PSSB, Rapid Tests Jabar, Helm Virus Corona, Dating App, Partial Lockdown

117

Hello, it’s Tuesday.

What a time, what a time. The weather has been so nice lately and we’ve been praying religiously that this whole thing will be over soon. In the meantime, we try to maintain positivity by talking to our loved ones, playing with our pets, reading some books, and scrolling through your positive comments on our social media. We can’t stress you enough how much we are flattered that you, during these weird times, still decide to wake up with us every morning.
So when you write us an email, or mention us on our social media, please know that you’ve just made someone’s day brighter and happier. You are, our very own #AngelStories ūüôā


For when you’ve been seeing the phrase “karantina wilayah” too many times on your timeline…

Gambar: kompas.com

You bet.
Tapi kayaknya kita nggak akan ngeliat kebijakan karantina wilayah ini diterapkan dalam waktu dekat nih, gengs. Karena kemarin, Presiden Jokowi bilang bahwa seiring dengan perkembangan kasus corona di Indonesia, saat ini diperlukan adanya Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB). Oleh karena itu, kebijakan yang akan dijalankan adalah darurat sipil.

Dude, I have no idea what that is.
Tos. Jadi gini, gengs, untuk karantina wilayah maupun PSSB, sebenernya keduanya diatur dalam aturan yang sama, yaitu Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Kedua kebijakan ini juga sama-sama merupakan langkah yang bisa diambil pemerintah ketika terjadi kondisi darurat terhadap kesehatan masyarakat.

Terus bedanya apa?
Bedanya, PSSB ngatur soal pembatasan aktivitas masyarakat dengan tujuan mencegah meluasnya penyakit. Tindakan yang dilakukan paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Oke, kalo karantina wilayah?
Sedangkan karantina wilayah adalah kebijakan pembatasan buat warga (termasuk pembatasan pintu masuknya) di satu wilayah yang secara hasil lab emang diduga warga di wilayah itu terinfeksi penyakit. Selama karantina ini, wilayah harus dijaga terus menerus dan kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang ada di wilayah karantina itu jadi tanggung jawab pemerintah pusat.

I see what’s missing…
Us too *wink*. Nah, secara Pak Jokowi udah memilih opsi PSSB ini, beliau kemudian ngingetin pemerintah daerah bahwa kebijakan karantina wilayah bukan merupakan wewenang pemda, melainkan merupakan wewenang pemerintah pusat.

Whoaa… terus?
Yha kemudian Pak Jokowi minta biar para menteri memastikan pemerintah pusat dan daerah memiliki visi dan kebijakan yang sama dalam menangani dampak corona ini. Selain itu, beliau juga minta jajarannya untuk cepet-cepet nyiapin aturan yang jelas soal PSSB ini supaya jadi panduan bagi pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota.

I see. Anything else I should know?
Pak Jokowi meminta dan memastikan bahwa apotek dan toko-toko penyuplai kebutuhan pokok bisa tetap buka untuk melayani kebutuhan warga. Hal ini tentunya dengan menerapkan protokol jaga jarak yang ketat.


For when you need some updates on coronavirus in West Java…

Gambar: kompas.com

Karena kemarin, Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil mengumumkan bahwa ada 300 orang warganya yang positif terinfeksi corona.

Hah, serius?
Yep. Jadi dalam keterangannya, Kang Emil bilang bahwa setelah melakukan rapid tests selama satu minggu terakhir, Jawa Barat menemukan 300 kasus positif corona. Adapun rapid tests ini dilakukan di 27 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.

Go on…
Kang Emil lebih lanjut menjelaskan bahwa 300 orang yang dinyatakan positif itu akan menjalani tes kedua, yaitu tes swab atau pengambilan sampel air liur dari mulut dan tenggorokan. Tes ini, kata Kang Emil, dilakukan untuk memastikan apakah warga tersebut benar-benar tertular corona.

So… Anything surprising?
Yep, Kang Emil bilang, awalnya dia pikir angka lonjakan kasus corona akan ditemukan di Depok atau Bekasi, namun di luar dugaan, angka terbesar justru di Kota Sukabumi. Terkait hal ini, Kang Emil bilang bahwa ada beberapa langkah yang bisa diambil pemerintah setempat dalam menghadapi hal ini. Salah satunya adalah dengan melakukan karantina wilayah secara parsial.

