World Health Organization (WHO) Menetapkan Coronavirus Sebagai Darurat Global

107

What’s become a worldwide concern…

Coronavirus.
Karena minggu lalu, akhirnya World Health Organization (WHO) menetapkan status coronavirus sebagai darurat global.

Huh? How did we get there?
Jadi awalnya, WHO masih bilang bahwa it’s “too early” untuk bikin status coronavirus ini sebagai darurat global. Tapi over last week, jumlah penularan antar orang dan ke negara lain meningkat cepat, sampe bikin WHO menggelar emergency meeting di Geneva, Swiss, pada Kamis lalu. Nah, pas itu, langsung deh diumumin bahwa coronavirus ini berstatus darurat global aka global emergency.

I see. Go on…
Dalam keterangannya, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bilang bahwa penetapan status ini bukan cuma karena atas apa yang terjadi di China, tapi juga yang terjadi di negara lain. Tedros juga menyatakan bahwa concern utama lembaganya adalah gimana kalo virus ini menyebar ke negara lain yang sistem kesehatannya lemah, sehingga mereka nggak siap untuk menanggulangi virus tersebut.

What does this status mean for the virus?
Well,
dengan ditetapkannya coronavirus sebagai global health emergency, maka WHO bakal bisa dengan lebih baik mengkoordinasikan respon negara-negara anggotanya terhadap virus ini. Selain itu, WHO juga bakal punya aturan standar terkait kebijakan karantina, perdagangan, screening, sampe traveling yang bisa digunakan oleh negara-negara tersebut.

Meanwhile in Indonesia…
Kemarin kita udah berhasil memulangkan 238 orang dari total 245 WNI yang ada di Wuhan. Tapi yang nggak ikut pulang di antaranya ada tiga orang yang gak lolos screening coronavirus, dan ada empat orang yang emang milih untuk stay di Wuhan karena lebih nyaman berada di sana. Wow.

Trus, mereka udah balik ke Indonesia?
Yep, tepatnya ke Natuna, di Kepulauan Riau. Kata Kemenkes, para WNI asal China ini bakal diobservasi dulu selama 14 hari untuk memastikan bahwa mereka benar-benar sehat.

Natuna yang kemaren rame yah? Kenapa kok di Natuna?
Ada beberapa pertimbangan sih kenapa Natuna jadi tempat pilihan untuk observasi. Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, beberapa perkembangan di antaranya adalah pertama, karena pangkalan militer Natuna punya fasilitas rumah sakit yang bagus dengan kapasitas 300 orang. Terus juga tempatnya lumayan jauh dari pemukiman warga, dan letak rumah sakitnya juga nggak jauh dari landasan pesawat.

I see. So people are ok with this?
Not really.
Kemarin, sejumlah warga di Natuna melakukan aksi penolakan para WNI di wilayahnya. Menurut mereka, fasilitas kesehatan di Natuna juga nggak lengkap, dan mereka takut terjadinya penyebaran coronavirus di wilayahnya yang kecil tersebut.