Himbauan Jumatan di Berbagai Negara Terkait Virus Corona

231

And since it’s Friday, let’s talk about…

Friday prayers, aka Jumatan.

Whoaaa this is new. What about it?
Well, jadi seiring dengan makin menyebarnya virus corona, pemerintah di berbagai belahan dunia mulai mengeluarkan berbagai peringatan terkait kegiatan kumpul-kumpul yang melibatkan banyak orang. Salah satunya, soal salat Jumat.

Iya, kenapa Jumatan?
It’s cancelled—at least di Iran yang merupakan negara dengan corona outbreak paling parah di Timur Tengah. Negara itu mengumumkan bahwa kegiatan Jumatan di seluruh provinsi di sana bakal di-cancel dulu. So far, udah ada 2,922 orang di Iran yang terinfeksi corona dan ada 92 kasus kematian akibat virus ini.

Ouch…terus terus…
Meanwhile in Egypt, pemerintahnya juga bilang bahwa dengan adanya kasus corona ini, maka gpp pada solat di rumah aja. Hal ini penting demi menghindari kemungkinan penularan virus corona di antara para jemaah.

What about other countries?
Arab Saudi juga makin memperluas larangan umrahnya jadi nggak cuma ke warga negara asing, tapi juga ke warganya sendiri. Dalam keterangannya, pemerintah Arab Saudi bakal nge-review terus kebijakan ini. Also, so far udah dua kasus corona yang confirmed di negara tersebut.

What about here, in Asia?
Well, pemerintah Singapura sih udah mengeluarkan peringatan buat warganya yang mau Jumatan hari ini biar pada bawa sejadah masing-masing, terus hindari dulu salaman dan cipika-cipiki. Also di Jakarta, Pak Anies juga udah ngetwit biar cowok-cowok yang mau Jumatan biar pada bawa sejadah sendiri.

I see. Anything else I should know?
Uhmm jadi sebagai salah satu efek dari penyebaran virus corona ini, kegiatan beribadah jadi satu hal yang banyak disoroti, mengingat biasanya ibadah ini dilakukan bersama-sama. Selain corona outbreak di Iran yang pertama kali terjadi di tempat ibadahnya warga Syiah di Kota Qom, outbreak corona di Korsel paling parah juga bermula dari suatu gereja di Daegu. In a nutshell, hindari ngumpul rame-rame dulu ya gengs…