Terus, terus…
Saat ini, Kang Emil bilang bahwa pihak pemprov udah melakukan rapid tests dengan 22 ribu alat yang disebarkan ke seluruh wilayah di Jawa Barat. Beliau menyebut bahwa rapid tests ini akan terus dilakukan secara bertahap dengan target 100 ribu orang.

Cool! But while we’re talking about Jawa Barat, I heard something about salary…
Oh yep, that too. Jadi kemarin, Kang Emil juga bilang bahwa sebagai upaya menanggulangi wabah corona, pihaknya akan memotong gaji gubernur, wakil gubernur, dan para ASN di Pemprov Jawa Barat.

Whoaaaa….
Yep. Rencananya, pemotongan ini bakal dilakukan selama 4 bulan. Kang Emil nggak merinci berapa persentase atau angka pemotongan ini, tapi yang pasti bakal adil dan proporsional.

Jadi pemotongan ini berlaku untuk semua kabupaten dan kota di Jawa Barat?
Nggak kok. Pemotongan hanya berlaku untuk ASN di lingkungan Pemprov Jabar aja. Tapi, Kang Emil berharap kepala daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat bisa mencontoh dan menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.


What’s more random than your ex who suddenly texts you during this #dirumahaja time?

Gambar: CNN

This coronavirus-themed helmet.
Kamu punya helm yang ada rambut gimbalnya? Atau ada duri-durinya? Atau kacanya suka tiba-tiba jatoh pas lagi di gejlukan? Lewat semua deh, sama: helm model virus corona.

Hah apa sih tuh?
Yep, jadi kamu pasti udah tau bahwa minggu lalu, India baru aja mengumumkan bahwa negaranya menjalankan kebijakan karantina nasional, meaning satu negara bakal bener-bener di-lockdown.

Iya tau… Terus?
Nah dalam prakteknya, ternyata banyak warga yang masih keluar rumah, makanya ada seorang inspektur polisi di Chennai, India (bukan inspektur Vijay namanya gengs) yang punya cara kreatif untuk minta warga nggak keluar-keluar; yaitu dengan pake helm yang bentuknya kayak virus corona.

Yaampuuun….
Yha gitu deh. Jadi inspektur polisi yang namanya Rajesh Babu ini kemudian sering pake helmnya dan ngeberhentiin orang-orang yang masih keluar rumah sambil bilang, “Kalo lo keluar-keluar, gue yang masuk neh,” khususnya ke orang yang keluar dengan nggak pake masker.

Dapet dari mana deh helm begituan?
Dibikinin sama seorang seniman lokal, namanya B Gowtham. Jadi ide awalnya, Gowtham nyadar bahwa walaupun pemerintah udah memberlakukan kebijakan lockdown, namun banyak warga yang masih keluar rumah. Karenanya dia mikir bahwa kalo warga ini ngeliat sendiri wujud virusnya kayak apa, ya mereka bisa takut, lah.

OK. I heard there are also some issues about India’s national lockdown…
Yep, there are, secara kan Perdana Menteri India Narendra Modi ngedadak banget tuh ngumumin national lockdown-nya. Jadi, kebijakan tersebut diumumin pada Kamis minggu lalu, dan langsung berlaku hari itu juga, jam 12 malam (jarak waktu dari pengumuman ke berlakunya aturan cuma empat jam gengs). Hal ini tentunya bikin banyak warga yang caught off guard. Karena malam itu juga sarana transportasi langsung berhenti, banyak warga migran di seluruh India yang terlantar dan kelaparan. Polisi di sana juga banyak yang tertangkap kamera lagi mukulin orang yang ketauan keluar rumah. Terkait kekacauan ini, kemarin Modi menyampaikan permintaan maafnya dan bilang bahwa tindakan tegas perlu diambil dalam situasi kayak gini.


For when you’re single af during this quarantine…

Gambar: unsplash

We know, we know, we understand your frustration.
If your dating life usually consists of swiping right, talking for a couple of weeks, and decided to meet up in person, be sad because that simple time is over. Sekarang, ya bisa aja sih kamu masih swipe-swipe-an kanan atau kiri, tapi dengan adanya pandemi corona ini, yha gatau juga bisa ketemunya kapan. Hiks. Nah, as if quarantining is not hard enough, dating lyfe kamu juga gaboleh ikutan hard dong! Makanya pada 15 Maret lalu, sebuah website dan online dating app namanya quarantinetogether.com diluncurkan.

