Alat Tes Swab Tiba, Singapore Lockdown, Pulsa Gratis Mahasiswa, Privasi Panda

166

It’s the middle of the week…

Have you guys been noticing how clear and blue the skies lately? They’re so beautiful, and make us all warm and fuzzy inside—perfect weather for berjemur buat menangkal virus, right? Speaking of virus, we have some updates for you…


When you can’t wait to unbox a new package that just arrived…

Gambar: tempo.co

Our medical staff can relate…

Huh, what do you mean?
Jadi gini gengs, alat swab tests atau Polymerase Chain Reaction (PCR) lab kit udah dateng di Indonesia, jauh-jauh dari Roche, Swiss. Alat tes ini katanya lebih akurat dibanding rapid test yang selama ini dipake untuk mendeteksi virus corona. Cara memeriksanya itu dengan mengambil sampel cairan dari saluran pernapasan kita, terus peneliti di lab bakal nyari genom virus di cairan yang diambil tadi.

Sounds good. When did it arrive?
Just this Tuesday. Ada beberapa alat tes swab yang dipesen oleh Kementerian BUMN. Alat-alatnya adalah dua unit Magnapure 96, dua unit Lightcycle 480, dan 13 unit Lightcycle 96. Terus, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, bilang dengan alat-alat ini, pihaknya menjadi punya kapasitas untuk melakukan 10.000 tes PCR per hari dan akan didistribusikan ke 12 provinsi di Indonesia.

I see… bakal efektif gak nih?
Well, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto bilang kalau hasil uji swab yang selama ini memakan waktu lama is the main cause dari banyaknya pasien yang meninggal karena corona. Karena hasilnya lama, tenaga medis jadi ragu harus ambil tindakan apa, jadinya ngga optimal. So, beliau nyaranin pemerintah untuk melakukan rapid test PCR dan Genexpert PCR.

What’s that?
Jadi, menurut pak Slamet, Genexpert itu sering dipake untuk ngetes penyakit tuberculosis (TB). Kalau alat ini juga digunakan untuk tes corona, kita cuma butuh waktu 45 menit untuk tahu hasil labnya, apakah positif corona atau gak.  Terus, Pak Slamet minta pemerintah untuk beli alat ini juga, supaya gak ganggu para tenaga medis untuk nanganin pasien TB.

Oo gituu… and then?
Menteri BUMN Erick Thohir juga bilang kalau pemerintah lagi nyiapin 10 laboratorium untuk pemeriksaan virus corona, dengan target pemeriksaan 1.000 tes per hari. Not only that, he said that mereka juga lagi nyiapin 2.411 tempat tidur di 35 rumah sakit BUMN.

Whooaa… anything else?
Oh iya, ternyata ngga cuman dari Swiss, pada 5 April lalu, juga ada 50 ribu alat PCR yang dateng ke Indonesia dari  perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG Group. 

Thanks Oppa! *eh…


Let’s Check Up! on our neighbor…

Gambar: cnbcindonesia.com

Oh, right! How’s Singapore?
Singapura juga baru aja nih menerapkan circuit breaker” atau semilockdown mulai Selasa kemarin, 7 April, sampai sebulan ke depan. Jadi, tempat kerja resmi ditutup per Selasa dan sekolahan juga mulai berhenti mulai Rabu ini. Yang masih boleh buka itu layanan pokok kayak pasar, supermarket, klinik, rumah sakit, transportasi, dan perbankan. Terus, warganya ngga boleh makan di restoran, harus dibungkus, ngga boleh ketemu keluarga yang beda rumah, apalagi yang ada senior citizens-nya.

I see, emang kasus corona di sana banyak, ya?
As of Tuesday, ada 1.375 kasus positif corona, enam orang meninggal, dan 344 orang sembuh. Menurut Perdana Menteri Lee Hsien Loong, kebijakan semilockdown dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebelum di-lockdown, Singapore udah ngeluarin aturan yang strict juga bagi warganya yang ngelanggar kebijakan physical distancing. Orang yang ngga jaga jarak satu meter dengan orang lain, atau ketemuan sama lebih dari 10 orang di luar pekerjaan atau sekolah, bakal kena denda sampai S$10.000 (atau sekitar Rp112 juta) dan/atau dihukum enam bulan penjara.

