Dampak Corona Lintas Sektor

85

When coronavirus affects all walks of life…

Gambar: tirto.id

We know that you’ve had enough of corona-related news, but somehow since *almost* all sectors are hit, we can’t help but to report it…

What is it this time?
Well, udah pada denger dong, beberapa bantuan dari pemerintah untuk mengatasi dampak dari virus corona? Misalnya, cashback bensin untuk para pengemudi ojek online aka ojol yang diselenggarakan oleh Pertamina.

Ok, terus…
Nah, ternyata banyak sektor lain yang juga butuh bantuan ekonomi gengs. Contohnya, sektor pariwisata, industri kreatif, angkutan umum, and many more. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pak Wishnutama yang menyebut bahwa devisa dari sektor wisata tahun ini kemungkinan bakal hilang sampai setengahnya.

Whoaaa..
Yep. That’s a lot, rite? Anyway,
 perbandingannya, jika tahun lalu devisa negara yang dihasilkan dari sektor pariwisata adalah sekitar US$20 miliar, maka tahun ini diperkirakan cuma setengahnya. Kalau dari segi jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia aja, tahun lalu ada 16 juta, sedangkan tahun ini mungkin hanya sekitar 5 juta.

I heard some bad news about hotel rooms too…
Yep, that too. Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pak Hariyadi Sukamdani bilang, kalau ada sebanyak 1.266 hotel yang terpaksa tutup akibat corona. Jadi, ada sekitar lebih dari 150 ribu orang karyawan yang juga kena dampaknya. So far, beberapa hotel nyoba cara lain untuk dapet pemasukan, kayak nyediain paket isolasi diri, pesan antar makanan, jasa benerin AC, jasa laundry, jasa cleaning service, and apa aja yang bisa bikin bisnisnya tetep jalan. Selain itu, PHRI juga bilang kalau banyak restoran yang terpaksa tutup.

I see…. selain hotel, ada apa lagi?
Jasa angkutan umum juga kena pastinya. Siapa yang sebelum corona masih sering naik angkot? Kebayang dong sepinya kayak gimana di era social distancing kayak sekarang? Terkait hal ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Pak Shafruhan Sinungan bilang, kalau penumpang sepi, angkutan umum yang berkeliaran di DKI Jakarta nggak sampai 10%. Otomatis, pengusaha angkutan umum beserta timnya aka buruh harian juga kena dampak.

What about the entertainers and fashion industries?
They’re also affected so hard. Para seniman dan budayawan juga kena secara banyak kerjaannya yang dibatalkan. Selain itu, industri fashion lokal di Indonesia juga lesu, karena offline store mereka kan pada tutup, jadi ya gak ada pemasukan. Hiks.