Kayak namanya, website ini ngasih layanan online dating buat kamu yang lagi under quarantine biar yhaa ada together-nya lah. Menariknya, secara app ini diluncurkan untuk nemenin kamu kala karantina, maka website-nya secara tegas ngelarang kamu untuk ketemuan dulu. Jadi caranya, setelah daftar, kamu bakal dapet pertanyaan setiap jam 6 sore apakah kamu udah cuci tangan. Abis itu, kalo kamu klik udah, maka kamu bakal dikenalin sama orang lain melalui text.  Setelah 15 menit, kamu bakal dapet link ke video chat dari aplikasinya, terus kamu bisa lanjut video call-an deh.

Sejak diluncurkan pada 15 Maret lalu, app yang dikembangkan di San Francisco ini udah full “matching capacity” gengs. Jadi yang mau daftar sekarang udah harus wait list.

Now singing: “We found love in a quarantine place” by Rihanna.


“We know how to bring the economy back to life. What we do not know is how to bring people back to life.”¬†

Gitu kata Presiden Ghana Nana Akufo-Addo pada weekend lalu saat ngumumin bahwa negaranya bakal menjalankan kebijakan partial lockdown sebagai upaya menghambat penyebaran virus corona. Dalam keterangannya, Akufo-Addo juga menjabarkan soal konsekuensi ekonomi yang akan menurun drastis. Namun Akufo menyebut, bahwa kalo kebijakan ini nggak diambil dan virusnya menyebar terus, maka konsekuensi ekonominya bakal jauuuh lebih berat.

Agree 10000000%


Angel’s Stories¬†

1. Saya harus ke kantor untuk ambil beberapa dokumen setelah seminggu WFH, pulang dari kantor naik ojol… Tiba-tiba ada mobil yang mepet ke motor abang ojolnya, ngasih nasi box dan minum… Kayaknya itu mobil sengaja keliling-keliling¬†bawa makanan buat kasih-kasihin ke orang di jalan. Soalnya dalem mobil ada banyak box makanan dll. Lihat itu hati langsung terasa hangat, abang ojolnya seneng banget, apalagi hari itu baru dapat tiga¬†orderan katanya. Terus berbuat baik ya….
– Somewhere in Jaksel –

2.¬†So, my mother’s friend is seorang¬†penjahit rumahan biasa. Nah, karena di rumahnya tuh¬†banyak kain yang sisa, beliau bikin jadi masker-masker. Nah, alih-alih menjual dengan nyari untung, ibu ini bagiin maskernnya itu ke temen-temennya dan¬†dijualin juga dengan harga yang cheap banget. At least,¬†bayar tenaganya untuk produksi aja. So I’m proud of her. Kita bisa tau berbagi itu ga harus jadi orang kaya dulu. Is that right?
– Azzamfrby –

3.¬†Beberapa hari lalu, cuaca lagi hujan deres. Aku, ibuku, dan seorang ibu-ibu (sebut saja Ibu A), sedang dalam perjalanan naik angkot. Di tengah perjalanan, ada ibu-ibu¬†ngegendong batita yang lagi tidur, masuk ke angkot (sebut saja Ibu B). Selain aku dan ibuku, nggak ada yang saling kenal di antara penumpang angkot ini. Ibu B turun di tujuannya lebih dulu daripada kami bertiga. Pas dia mau turun, hujan makin deres, trus Ibu A tanya ke ibu yang nggendong bayi, “Bawa payung, Bu?”. Dijawab, “Nggak bawa”. Abis itu payung lipat warna hitam yang sedari tadi dipegang Ibu A langsung dikasih Ibu B. “Kasihan anaknya,” katanya.¬†Tentu payung itu diterima Ibu B. Setelah Ibu A turun di tujuannya. Then my mom said, “Ibu tadi baik ya, orang baik masih banyak.”

– Anonymous –

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come¬†in different¬†costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we‚Äôve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories¬†here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature¬†it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Nowadays, dating gets harder, but nothing can stop these two cuties!