Harga Minyak Dunia, Tarif Ojol, Keris Diponegoro, Kunci Kebahagiaan, Raja Belanda

296

Hello Wednesday! Today we’ll start your day with something dramatic. Drum roll please, for….

Gambar: CNBC

Saudi Arabia vs Russia oil price war.

What?
Jadi Hari Minggu kemarin, harga minyak mentah dunia terjun bebas ke angka terendahnya dalam 30 tahun terakhir. Penyebabnya? Perang minyak antara Rusia dan Arab Saudi.

I am gonna need some background.
You got it. Jadi weekend kemarin, negara-negara bandar minyak yang tergabung dalam OPEC, stands for Organization of the Petroleum Exporting Countries menggelar meeting di Vienna, Swiss untuk bahas efek corona ke produksi minyak. Dalam pertemuan itu, Arab Saudi sebagai negara penghasil minyak kedua terbesar di dunia ngusulin biar negara-negara OPEC yang jumlahnya ada 15 negara itu mengurangi produksi minyaknya.

Gara-gara?
Yha gara-gara corona. Menurut Saudi Arabia, penyebaran virus corona bikin konsumsi minyak global, khususnya di negara-negara Asia berkurang, so they’re like “biar harga minyak tetep stabil, gimana kalo kita kurangin aja produksi minyak harian kita…” Menurut Saudi, kebijakan ini bakal bisa terus mendatangkan keuntungan buat negara-negara yang emang keuangannya tergantung sama produksi minyak. Kayak Saudi ini.

I see. Go on.
So Russia doesn’t like the plan. Negara yang nggak termasuk ke dalam OPEC tapi juga major penghasil minyak jadi ikut diundang meeting itu nggak setuju dengan saran dari Saudi ini, although gak jelas alesannya apa. Banyak pengamat sih yang bilang gara-gara pengurangan produksi could mean berkurangnya market share (think of: lapak jualan-nya) Rusia, dan also, the real target here is the US. 

Kok ujug-ujug ada the US?
Well, at this point you must have realized that hubungan Rusia sama US has been….interesting. Yang pasti sih nggak besties, enggak. Nah, remember that Saudi Arabia adalah negara penghasil minyak kedua terbesar di dunia? Surprise, surprise, yang pertama adalah Amerika Serikat. Jadi dengan jatuhnya harga minyak, yang sebenarnya dirugikan banget juga adalah the US, which kind of what Russia may or may not be targeting

Whoaaa mind-blowing.
Right. Now back to the OPEC, sebenernya over the weekend kemarin udah dilakukan nego-nego biar Rusia on board sama idenya Saudi Arabia, but they’re like “nope, we’re good”, so the Saudi’s like “Alright. See what I can do!”

Which is…
They went 180 derajat dari proposal awal. Karena Rusia nggak mau nurunin produksi, maka Saudi Arabia “membalas” juga dengan naikin produksi minyaknya, PLUS, ngasi potongan harga banyak banget, yaitu sampe US$7 untuk pasar AS, US$8 untuk pasar Eropa, dan US$6 untuk pasar Asia. Dengan cara ini, maka yaudah supply minyak dunia bakal melimpah and it will be cheap, cheap oil for everyone.

Yah kalo gini mah semuanya rugi dong…
Yha memang, tapi dengan cadangan minyak yang banyak dan biaya produksi yang termasuk paling rendah di dunia, Arab Saudi nggak bakal rugi-rugi banget dibanding negara produsen minyak lainnya. Akibat kejadian ini, Hari Senin kemarin, harga saham perusahaan-perusahaan minyak dunia kayak Exxon, Chevron, BP dll terjun bebas…

Olrite. One last question: where are we on this?
Well, pertama-tama sih Menkeu kita ibu Sri Mulyani kaget yha, secara in a beautiful Monday morning, tiba-tiba harga minyak dunia jatuh sampe 22 persen. Selain itu, di satu sisi kejadian ini OK aja karena sebagai negara pengimpor minyak, beban impor Pertamina jadi berkurang, tapi di sisi lain, Indonesia juga melakukan ekspor minyak, jadi ada kemungkinan penerimaan dari sektor minyak kita berkurang. Finally, Bu Ani juga menyebut bahwa perang minyak ini bakal menyebabkan ketidakpastian di pasar modal dan pasar uang jadi yhaa perlu diliat juga dampak psikologisnya.

