FAO Warning tentang Ketahanan Pangan

179

Who’s just set off the alarm?

Gambar: cnn.com

The UN aka PBB.
Yep, jadi dalam laporan terbarunya beberapa waktu lalu, lembaga pangan PBB yaitu FAO, stands for Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa wabah Covid-19 bisa mengganggu jalur pasokan pangan secara global.

HAH serius?
Yep. Jadi kata FAO, memang saat ini supermarket-supermarket masih penuh isi, tapi kalau penyebaran wabah Covid-19 ini berlanjut terus secara berkepanjangan, maka jalur pasokan pangan lama-lama bakal terganggu.

Explain more.
You got it. Jadi kan jalur pasokan makanan ini kompleks banget; mulai dari petani, distributor, shipment services, supermarket, penjual eceran, sampe makanannya nyampe ke meja makan kamu. Nah, dengan adanya pembatasan kontak gara-gara Covid-19, interaksi antara aktor-aktor tadi bakal terganggu hingga bakal berimbas sama distribusi pangan di maskarakat.

So I won’t have food?
Don’t worry, guys. Yang terganggu itu bukan keberadaan pangannya (at least for now), tapi cara pendistribusiannya. Yha, akhir-akhir ini kan banyak terjadi penutupan perbatasan, penerbangan yang  dihentikan, dan pengiriman barang ke luar negeri yang makin terbatas. Dengan begini, maka kata FAO, negara-negara yang paling berisiko mengalami gangguan pasokan pangan ini adalah mereka yang sumber makanannya mayoritas berasal dari impor.

Ekspor enggak?
Ekspor juga sih, contohnya Australia yang 1/3 dari total produk pertaniannya diekspor ke negara-negara Asia Pasifik. Pengurangan frekuensi penerbangan menyebabkan ongkos ekspor pangan dari Australia naik hingga menyebabkan para petani Australia nggak bisa ngekspor barang dagangannya. Atas kejadian ini, Australia diprediksi kehilangan sumber penghasilannya sebesar puluhan miliar dollar.

Whoaaaa…
Ya makanya, FAO kemudian meminta negara-negara untuk bekerjasama demi memastikan kelancaran distribusi pangan global. Caranya, selain dengan melindungi para petani, juga dengan menghilangkan segala aturan ekspor kayak sistem kuota dan bea masuk. Menurut FAO, emang sih dunia saat ini nggak siap dalam menghadapi Covid-19, tapi dengan memastikan jalur pasokan pangan tetap lancar, maka negara-negara akan mampu menghindari risiko kelangkaan makanan dan kelaparan.

God, help us…