Kesepakatan Minyak Bersejarah, FAO Warning tentang Ketahanan Pangan, Bentrok Polri-TNI di Papua, Emoji Corona

98

Goodbye, Ruby Tuesday…

Hello, welcome back to another WFH Tuesday. We are 100% sure that you are reading this still in your PJs, wondering what time it is, and realized that, well, it doesn’t matter. Today, we want to remind you to be kind to yourself. If you decided to cancel the Zoom meeting, or not to take the online zumba class, or not to learn how to bake bread, it’s okay. It’s okay to be unproductive because we’ve been having such weird days lately. Take as much time as you need to accept our new reality and remember that now more than ever, your mental health is absolutely important. Listen to your inner voice. Take care.


The world just saw the most historic deal in the oil-universe.

Gambar: twitter.com

Whoaaa what was that? 
Jadi hari Minggu lalu, negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) menggelar meeting dadakan dengan negara-negara aliansinya. Hasilnya, they reached one of the most historic deals ever…

Which is…
Negara-negara ini setuju untuk membatasi produksi minyak mereka jadi 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni mendatang. Kenapa bersejarah banget, karena nggak pernah sebelumnya, negara-negara penghasil minyak ini kompakan dan sepakat untuk membatasi produksi minyaknya sampe hampir 10 juta barrel gitu. Baru sekarang aja…

Terus emang kenapa? Masalah kalo produksi minyak dikurangin?
Ya, iya donk, karena kan permintaan minyak global juga berkurang. Jadi nih, karena banyak negara yang memberlakukan kebijakan lockdown maupun physical distancing alias #stayathome, maka warga banyak yang gak ke mana-mana. Pesawat banyak yang nggak terbang, tempat-tempat kumpul banyak yang tutup, jadi deh, permintaan minyak secara global juga berkurang.

Terus…
Nah, according to Economy 101, untuk menjaga biar harga minyak nggak jatuh dan tetap stabil, maka produksi minyaknya yang dikurangi, biar supply dan demand tetap seimbang. Tadinya, para pengamat sempet khawatir bahwa kalo OPEC+ nggak bisa mencapai kesepakatan soal pemotongan produksi ini, maka harga minyak bakal jatuh banget karena supply-nya kebanyakan. Untungnya nggak kejadian.

I see. Emang ada kemungkinan nggak sepakat?
Ada banget, gengs. Bulan lalu aja, Arab Saudi dan Rusia, sebagai negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia, sempet nggak sepakat sama rancana ini. Hasilnya, keduanya terlibat dalam perang harga minyak dan untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, harga minyak global menyentuh angka terendah.

Catch Up! on Saudi Arabia-Russia oil price war here. 

I see…
Nah, sebenernya karena nggak ketemu pas bulan lalu itulah, Sekjen OPEC Muhammad Barkindo ngingetin bahwa kalo gini terus, masa depan supply and demand atas minyak global jadinya bakal sangat menyeramkan. So the OPEC+ countries menggelar meeting dadakan lagi minggu kemarin dan akhirnya, kesepakatan tercapai.

So we’re good?
Uhm… maybe not yet. Banyak pengamat yang bilang bahwa pemotongan produksi sebesar 9,7 juta barrel per hari ini masih kekecilan karena demand aka permintaan atas minyak lagi turun banget. Selain itu, para pengamat ini juga menyebut bahwa pemotongan ini nggak akan mengembalikan supply dan demand secara seimbang dan berkesinambungan.

Yha terus gimana?
Ya udah, nanti OPEC+ bakal meeting lagi pada Juni nanti untuk ngebahas sekalian evaluasi kebijakan pembatasan produksi ini.

Semoga meetingnya nanti udah nggak perlu pake video call lagi, amiiiin.


Who’s just set off the alarm?

Gambar: cnn.com

The UN aka PBB.
Yep, jadi dalam laporan terbarunya beberapa waktu lalu, lembaga pangan PBB yaitu FAO, stands for Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa wabah Covid-19 bisa mengganggu jalur pasokan pangan secara global.

HAH serius?
Yep. Jadi kata FAO, memang saat ini supermarket-supermarket masih penuh isi, tapi kalau penyebaran wabah Covid-19 ini berlanjut terus secara berkepanjangan, maka jalur pasokan pangan lama-lama bakal terganggu.