Rumit, rumit.


For when you’ve been living by “sesuai titik ya, Bang” mantra…

Gambar: Haluan.com

Check your wallet again.
Karena per 16 Maret mendatang, tarif ojol bakal naik.

What whyyyy?
Yhaa menurut Kementerian Perhubungan sih, ada berbagai pertimbangan kenapa tarif ini naik, salah satunya adalah hasil survei pemerintah terhadap 1.860 orang pelanggan ojol. Dari hasil survei itu ditemukan bahwa para pelanggan ini nggak keberatan kalo tarif ojol naik.

Terus naiknya berapa?
Naiknya sekitar Rp 150 sampe Rp 250 rupiah. Jadi untuk tarif batas bawah, dari sebelumnya Rp. 2.000 bakal naik jadi Rp. 2.250 per kilometer. Terus untuk tarif batas atasnya bakal naik dari Rp 2.500 menjadi 2.650 per kilometer. Dengan itungan baru ini, maka tarif minimal untuk 4 kilometer pertama juga naik dari Rp 8.000 sampe Rp 10.000 jadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500.

So just FYI, I live in kahyangan…
What are you, Mimi Peri? (OMG love him!) anyway berarti kalo kamu beneran tinggal di kahyangan, kamu nggak akan terpengaruh karena kenaikan tarif ini cuma berlaku di Jabodetabek, aka Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Also, salam yha buat mimi.

OK. I want to know what the ride-hailing companies think about this…
Gojek and Grab, you mean? Well,
untuk Grab, mereka bilang bahwa pihaknya bakal menghormati dan beradaptasi dengan kebijakan pemerintah ini walaupun yhaa ada kemungkinan penurunan permintaan. Hal senada juga disampaikan sama Gojek yang menyebut bahwa pihaknya bakal mengikuti aturan baru ini dan berjanji bakal meningkatkan layanan.

What about the drivers?
Well, they’re happy. Kata Garda Indonesia yang merupakan organisasi pengemudi ojek online di Indonesia, mereka menerima kebijakan kenaikan harga ini dan hal tersebut juga udah sesuai dengan aspirasi dan saran yang diberikan.

Olrite. Anything else I should know?
Yep. Pemerintah sih ngingetin para ojol juga bahwa seiring dengan kenaikan tarif, maka layanan mereka terhadap pelanggan juga harus ditingkatkan, donk. These improvements could be done dengan cara pake jaket yang wangi, pake sepatu, pake celana panjang, sampe ngasih masker maupun penutup rambut.

Pak, sama jangan ngasih helm yang kacanya suka tiba-tiba nutup sendiri pak 🙁


Who’s coming home after more than 150 years?

Gambar: analisadaily

Kerisnya Pangeran Diponegoro.

Hah apa?
Iya, jadi kemarin, Presiden Joko Widodo menerima kembali kerisnya pahlawan nasional Pangeran Diponegoro yang udah lebih dari 150 tahun tahun berada di Belanda.

Kok bisa?
Bisa donk. Jadi prosesi penyerahan kembali keris ini dilakukan secara simbolik dalam kunjungan Raja dan Ratu Belanda, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima di Istana Kepresidenan, Bogor, kemarin.

I am gonna need some history background…
You got it.
Jadi sebelumnya, keris ini didapatkan oleh pihak Belanda jauuuuh pas masa penjajahan dulu. Waktu itu, kolonel perang Belanda, namanya Jan-Baptist Cleerens berhasil mendapatkan keris tersebut dari Pangeran Diponegoro yang ditawan oleh pihak Belanda pasca perang besar di tahun 1825-1830. Keris ini kemudian disita pihak Belanda dan diberikan oleh sang kolonel kepada Raja Willem I sebagai bentuk hadiah.

