Kapasitas 15 ribu Orang, Wisma Atlet Akan Dijadikan Lokasi Isolasi Pasien Corona

138

For when you’ve been hearing about Wisma Atlet…

Gambar: kompas.com

Pemerintah bakal menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai tempat isolasi pasien corona.

Hah, iya?
Yep. Hal ini disampaikan sama Presiden Jokowi pas lagi meeting soal corona sama jajaran kabinetnya kemarin. Dalam keterangannya, Pak Jokowi bilang bahwa wisma atlet ini kapasitasnya cukup besar, yaitu 15 ribu orang. Jadi kalo diperlukan yha bisa dipake.

I see. Go on.
Jadi sehari sebelumnya, Bu Menkeu Sri Mulyani emang udah bilang bahwa wisma atlet ini nggak sempet dipake pasca Asian Games kemarin. Beliau juga menambahkan bahwa lokasi ini merupakan tempat yang paling siap untuk jadi lokasi isolasi pasien corona karena air, kasur, dan listriknya udah ada.

Terus siapa aja yang bakal diisolasi di sini?
Kata Bu Ani sih, nggak cuma pasien yang menunjukkan gejala corona yang bakal diisolasi di wisma atlet, tetapi juga orang-orang yang membutuhkan dukungan medis, yang nggak menunjukkan gejala, namun berpotensi menularkan juga bakal diisolasi.

Jadi mulai kapan Wisma Atletnya bisa dipake?
Menurut Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo sih, mulai minggu depan Wisma Atlet udah bisa dipake. Rencananya, lokasi ini bakal buka Senin mendatang dan bisa menampung 1.000-2.000 pasien.

Great to hear. Anything else I should know?
Yep, untuk melengkapi Wisma Atlet dengan alat-alat kesehatan, 25 perusahaan BUMN udah patungan buat beliin alat-alat tersebut. Adapun jumlahnya masih diitung-itung tapi yang pasti, BUMN yang patungan datang dari berbagai sektor, dari mulai perbankan sampe pertambangan.

Waiiiit, I still heard something about the BUMN yesterday.
That’s true. Selain soal pengadaan alkes ini, Kementerian BUMN juga memastikan bahwa alat deteksi cepat virus corona udah masuk ke Indonesia sejak kemarin. Rencananya, alat tes ini akan datang secara bertahap dan didistribusikan ke berbagai rumah sakit corona di Indonesia.

Alat tesnya kayak apa sih?
Jadi kata jubir Kementerian BUMN Arya Sinulingga, dengan alat tes ini, gejala awal corona sudah bisa dideteksi dalam beberapa belas menit hingga tiga jam aja. Indonesia sendiri udah order 500 ribu buah alat tes tersebut.