Belva Devara Mundur

89

Who’s just handed in his resignation letter?

Gambar: cnbcindonesia.com

CEO Ruangguru Belva Devara.
Yep. Jadi kemarin, in a not-so surprising announcement yang dilakukan lewat akun Instagramnya, CEO Ruangguru yang juga staf khusus millennial kepresidenan ini mengumumkan pengunduran dirinya.

Dari?
Dari posisinya sebagai staf khusus millennial Presiden Jokowi. Dalam postingan Instagramnya, Belva bilang bahwa dia memilih untuk mundur dari posisinya sebagai stafsus karena nggak mau bikin pembahasan soal jabatannya itu menjadi polemik yang berkepanjangan, hingga bikin konsentrasi Pak Jokowi dan jajarannya dalam menghadapi Covid-19 jadi terpecah.

I need some background, please…
So we assumed you’ve been logging out of Twitter for a while? Anyway, jadi awalnya, sekitar minggu lalu, rekan Belva di stafsus, namanya Andi Taufan, ramai jadi perbincangan di media karena mengirimkan surat ke lurah di seluruh Indonesia untuk melibatkan perusahaannya, namanya Amartha, dalam upaya penanggulangan Covid-19 di desa-desa. Hal ini memunculkan isu conflict of interest karena Taufan dianggap menggunakan posisinya sebagai stafsus untuk menunjuk perusahaannya sendiri…

And what does it have to do with Belva?
Well, as a reminder, inget nggak bahwa tahun lalu pas zamannya Pilpres, Pak Presiden Jokowi memperkenalkan program Kartu Pra Kerjanya? Nah, program ini merupakan program bantuan biaya pelatihan buat warga Indonesia yang nggak punya kerjaan atau baru di-PHK. Bentuk bantuan biayanya adalah, si penerima program tadi bisa milih kelas pelatihan mana aja yang mau mereka pelajari via online. 

Go on…
Nah, tentunya untuk ngadain kelas-kelas ini, pemerintah kemudian kerjasama dong, sama platform penyedia layanan, yang salah satunya adalah Skill Academy dari Ruangguru. Sebenernya, selain Skill Academy, ada tujuh platform lain gengs yang juga menyediakan layanan kelas online; kayak maubelajarapa.com, Tokopedia, Bukalapak, Sekolahmu, Pijarmahir, dll.

Terus…
Nah, keterlibatan Skill Academy dalam program Kartu Pra Kerja ini tentunya bikin isu conflict of interest makin kencang terdengar di masyarakat. Belva sendiri sebenernya udah menyampaikan penjelasannya lewat Twitter minggu lalu terkait isu ini. Belva bilang, dirinya nggak ikut dalam pengambilan keputusan apa pun terkait program Kartu Pra Kerja yang bekerjasama dengan Ruangguru. Selain itu, program ini juga udah ada sebelum Belva ditunjuk jadi stafsus…

Whoaaa now I got it.
Iya, kan? Nah, tapi of course, isunya nggak hilang begitu saja. Beberapa hari lalu, peneliti ekonomi dari INDEF, Bhima Yudhistira, bahkan menantang Belva debat terbuka soal Kartu Pra Kerja ini.

So, he decided to resign?
Yep. Belva bilang, dia udah menyampaikan surat pengunduran dirinya ke Pak Jokowi sejak 15 April lalu.

Terus Pak Jokowi sendiri ada komentar nggak?
Well, kalo kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Mas Pramono Anung, Pak Jokowi udah menerima surat pengunduran diri Belva dan memahami alasan Belva untuk mundur. Selain itu, Mas Pram juga bilang bahwa sebenarnya, keikutsertaan Ruangguru dalam program Kartu Pra Kerja udah berjalan sesuai aturan. Karenanya, nggak ada konflik kepentingan dalam program tersebut.