Whoaa… scary.
Talk about the next level of discipline! Anyway, pemerintah Singapura juga ngeluarin beberapa paket stimulus untuk ngebantu ekonomi dunia usaha dan masyarakat during these physical distancing measures. Total stimulusnya itu sampai S$60 miliar (Rp678,1 triliun). Paket stimulus itu berupa bantuan dalam bentuk: subsidi gaji pekerja di Singapura untuk April 2020, gratis sewa dan berbagai pungutan untuk pekerja asing, dan bantuan tunai sebesar S$600 (Rp6,8 juta) per warga dewasa Singapura.


For when you don’t have enough kuota to join online class…

Gambar: detik.com

You know me so well, deh…
Guess what?
 Pemerintah baru aja menginstruksikan 64 universitas untuk bantu ngasih pulsa ke mahasiswanya di masa darurat Covid-19 ini, supaya mereka tetap bisa ikut perkuliahan online. Dananya sendiri diambil dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Huft, finally… ada juga yang ngedenger suara hati mahasiswa mehehe…
Jadi, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Pak Nizam namanya, bilang nominal bantuannya tergantung masing-masing kampus, yang penting gotong-royong. Keputusan tersebut udah resmi dikeluarkan lewat lewat surat edaran bernomor 331/E/E2KM/2020 tertanggal 6 April 2020.

Hmmm… I wonder if…
Yeah, we know… You’re wondering if this applies to your campus or not, aren’t you? Well… you can check the list here.


When all you need is privacy…

Gambar: cnn.com

Meet Ying Ying and Le Le, dua ekor panda yang tinggal di Ocean Park Zoo, Hong Kong. Apparently, petugas kebun binatang udah nunggu 10 tahun for these two cuties to hook-up! And finally they did it pas China lagi di-lockdown. Gara-gara corona, kebun binatangnya ditutup sejak akhir Januari, which means, no one was watching Ying Ying and Le Le.  This is good news untuk konservasi panda, cuz jumlah panda yang tinggal di habitatnya cuman sekitar 1.800an. The zookeepers are hoping that there’ll be signs of pregnancy.

After all these years, the secret is just a little privacy…


“We do consider both the Tooth Fairy and the Easter Bunny to be essential workers.”

Gitu kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern ke anak-anak di negaranya. Jadi di masa pandemi kayak sekarang ini, anak-anak masih bisa berharap dapet Easter goodies, yhaa walaupun bakal rada telat-telat dikit gitu atau gak semua rumah bisa dikunjungi, secara sibuk banget kan. Mohon dimaklumi aja, gitu katanya.


Angel’s Stories 

1. Gw biasanya cuma ada di rumah kalo weekend doang, karena kerja di Bogor dan orangtua di Jakarta. Itu pun juga seringan di kamar atau jalan sama temen. Selama WFH ini jadi suka ke dapur masak bareng atau sekadar makan bareng nyokap dan cerita-cerita. Jadi sadar kayanya selama ini gw kurang perhatian sama nyokap sendiri padahal nyokap biasanya selalu WhatsApp sekadar nanya gw udah makan atau belum. Jadi, yang masih bisa WFH bareng keluarga, jadikan ini momen untuk quality time bareng keluarga ya, yang biasanya fokusnya kerja doang :’)
– Anonymous –

2. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakakku baru aja berhenti kerja karena kantornya yang bergerak di bidang pariwisata tutup gara-gara penurunan turis. Sekarang tiba-tiba aku jadi tulang punggung keluarga, alhamdulillah pekerjaanku stabil dan tidak terpengaruh dampak Covid-19. Tapi tetap aja harus irit dan pintar bagi pengeluaran karena ada lima orang yang harus aku hidupi. Walaupun begitu, beberapa kali seminggu aku pastiin tetap beli makan lewat ojol. Harapannya biar lebih banyak orang yang dapat bertahan melewati masa sulit ini. We are on this together 🙂
– Lian –

3. Btw, ini cerita udah lama si sebenernya. Jadi dulu pas aku semester 1 pernah kehilangan flashdisk di sekitar taman kampus. Nah itu pun belum sadar-sadar amat, padahal ada file tugas minggu itu. Beberapa hari kemudian pas lagi jalan sama temen, aku dikasih amplop sama temen yang beda prodi, katanya ada yang nitip. Ternyata isinya flashdisk-ku dong dan itu pun aku baru sadar kalo flashdisk-ku ilang :(( Terus isinya pesen gitu biar ngga teledor dan harus jaga apa yang dimiliki. Huwaa seneng bangett, ternyata masih banyak orang baik di dunia dan ngga menutup kemungkinan berada di sekitar kita. So, keep being a kind person, guys :))
– Mila – 

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

18 years later, Mandy Moore revisits this classic soundtrack of the *almost* perfect teen drama of the 00’s. Watch here.