Managing Director IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Negatif

10

Good morning, Thursday!

Hi, we missed you. Yesterday we were halfway writing for the next-day email when we realized that it was a national holiday. Happy one-day late of Hari Raya Nyepi! Just a friendly reminder that we do not send out emails during weekends and national holidays. They are supposed to be the days for you to celebrate (if you are celebrating!) and unwind from the stressful news.

Unfortunately, in times like these we need to do that more often. Read some books, take a nice shower, have a nutritious breakfast, and check your bank account (If you already received your paycheck, congrats!) but if you’re worried about losing your jobs amid the pandemic, know that we see you, we’re thinking of you, and we are doing everything we can to make this situation less stressful for all of us. Hang in there, we will get through this together 🙂


Worried about money during this pandemic?

Gambar: The Jakarta Post

You are not alone.
The coronavirus is not only hurting human’s body, but also the world’s economy.

What do you mean?
Jadi di awal minggu ini, Managing Director IMF aka International Monetary Fund Kristalina Georgieva menyampaikan prediksinya bahwa akibat wabah corona, pertumbuhan ekonomi global di tahun ini bakal negatif, dan bakal terjadi resesi ekonomi yang kalo nggak lebih parah, ya sama lah, sama krisis ekonomi yang terjadi pada 2008 lalu.

Hah serius?
Yep. Menurut Kristalina, biar kondisi ekonomi ini nggak makin memburuk, negara-negara udah harus memprioritaskan upaya penanggulangan wabah corona dengan cepat. Kata beliau, makin cepat kita berhasil menghentikan penyebaran virus, maka makin cepat juga kondisi ekonomi global membaik.

Bentar, kok bisa separah ini sih krisisnya?
Yha dari unit paling kecil aja nih, kamu. Dengan kamu lockdown aja di rumah, kamu jadi nggak nongkrong-nongkrong di mall, terus pengunjung mall-nya jadi menurun, belum lagi coffee shop yang biasa kamu tongkrongin juga jadi kehilangan konsumen, belum lagi toko make up yang kamu suka mampir pas lagi laper mata jadi gaada yang beli. Bayangin ini berlaku juga dengan kantor kamu yang jadi nggak bisa ketemu klien, atau pabrik-pabrik yang terpaksa tutup karena karyawannya harus social distancing. This whole thing has caused a huge, huge, distress for the economy. 

I see. Now back to the IMF.
Nah, soal coronavirus, Kristalina juga bilang bahwa saat ini udah ada sekitar 80 negara yang minta bantuan dana darurat dari IMF. Menurut catatan mereka, negara yang ekonominya udah maju bakal lebih prepared dalam menghadapi krisis ekonomi ini. Tapi untuk negara low income dan emerging market, nah ini nih yang bikin worry…

Bikin worry kenapa?
Ya… karena investor juga pada cabs dari negara-negara tersebut. Menurut catatan IMF, udah ada sekitar US$83 miliar dana yang nggak jadi dinvestasikan di negara-negara emerging market, dan angka ini adalah yang terbesar sepanjang catatan sejarah. Belum lagi, negara-negara ini juga bakal terlilit utang.

So, what are we going to do?
Well, more like, what are the governments going to do? Karena ekonomi global gini banyakan ranahnya pemerintah sih, aka ini level makro. Jadi IMF sendiri mengapresiasi pemerintah di negara-negara yang mengambil langkah berani dalam bikin kebijakan ekonomi demi menyelamatkan para karyawan dan pelaku bisnis di negaranya.

Catch Me Up! on the stimulus package.
The coronavirus has hit the pause button for the economic growth, that’s for sure. Setelah minggu lalu seluruh maskapai penerbangan dunia diprediksi bakal bangkrut pada akhir Mei mendatang, negara-negara dunia juga mulai mencairkan dana buat warga dan bisnis di negaranya biar ekonomi nggak kolaps. Apa aja contohnya sih? Yuk, Catch Up!

  • The US. Tadi malem banget, pemerintah US akhirnya deal untuk ngasih dana stimulus sebesar US$2 triliun untuk menyelamatkan ekonomi negaranya. Dana ini rencananya bakal ada yang disalurkan langsung ke warga, ke bisnis UMKM, ke masyarakat yang nggak punya asuransi, dan dipinjemin buat perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut. FYI, dana ini adalah dana stimulus terbesar yang pernah disalurkan pemerintah US sepanjang sejarah.
  • Germany. Minggu lalu, Jerman juga udah setuju untuk ngasih dana stimulus buat warganya sebesar US$814 miliar. Dana ini bakal dipinjemin buat perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut dan untuk meningkatkan social spending.
  • Prancis. Minggu lalu, pemerintah Prancis juga udah setuju untuk mengalokasikan dana stimulus sebesar €45 miliar untuk pekerja dan pelaku bisnis.
  • Indonesia. Yep, kita juga punya, apparently. Presiden Jokowi menyebutkan bahwa beliau punya sembilan jurus untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia yang tengah dilanda wabah corona, di antaranya adalah kenaikan tunjangan Kartu Sembako Murah dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan untuk satu keluarga. Untuk program ini, dana yang dialokasikan pemerintah adalah sebesar Rp4,5 triliun. Selain itu, ada juga relaksasi kredit (think of: pembayaran hutang yang dilonggarkan, selama dananya dipake buat usaha). Makanya, kata Pak Jokowi, sopir taksi atau ojek drivers gausah khawatir dikejar-kejar debt collector. Sisanya di sini. Cus.