Explain more.
You got it. Jadi kan jalur pasokan makanan ini kompleks banget; mulai dari petani, distributor, shipment services, supermarket, penjual eceran, sampe makanannya nyampe ke meja makan kamu. Nah, dengan adanya pembatasan kontak gara-gara Covid-19, interaksi antara aktor-aktor tadi bakal terganggu hingga bakal berimbas sama distribusi pangan di maskarakat.

So I won’t have food?
Don’t worry, guys. Yang terganggu itu bukan keberadaan pangannya (at least for now), tapi cara pendistribusiannya. Yha, akhir-akhir ini kan banyak terjadi penutupan perbatasan, penerbangan yang  dihentikan, dan pengiriman barang ke luar negeri yang makin terbatas. Dengan begini, maka kata FAO, negara-negara yang paling berisiko mengalami gangguan pasokan pangan ini adalah mereka yang sumber makanannya mayoritas berasal dari impor.

Ekspor enggak?
Ekspor juga sih, contohnya Australia yang 1/3 dari total produk pertaniannya diekspor ke negara-negara Asia Pasifik. Pengurangan frekuensi penerbangan menyebabkan ongkos ekspor pangan dari Australia naik hingga menyebabkan para petani Australia nggak bisa ngekspor barang dagangannya. Atas kejadian ini, Australia diprediksi kehilangan sumber penghasilannya sebesar puluhan miliar dollar.

Whoaaaa…
Ya makanya, FAO kemudian meminta negara-negara untuk bekerjasama demi memastikan kelancaran distribusi pangan global. Caranya, selain dengan melindungi para petani, juga dengan menghilangkan segala aturan ekspor kayak sistem kuota dan bea masuk. Menurut FAO, emang sih dunia saat ini nggak siap dalam menghadapi Covid-19, tapi dengan memastikan jalur pasokan pangan tetap lancar, maka negara-negara akan mampu menghindari risiko kelangkaan makanan dan kelaparan.

God, help us…


What makes you think “Now? Among any other times?”

Gambar: cnnindonesia.com

This bentrokan antara TNI-Polri.

Bentrokan apa? 
Iya, jadi hari Minggu kemarin terjadi bentrokan antara Polri-TNI di Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, Papua. Akibat dari bentrokan ini, ada tiga orang polisi yang tewas dan dua orang lainnya luka-luka.

Kenapa kok bisa bentrok? Background please…
Jadi menurut Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, bentrokan ini disebabkan oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Lebih jauh, IPW aka Indonesian Police Watch menyebut bahwa bentrokan ini diduga terjadi karena adanya masalah soal sewa menyewa motor. Intinya gara-gara masalah salah paham ini, bentrokan pun terjadi.

Ok. Terus?
Pasca insiden ini, Pak Kapolda kemudian mengimbau para anggotanya untuk tetep tenang dan nggak mudah terhasut. Selain itu, beliau juga menyebut bahwa semua senjata yang dipegang personelnya di Mamberamo Raya sudah ditarik dan diamankan untuk menghindari adanya aksi balasan.

Kalo dari TNI ada pernyataan nggak?
Ada dong. Dalam keterangannya, Pangdam Cendrawasih Mayjen Herman Asaribab menyatakan permintaan maafnya atas tewasnya tiga anggota kepolisian dalam bentrok tersebut. Pak Herman juga bilang, siapapun yang terlibat dalam bentrokan ini akan dijatuhi hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Olrite. Anything else I should know?
Yep. Jadi insiden bentrokan yang hingga menyebabkan hilangnya tiga nyawa ini juga disesalkan oleh Wakil Ketua MPR Bambang Soesatyo. Menurut Bamsoet, apapun dalihnya, aparat yang harusnya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dibenarkan larut dalam pertikaian.


Who’s just sent you the “🙏🏻” emoji?

Gambar: cnn.com

Sebuah lembaga yang namanya Unicode Consortium.
Jadi, Unicode Consortium ini adalah suatu lembaga non-profit internasional yang tugasnya adalah mengawasi standar emoji (yes, there’s such thing) dan bertanggungjawab untuk meluncurkan emoji-emoji baru. Nah kemarin, presiden dari konsorsium ini, namanya Mark David bilang bahwa lembaganya itu nggak akan meluncurkan emoji baru di tahun 2021 mendatang.

