Nah, according to Economy 101, untuk menjaga biar harga minyak nggak jatuh dan tetap stabil, maka produksi minyaknya yang dikurangi, biar supply dan demand tetap seimbang. Tadinya, para pengamat sempet khawatir bahwa kalo OPEC+ nggak bisa mencapai kesepakatan soal pemotongan produksi ini, maka harga minyak bakal jatuh banget karena supply-nya kebanyakan. Untungnya nggak kejadian.

I see. Emang ada kemungkinan nggak sepakat?
Ada banget, gengs. Bulan lalu aja, Arab Saudi dan Rusia, sebagai negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia, sempet nggak sepakat sama rancana ini. Hasilnya, keduanya terlibat dalam perang harga minyak dan untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, harga minyak global menyentuh angka terendah.

Catch Up! on Saudi Arabia-Russia oil price war here. 

I see…
Nah, sebenernya karena nggak ketemu pas bulan lalu itulah, Sekjen OPEC Muhammad Barkindo ngingetin bahwa kalo gini terus, masa depan supply and demand atas minyak global jadinya bakal sangat menyeramkan. So the OPEC+ countries menggelar meeting dadakan lagi minggu kemarin dan akhirnya, kesepakatan tercapai.

So we’re good?
Uhm… maybe not yet. Banyak pengamat yang bilang bahwa pemotongan produksi sebesar 9,7 juta barrel per hari ini masih kekecilan karena demand aka permintaan atas minyak lagi turun banget. Selain itu, para pengamat ini juga menyebut bahwa pemotongan ini nggak akan mengembalikan supply dan demand secara seimbang dan berkesinambungan.

Yha terus gimana?
Ya udah, nanti OPEC+ bakal meeting lagi pada Juni nanti untuk ngebahas sekalian evaluasi kebijakan pembatasan produksi ini.

Semoga meetingnya nanti udah nggak perlu pake video call lagi, amiiiin.