Harga Minyak Negatif

70

What’s dropping faster than your heart after receiving a text from your crush?

Gambar: cnbcindonesia.com

The oil price.

Wait, what?
Yep, jadi kemarin, untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga minyak mentah turun drastis sampe menyentuh posisi negatif. To give you a perspective, pada awal tahun ini, harga minyak ada di angka US$60 per barrel, namun kemarin harga minyak terjun bebas sampai minus US$30.

Whoaaa…
Begitulah. Dalam kondisi ini, maka kalau ada pembeli yang mau membeli minyaknya, maka pihak penjual lah yang harus ngebayar si pembeli. Selain itu, kalo diitung-itung, produsen minyak juga bakal lebih mendingan ngasih insentif buat pihak yang beli minyaknya karena hal ini lebih murah dibanding menutup aktivitas produksi.

Dude, seriously? Minyak segitu nggak ada harganya?
Well, now think about this: Dengan adanya pandemi Covid-19, semua jadwal penerbangan kamu di-cancel, orang-orang nggak ada yang travelling, nggak ada yang pake mobil, which means kebutuhan masyarakat akan minyak jadi berkurang. Meanwhile, produksi minyaknya terus berjalan, hingga makin lama, stoknya kebanyakan, tapi nggak dipake.

Makanya harganya turun drastis?
Smart cookie. Selain itu, situasi ini juga diperparah dengan menumpuknya cadangan minyak di mana-mana karena minyaknya nggak dipake tadi. Sejauh ini, storage aka tempat penyimpanan minyak di Karibia, Afrika Selatan, Angola, Brasil, hingga Nigeria udah diprediksi bakal penuh dalam beberapa hari ke depan.

Terus, emang pemerintah negara-negara penghasil minyak nggak melakukan apa-apa soal ini?
Udah. Inget nggak beberapa hari lalu kita bahas soal persetujuan OPEC+ untuk mengurangi produksi minyaknya sampe mencapai 9,7 juta barrel di sini? Namun ternyata, kebijakan ini baru akan dimulai bulan depan, and by then, diprediksi bahwa tempat-tempat penampungan minyak di berbagai negara udah bakal mencapai full capacity.

OK. Anything else I should know?
Nah, secara harga minyak global turun drastis, kamu kepo nggak, kenapa di tanah air, harga minyak masih belum turun? Kalo kata Dirut Pertamina Ibu Nicke Widyawati, Pertamina ini kan BUMN, maka penentuan harganya ngikutin formulasi dari pemerintah. Selain itu, sebagai BUMN, Pertamina juga diwajibkan untuk beli minyak mentah di dalam negeri, yang harga produksinya justru lebih mahal dibandingkan impor.