Defisit Pasokan Bahan Makanan

93

Who’s sounding an alarm?

Gambar: cnnindonesia.com

Pak Presiden Jokowi.

What’s going on?
Jadi dalam keterangannya kemarin, Pak Jokowi menyampaikan bahwa ada beberapa daerah di Indonesia yang bakal kekurangan pasokan bahan pokok (makanan) yang disebabkan oleh virus corona.

OMG…
Yep, You might want to limit your daily use of beras, jagung, cabe besar, cabe rawit, bawang merah, telor ayam, gula pasir, dan bawang putih, secara kata Pak Jokowi, bahan-bahan inilah yang bakal mengalami defisit.

But… I’ve just learned how to cook…
Same. Selanjutnya Pak Jokowi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, yang udah defisit itu:

  • Beras di tujuh provinsi
  • Jagung di 11 provinsi
  • Cabe besar di 23 provinsi
  • Cabe rawit di 19 provinsi
  • Bawang merah di satu provinsi
  • Telor ayam di 22 provinsi
  • Gula pasir di 30 provinsi
  • Bawang putih di 31 provinsi

Terus yang masih aman apa?
Minyak goreng. Kalo minyak goreng diperkirakan bakal cukup pasokannya di 34 provinsi. Good luck frying everything!

Is the government doing something about this?
Yep. Jadi untuk menanggulangi hal ini, Pak Jokowi udah minta jajarannya untuk ngedata pasokan makanan di setiap provinsi, supaya tiap daerah bisa kerjasama untuk mastiin pasokan mereka bisa didistribusiin secara merata. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa transportasi distribusi pangan antarprovinsi, wilayah, dan pulau, nggak boleh diganggu oleh kebijakan PSBB.

Go on…
Selain itu, Pak Jokowi juga udah minta jajarannya untuk membuka lahan baru untuk area persawahan, baik di lahan basah maupun lahan gambut. Kata Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto, saat ini di Kalimantan Tengah ada lahan basah dan lahan gambut seluas lebih dari 900 ribu ha. Nah, area ini yang udah siap pakai untuk segera ditanami.

I see… anything else?
Diketahui bahwa kebijakan Pak Jokowi ini merupakan tindaklanjut atas peringatan ancaman kelangkaan bahan pangan yang disampaikan oleh FAO beberapa waktu lalu. Kata Pak Jokowi, peringatan ini harus betul-betul digarisbawahi dan diperhatikan.

Kepo nggak, FAO ngomong apa aja? Catch Up! yuk di sini!