Muhyiddin Yassin Resmi Jadi PM Baru Malaysia

100
Gambar: tribunnews

Another M.
A.K.A Malaysia’s new prime minister, Muhyiddin Yassin.

Duh maksa deh but who?
Jadi Muhyiddin Yassin ini adalah Perdana Menteri barunya Malaysia yang ngegantiin PM sebelumnya, Mahatir Muhamad. Muhyiddin juuuust started his job yesterday, meaning beliau baru aja mengambil sumpah jabatannya sebagai PM Malaysia kemarin.

Tell me again how he got there.
Well, lots of bad blood (not the kind of Taylor Swift squad bad blood…) but we’ll get there. Also, read the full story here.

Or just, the short one would be fine. 
Olrite you win. 
Jadi Senin minggu lalu, Mahathir mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Perdana Menteri. Hal ini kemudian mengejutkan banyak pihak dan memunculkan spekulasi soal retaknya hubungan Mahathir dengan Anwar Ibrahim, politisi yang harusnya jadi pengganti beliau di kursi PM.

I need more background.
Got it. Jadi kan di Malaysia ini ada dua koalisi, yaitu koalisi Pakatan Harapan (PH) yang menaungi Mahathir dan Anwar, dan koalisi Barisan Nasional aka BN yang diisi sama UMNO (Partai nasionalis Malaysia yang nggak pernah kalah pemilu sejak merdeka sampe tahun 2018).

Whoaaaa
We know, right? Jadi Mahathir sendiri awalnya ada di koalisi bareng UMNO dan Anwar Ibrahim merupakan rival politiknya, for years. Tapi yha namanya politik, di tahun 2018 itu, keduanya gabung dan berhasil mengalahkan UMNO dkk di koalisi BN. Nah, pas kampanye, Mahathir sendiri udah bilang bahwa beliau bakal menjabat selama satu atau dua tahun aja, abis itu tampuk kekuasaan akan diberikan ke Anwar. Meaning harusnya tahun ini masa jabatannya PM Mahathir abis dong….

Ok, paham. Terus terus…
Nah yaudah, tiba-tiba weekend lalu, sekelompok politisi dari koalisi Pakatan Harapan dan Barisan Nasional ketauan meeting diem-diem di KL dan memunculkan spekulasi bahwa ada kemungkinan politisi dari dua koalisi ini bakal gabung untuk mencegah Anwar jadi PM.

And that’s what happened?
Yep. Jadi udah tuh, over the week kemarin terjadi pergolakan-pergolakan politik antara Mahathir, pihak kerajaan, dan benih-benih koalisi baru yang terbentuk dari mantan koalisi PH dan BN, which leads to…

Perikatan Nasional.
Yaitu beneran koalisi baru yang diisi oleh partai-partai yang dulunya ada di PH maupun BN. Nah, nggak lama setelah terbentuk, koalisi ini kemudian mengumumkan bahwa mereka mendukung Muhyiddin Yasin sebagai perdana menteri, dan Sabtu kemarin, Raja Malaysia kemudian ngumumin bahwa istana bakal segera melantik Muhyiddin karena dia udah meraih dukungan dari mayoritas anggota parlemen, yaitu at least 112 kursi. Besoknya, Muhyiddin beneran dilantik deh.

And everybody is happy with this?
No, of course not. Mahathir yang tadinya mau maju lagi jadi perdana menteri bilang bahwa sebenarnya, dirinyalah yang punya dukungan mayoritas di parlemen. Selain itu, dia juga udah minta audiensi sama raja untuk membuktikan itung-itungannya itu.

Who else is feeling unhappy?
Well, a lot of your Malaysian friends, probably? 
Karena setelah cuma beberapa bulan ada di oposisi karena kalah pemilu 2018 lalu, UMNO akhirnya balik lagi jadi ada di koalisi pemerintah. Goks.

Got it. Now tell me about new PM’s profile. 
Muhyiddin ini dulunya adalah politisi UMNO yang pernah jadi Wakil Perdana Menteri. Abis itu di tahun 2016, dia keluar dan membentuk Partai Bersatu barengan dengan Mahathir. Nah, secara partai bersatu ini ada di koalisi PH, maka partainya ada di koalisi yang menang dan dirinya mendapat posisi sebagai Mendagri di bawah pemerintahan Mahathir. Sekarang, Mahatir KZL banget sama Muhyiddin dan menyebut mantan menterinya itu sebagai pengkhianat.

Gosh, we need another round of coffee, please…