Go on…
Nah, abis itu, keris ini sempat nggak diketahui gimana kabarnya, sampai kemudian keris yang bernama Kiai Nogo Siluman itu berhasil ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden. Untuk memastikan keaslian keris ini, tim ahli dari Indonesia sampe terbang ke Leiden dan mengeceknya secara langsung. Setelah confirmed bahwa keris itu emang asli, pihak Belanda langsung ngebalikin kerisnya ke pemerintah Indonesia lewat Kedubes RI di Den Haag, yang langsung dilanjutin ke Museum Nasional Indonesia.

So, the keris is really coming home?
Yep, rencananya keris ini bakal dipamerkan di Museum Nasional. Selain keris, barang-barang lain punyanya Pangeran Diponegoro yang juga udah balik ke Tanah Air adalah payung kehormatan, tombak, dan pelana kuda.

I see. Tell me more about the keris.
Jadi keris ini berbahan dasar besi warna hitam dengan ukiran warna emas. Di sekujur bilah keris tersebut ada ukiran naganya dengan tubuh memanjang. Dulunya, tubuh naga itu berlapis emas tapi sekarang hanya tersisa jejaknya aja. Selain itu, sosok naga ini juga hanya bisa dilihat dari posisi tertentu.


For when you think money can’t buy happiness…

Gambar: theconversation

Well, it can buy you a house, a car, your latest iPhone, your Netflix subscription, and of course, happiness.
At least itu yang ditemukan dalam riset terbaru yang dilakukan di Jerman baru-baru ini. Riset tersebut menyebut bahwa money does make you happy. Well, it does, right? Nothing new. But this is the interesting part: orang yang punya duit terus melakukan amal atau donasi cenderung lebih bahagia dibanding yang enggak, tapi mereka yang memutuskan untuk saving aka nyimpen duitnya untuk diri sendiri ditemukan lebih bahagia dalam waktu yang lebih lama.

Now your question would be: How do these researchers find out? Nah, dalam percobaannya, ada 300 orang mahasiswa di Jerman yang dikasih pilihan: Pilihan pertama, dapet duit 100 euro untuk dipake sendiri, pilihan kedua, dapet duit 350 euro tapi duitnya dipake buat pengobatan penyakit TBC yang mengancam nyawa. So about 60 percent dari para mahasiswa ini memilih pilihan kedua, dan hasilnya, sebulan kemudian, mereka yang memilih pilihan tersebut cenderung less happy dibanding yang memilih pilihan pertama. Menurut para peneliti, hasil ini menunjukkan bahwa emang kegiatan-kegiatan amal bikin orang bahagia karena mereka jadi selfless dan ngasih sense of community, but also, donating means giving away something you own, so it will naturally decrease your own happiness.

Hmmm thoughts?


“I would like to express my regret and apologies for the excessive violence on the part of the Dutch in those years, and I do so in the full realization that the pain and sorrow of the families affected continue to be felt today.”

Kata Raja Belanda Willem Alexander dalam kunjungannya ke Istana Bogor, kemarin. Permintaan maaf ini disampaikan sang raja terkait kejahatan perang yang dilakukan tentara Belanda terhadap warga Indonesia pas kita awal-awal merdeka, yaitu sejak tahun 1945 sampe 1949.

Well, just like our grandma told us, apologizing is sooo better late than never.


Love Letter Catch Up!

Catchers:  Why don’t you use something like buymeacoffee? I’d love to help you guys out and I’m sure lots of readers are

Catch Me Up HQ: Hello, Amri’s here! Iya sih sebenernya banyak banget yang request untuk ini. Kalau kamu ingin langsung mendukung tim Catch Me Up!, kita udah siapin caranya kok. Gampang banget, kalian tinggal buka aja story highlight paling kanan yang ada di profile instagram kita (lihat gambar di bawah).

Nah kita juga mau ngucapin terima kasih untuk seluruh pembaca yang udah mendukung Catch Me Up! selama ini, terutama untuk pembaca kita yaitu: @saviraqaini, Joe, Jane, Teuku Muhammad Ramadhan, dan AKholiq, maaciw banyak ya untuk kopinya! Kita jadi bisa begadang deh tadi malem 🙂

-Amri-

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa), co-founder (Amri), and our COO (Qowi) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!)


Catch Me Up! Recommendations

Wanna see how powerful corona virus can change the world? Check out this gallery.