Pemanasan Global di China Menurun Hingga 25 Persen

258

For when you’ve been hearing about global warming…

Gambar: The Sun

That, you won’t hear for a while.
At least for now. You know why?

Why?
The coronavirus.
Jadi per minggu lalu aja, citra satelit menunjukkan bahwa efek coronavirus menyebabkan produksi gas karbon aka gas rumah kaca yang jadi penyebab utama pemanasan global menurun drastis di China, hingga mencapai 25 persen.

Dude, that’s like, a quarter.
Yep. Surprised? Penurunan drastis ini terhitung sejak beberapa kota di China pertama kali melakukan lockdown nggak lama abis Lunar New Year, jadi sekitar bulan Januari lalu, so it’s about satu bulanan lebih aja.

Whoaaa how come though?
Ya karena penyebaran corona inikan menyebabkan isolasi massal, nah, karena adanya isolasi ini, maka kegiatan industri berhenti, meaning, pembakaran batu bara, yang menghasilkan gas karbon juga jadi berkurang drastis. Belum lagi mayoritas penerbangan yang dihentikan juga bikin emisi gas yang biasanya mencemari udara jadi menurun banget.

So like…how “banget” is “banget”?
Well, to give you a picture, data menunjukkan bahwa penggunaan batu bara menyentuh titik terendah di China dalam empat tahun terakhir. Selain itu, produksi minyak di Provinsi Shendong juga ada di titik terendah sejak tahun 2015, dan penerbangan domestik menurun sampe 70 persen di China. All of this, disatuin dengan fasilitas publik yang ditutup bikin penggunaan listrik (which, comes from batu bara) menurun di China dan hasilnya?The air is clearer and cleaner there. 

Wait, so it’s only in China?
Nope, di beberapa wilayah juga. Contohnya Hong Kong, yang kualitas udaranya jadi membaik sejak wilayah itu mengalami partial shut down pada Januari lalu. Menurut data dari salah satu universitas di Hong Kong, WFH aka work from home bikin orang jadi banyak yang stay di rumah dan nggak pake kendaraan, meaning, angka polusi di Hong Kong menurun. Nggak tanggung-tanggung, penurunan yang terjadi sepanjang Januari-Februari itu mencapai sepertiga dari kondisi normal. Selain itu, kanal Venesia di Italia yang juga merupakan salah satu tempat wisata bagi turis jadi bersih banget airnya sejak Italia memasuki masa lockdown.

I have mixed feelings about this…
Well, scientists too.
Menurut peneliti dari Imperial College London, namanya Joeri Rogelj, kalo ada hikmah yang bisa diambil dari corona ini yaa it’s actually a huge wake up call that we, humans, did not control the world as much as we thought. 

So, be kind, please?