Laju Penyebaran Corona di Negara-negara Asia Melambat, Korea Selatan: Lebih Banyak Kasus Pasien yang Sembuh

202

For when corona cases are slowing down in Asia…

Gambar: Liputan6

Yep, over the weekend kemarin, beberapa negara di Asia melaporkan melambatnya laju penularan virus corona di negaranya.

Kayak, apa aja?
Misalnya, Korea Selatan yang untuk pertama kalinya pada Jumat minggu lalu melaporkan lebih banyak kasus pasien sembuh daripada pasien baru yang terdeteksi positif corona.

Sounds great!
Right? Jadi Jumat itu, KCDC, stands for Korea Centers for Disease Control and Prevention, melaporkan ada 110 kasus baru corona, menurun dibandingkan sehari sebelumnya di mana kasus barunya berjumlah 114. Pada hari yang sama, Korsel juga memulangkan 177 orang pasiennya yang telah melewati masa isolasi.

Go on…
Hal ini merupakan kali pertama angka pasien sembuh lebih banyak daripada pasien terdeteksi positif sejak pertama kalinya kasus corona ditemukan di Korsel pada 20 Januari lalu. Kondisi ini diprediksi bakal berlanjut terus, dengan lebih banyak pasien yang udah boleh pulang di beberapa hari ke depan.

So, I guess the government is happy with this?
Iya sih, tapi masih worry juga. Jadi menurut Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun, memang penyebarannya berhasil berkurang, tapi Korsel masih khawatir sama pengunjung yang datang dari luar negeri. Selain itu, di dalam negeri juga masih ada potensi penularan, khususnya di kafe-kafe, call centers, dan ruang karaoke.

I want to know their secret strategy on containing the virus…
Intense, a very intense surveillance. Jadi memang beda sama negara tetangganya, China, yang langsung melakukan lockdown, Korsel nggak gitu gengs. Tapi mereka very very intensively memonitor warganya yang menunjukkan tanda-tanda corona. Dalam satu hari, Korsel bisa melakukan pengecekan terhadap lebih dari 10 ribu orang. They even have their own drive-thru testing centers. Selain itu, penyebaran informasi publik yang agresif dan transparan juga turut membantu slowing down the virus. 

Example, please…
Jadi untuk nge-update warganya, pemerintah setempat mengirimkan pemberitahuan lewat hape kalo ada kasus baru di daerah tempat warga tersebut tinggal. Update-nya juga detail banget, kayak ngasih tau gendernya apa, gimana bisa terinfeksi, abis dari mana aja, dan ditesnya di mana (nggak, ga ada identitas pribadi, nggak ada). Dengan begini, warga jadi self-aware atas kondisi penyebaran corona di wilayahnya.

And you said there’s another country….
Yep, China, in Hubei, to be exact. Juga minggu lalu, Kamis tepatnya, pemerintah daerah Hubei mengumumkan bahwa kegiatan industri di beberapa wilayahnya akan mulai beroperasi kembali. Selain itu, aturan terkait larangan bepergian juga akan mulai dilonggarkan. Kebijakan ini akan berlaku buat beberapa wilayah di Hubei, kayak Qianjian, Shishou, Gongan, dan Zhuxi.

This is because…
Sehari sebelum pengumuman, diketahui bahwa kasus corona baru di Hubei “hanya” ada delapan kasus. Ini juga adalah untuk pertama kalinya, kasus baru harian di provinsi tersebut menyentuh angka satu digit.

Whoaaa…how do they do it?
Jadi masih kata pemerintah Hubei, angka penularan corona di wilayah itu menurun drastis dalam tujuh hari terakhir, ga lama setelah kebijakan lockdown diberlakukan. Selain di Hubei, kasus baru corona di wilayah lain di China ada tujuh, dengan enamnya merupakan imported case.

So they’re good now?
Yhaaaa masih worry juga sih. Dalam koran milik Partai Komunis China, namanya The People’s Daily, disebutkan bahwa walaupun penemuan penularan baru di China udah menurun drastis, namun warga masih harus tetep waspada, kalau-kalau ada outbreak lagi. Selain itu, saat ini pemerintah China juga lagi fokus membuka kembali pabrik-pabrik dan pusat bisnis yang terdampak parah akibat kebijakan lockdown-nya.