Alasannya, apalagi kalo bukan Covid-19. Jadi gara-gara pandemik ini, peluncuran standar emoji mengalami penundaan selama enam bulan, sehingga peluncuran emoji baru juga bakal diundur ke 2022. Well, the good news is, emoji yang rencananya bakal diluncurkan tahun ini akan tetap bisa nyampe ke smartphone kamu sesuai jadwal, yakni pada September mendatang.

Jangan lupa ya September nanti update emoji. Maaf sekadar mengingatkan 🙏🏻


““Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang. Saya bagus di sini saja. Banyak teman.”

Gitu kata seorang napi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Samarinda, Kalimantan Timur, bernama Ambo yang menolak untuk dibebaskan dari lapas tempatnya ditahan. Kebijakan untuk membebaskan para tahanan ini diambil Kemenkumham untuk menghindari penyebaran Covid-19 di dalam lapas yang kebanyakan overcapacity hingga bikin para napi nggak bisa physical distancing. Nah, kalo napi-napi lain hepi karena bakal dibebasin, Ambo dan tiga orang temannya yang lain justru lebih milih stay di lapas, karena selain udah nggak ada ortu dan istri, dia juga nggak punya rumah.

Count your blessings, guys… :”)


Angel’s Stories 

1. Waktu itu malam-malam sekitar jam 10, hujan, trus listrik padam, iseng aja kan sama temen naik motor ujan-ujanan haha. Gak sengaja waktu mau pulang liat bapak tua dorong motor, mogok, awalnya aku lewatin aja, tapi akhirnya gak tega, sumpah itu lampu jalanan mati semua, bayangin gelapnya gimana. Akhirnya aku putusin buat bantu dorong, pas udah di perempatan bapaknya bilang sampai situ aja, yaudah kan. Tapi aku liatin bapaknya masih dorong lumayan. Aku paksa lagi tuh buat bantuin. Akhirnya sampe depan gang rumahnya, ternyata itu jauh banget masih dari perempatan yang tadi astaga :(( Aku gabisa bayangin kalau itu bapak aku :”( Walaupun sebenarnya bapak udah gak ada huhu 🙁
– Sebuah daerah di ujung bawah Borneo –

2. I wanna tell u guys about my friend, to be honest I don’t know if I’m allowed to do this because this may contain a promotion. In this situation, my friend decided to take an action. As we all know, dalam situasi self-quarantine gini pemesanan makanan lewat online aka Go-Food or GrabFood jadi salah satu pilihan yang banyak diminati. Nah temenku ga tega nih karena para abang ojol harus berjuang padahal lagi pandemik gini:( Terus orderan ojek mereka juga jadi sepi, kan? Nah temenku inisiatif buat ngasih abang-abang ojol makanan, dananya dari online shop yang dia punya, dia jual barang-barang preloved dengan harga di bawah 50k. Then, uangnya bener-bener buat makan abang-abang ojol:’) I’m so proud of her. If you want to know or help, you can visit her on IG @ay.preloved_. Oh iya barang-barangnya sebelum dikirim dia kasih disinfektan loh.
– Bogor –

3. Uni udah lama sih sebenernya, tapi inspiring banget menurut gw, ada satu dua rumah di komplek yang nyediain air mineral gelas gitu depan rumahnya, dikasih tulisan, “Gratis, silakan ambil secukupnya”. Secara di jalanan komplek kan banyak yang lewat such as pedagang keliling, pemulung, ojol, dll kan.. Itu berguna banget, apalagi kalo Bogor lagi panas-panasnya ye kan, gue jd terinspirasi, selain air mineral, mungkin bisa nyediain nasi uduk atau beras gitu yak, plus hand sanitizer or hand wash gitu, salut pkoknya sama orang-orang yang di rumah-rumah itu, ga hanya kaya harta namun juga kaya jiwa 🙂
– No name –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

For those of you whose livelihoods are affected by the coronavirus, how do you manage money or study online or to keep calm in these uncertain times? If you’re not sure (like us), find inspiration here.