Ketika Pantai Berpasir Menghilang: Sebab, Efeknya, dan Apa yang Harus Dilakukan

148

For when you always use the #vitaminsea hashtags on your Instagram…

Get ready to lose ’em.
Karena hasil penelitian terbaru yang baru aja di-publish kemarin sama Journal Nature of Climate Change menunjukkan bahwa di tahun 2050, setengah dari pantai-pantai berpasir yang ada di dunia bakal menghilang.

Whaaaat?
Yep. A few reasons. Pertama, global warming, yang mendorong terjadinya erosi, aka pengikisan bibir pantai. Dengan terjadinya pengikisan ini, maka permukaan pantai yang terdiri dari pasir ini juga bakal menghilang. Para peneliti juga memprediksi bahwa 14 sampe 15 persen permukaan pantai yang terancam itu saat ini udah mengalami erosi yang parah banget.

Terus kerusakan pantai ini terjadi di mana aja?
Di mana-mana, khususnya east coast di Amerika Serikat, Asia Selatan, dan Eropa Tengah. Kerusakan pantai juga terjadi makin parah di pantai-pantai yang emang jadi pusat pariwisata dan banyak dikunjungi orang, sampe banyak bangunan yang dibangun di pinggir pantai…

Why is it related?
Karena gini loh, jadi kan emang sebenarnya, permukaan pantai itu berubah-ubah seiring dengan perkembangan cuaca (makanya kadang air laut juga surut, kadang pasang), jadinya naturally, pasir pantai juga bergerak terus seiring dengan perubahan ini, tapi dengan banyaknya bangunan di pinggir pantai, maka pergerakan pasir secara natural jadi terganggu. Efeknya, erosi di pantai-pantai yang densely populated ini terjadi makin cepat.

Terus efek dari losing beaches ini apa?
Well, pastinya kenaikan permukaan air laut yang terjadi makin cepat, kerusakan lingkungan, dan badai yang diprediksi bakal terjadi makin sering dan makin kuat. So scary. 

Well, can we do something about this?
Of course we can, by urging our government untuk memenuhi komitmennya di Paris Agreement. Jadi Paris Agreement adalah perjanjian negara-negara di dunia yang bermaksud untuk menahan agar kenaikan temperatur bumi berada di bawah 2 derajat celcius. Caranya adalah dengan membatasi emisi gas yang diproduksinya demi memperlambat pemanasan global. Nah, kalo seluruh pemerintah dunia memenuhi komitmen ini, maka at least 17 persen pantai yang diprediksi bakal hilang ini akan terselamatkan. Angkanya naik jadi 40 persen di tahun 2100, kalo efek karbon ini bisa terus ditekan.