Kerusuhan Terbesar di India dalam 10 Tahun Terakhir, Korban Tewas Mencapai 47 Orang

118

Who’s sending some updates?

Gambar: NY Times

India.
Update
 terbaru dari India, diketahui bahwa sampe kemarin, jumlah korban tewas akibat kekerasan antara umat Hindu dan Muslim di negara tersebut udah mencapai 47 orang. Kebanyakan dari para korban ini beragama Islam.

Tell me again how we got there.
Well,
 bentrokan yang disebut sebagai “the worst of the decade” ini terjadi minggu lalu di ibu kota New Delhi antara warga Muslim dan Hindu. Pemicunya adalah Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru aja disahkan sama Perdana Menteri India Narendra Modi.

How can one law cause clashes?
Well, Catch Up! on this India crisis briefing here and here. But if you need some short recap, jadi undang-undang ini bakal ngasih kewarganegaraan buat para pengungsi dari negara tetangga kayak Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh yang mau masuk ke India, tapi hal ini nggak berlaku kalo mereka beragama Islam.

Whoaaa go on…
Nah, setelah undang-undang tersebut disahkan, gelombang protes atas undang-undang yang dianggap diskriminatif itu terjadi di berbagai kota besar di India, namun puncaknya terjadi minggu lalu, sekitar Rabu ketika Modi menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Abis itu, kekerasan, khususnya terhadap warga India yang Muslim, terus terjadi hingga saat ini. Korban tewas udah mencapai 47 orang dan 300 orang luka-luka.

How are things now?
People are still holding their breath. Menurut beberapa laporan, kekerasan yang terjadi terhadap warga Muslim ini nggak cuma dibiarkan oleh pihak berwenang, tapi justru ikut didukung sama polisi. Atas hal ini, banyak warga Muslim yang udah mulai mengungsi keluar dari New Delhi.

Sounds bad. Why does Modi do all of this?
Well, he is supported by a Hindu-nationalist party to begin with. 
Lalu sepanjang pemerintahannya, Modi juga banyak mengeluarkan kebijakan yang kontroversial dan dianggap mendiskriminasi kaum Muslim yang merupakan populasi agama terbesar kedua di India itu. Salah satu kebijakan Modi yang juga menyebabkan kerusuhan adalah keputusannya untuk menghapus status “semi-otonomi” untuk Kashmir, satu-satunya daerah di India yang bermayoritas Muslim.

How do Indians react to all of this?
Well, for those Hindu moderates, kebijakan Modi ini dianggap sangat berbahaya karena bersifat diskriminatif, berlawanan dengan prinsip kenegaraan India yang sekuler, dan mengancam kehidupan bermasyarakatnya yang sebenernya toleran dan inklusif. However, banyak juga warga yang mendukung kebijakan ini, dan sikap polisi yang dinilai pasif bikin kekerasan terhadap warga Muslim makin menjadi.

I believe Modi has a say on this…
Well, yea. He’s thinking about quitting social media. Minggu lalu, Modi nge-twit, “This Sunday, thinking of giving up my social media accounts on Facebook, Twitter, Instagram, & YouTube. Will keep you all posted.”

No, I mean on the riot…
Oh. Selain minggu lalu dia bilang, “I appeal to my sisters and brothers of Delhi to maintain peace,” Modi belum ngeluarin statement apa-apa lagi. Terkait hal ini, Kongres India udah minta PM-nya itu untuk segera mengeluarkan pernyataan terkait kekerasan yang udah membunuh lebih dari 40 orang itu.

Thoughts and prayers…