WNI, Kabinet Jokowi-Ma’ruf, BPS, Koperasi dan UKM, MAKI

71

Hello, welcome back to Monday! It’s finally sunny in February and here’s your today’s catch up! from over the weekend…

Gambar: ANTARANEWS.com

First stop, Natuna.
Yep yep, Sabtu kemarin, 238 WNI yang baru balik dari China akhirnya kembali ke daerah asal mereka masing-masing setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

It’s about the coronavirus, I guess?
Correct. Jadi pada 2 Februari lalu, para WNI ini dipulangkan dari China ke Indonesia setelah terjadi corona outbreak yang bermula dari negeri tirai bambu tersebut. Nah, pas nyampe ke Indonesia, para WNI yang kebanyakan mahasiswa ini segera menjalani masa observasi dan dikarantina selama dua minggu di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, untuk mengantisipasi penyebaran coronavirus.

So everything’s good?
Yep. Para WNI ini kemudian dipulangkan ke daerahnya masing-masing lewat Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Emang para WNI ini berasal dari mana aja?
Totalnya mereka berasal dari 30 provinsi, dan paling banyak adalah dari Jawa Timur, yakni 68 orang. Dari jumlah ini, diketahui juga bahwa ada 158 orang perempuan dan 80 orang laki-laki.  Terus kalo usia, yang paling muda adalah lima tahun dan paling tua adalah 64 tahun.

Does anyone have a say about this?
Yep, Pak Jokowi. Jadi dalam keterangannya, beliau bilang bahwa seluruh WNI yang diobservasi di Natuna berada dalam keadaan sehat dan siap untuk kembali ke keluarganya. Selain itu, pihak Istana juga minta masyarakat untuk menyambut kembalinya para WNI ini dengan tulus dan ikhlas.

Any other updates on coronavirus?
Yep, update sampe tadi malam, jumlah orang yang udah tertular coronavirus adalah 69,260 jiwa di seluruh dunia, dengan at least 1,666 orang meninggal. Terus ada juga soal kapal pesiar Diamond Princess yang udah beberapa minggu ini dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, dan udah confirmed bahwa ada 355 penumpangnya yang positif terjangkit coronavirus. We’ll keep you updated.


Who’s just getting their report cards back?

Gambar: KOMPAS.com

Kabinet Jokowi-Ma’ruf.
Kemarin, lembaga survei politik, namanya Indobarometer, baru aja ngerilis hasil evaluasinya atas 100 hari pemerintahan Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin.

So what do the teachers say?
Uhmmm more like the evaluators kali yha. Well, to start off, we got an A for the ketua kelas aka Pak Jokowi. Jadi menurut hasil surveinya, katanya 70,1 persen publik puas atas kerjaan Pak Jokowi sebagai presiden. Angka ini naik dari survei yang dilakukan di tahun 2015 lalu, di mana tingkat kepuasan publik terhadap RI-1 ada di angka 57,5 persen.

Ok, go on…
And then we have the report cards for the rest of the class. Untuk overall performance dari Indonesian Cabinet class of 2020 aka Kabinet Indonesia Maju (KIM), angka kepuasannya ada di 54,4 persen.

What about individual performance?
We’re getting there. Jadi untuk menteri yang paling populer, ranking satu ditempati oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Pak Prabowo Subianto. Kata surveinya Indobarometer, Pak Prabowo jadi nama menteri yang paling populer dibanding menteri-menteri lain dengan angka 18,4 persen. Hal ini tentunya dipengaruhi juga oleh the fact that beliau pernah nyapres sebanyak dua kali sebelum jadi menteri.

And the runner ups?
We also have Menkeu Bu Sri Mulyani yang jadi menteri paling populer kedua setelah Pak Prabowo dengan persentase 10,6 persen, disusul oleh the new kid on the block aka pendatang baru, Menteri BUMN Pak Erick Thohir, dengan angka 8,2 persen.

Go on…
We have the report cards for the best performence, individually. Menurut publik, menteri yang kinerjanya paling memuaskan adalah, jeng jeeeeng…masih Pak Prabowo dengan angka 26,8 persen, juga disusul sama Bu Ani dengan 13,9 persen, dan Pak Erick dengan 12,6 persen. Berada di posisi keempat adalah Menkopolhukam Prof. Mahfud MD dengan angka 7,3 persen, dan Mendikbud Mas Nadiem dengan 5,2 persen.

Meanwhile….
Kyai Ma’ruf, we need to talk. We just received your report card, and it doesn’t look as stunning. Hasil survei tadi juga menyebutkan bahwa angka kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Kyai Ma’ruf Amin berada di angka 49,6 persen, jauh lebih kecil dibanding angka yang diterima Pak Jokowi, dan worse juga dibandingin nilai mantan wapres sebelumnya, Pak Jusuf Kalla, pada 2015, yang meraih angka kepuasan kinerja sebesar 53,3 persen.

I see. Anything else I need to know?
Well, in case you’re wondering
, survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden pada 9-15 Januari 2020. Selain itu, teknik pengumpulan data adalah berupa wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

Good luck next semester!


Who’s saying, “We’re counting (on) you?”

Gambar: Kontan.co.id

My family, of course. I am the breadwinner.

Mehehehe not that.
It’s the BPS aka Badan Pusat Statistik yang minggu lalu baru aja memulai proses Sensus Penduduk 2020. Sensus ini bakal berlangsung terus secara online sejak 15 Februari sampe 31 Maret mendatang, dilanjutkan secara offline selama Juli 2020.

I am gonna need some background.
OK. Jadi Sensus Penduduk ini adalah proses pencatatan data kependudukan yang dilakukan terhadap seluruh warga Indonesia. Sensus ini dilakukan buat dapetin karakteristik populasi kita saat ini, dan dalam aturannya, sensus dilakukan 10 tahun sekali. Selain itu, kata Kepala BPS Suhariyanto, diadakannya sensus ini demi menuju satu data kependudukan Indonesia.

Tell me more.
Terkait kegiatan ini, Pak Jokowi bilang bahwa sensus ini penting banget, so important that he created its own video… here.

Why is it important?
Karena kata Pak Jokowi, informasi yang kita kasih itu bakal menentukan kebijakan pembangunan ke depannya sehingga pemerintah bisa tahu daerah mana aja yang butuh penambahan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, dll. Selain itu, Pak Jokowi juga minta masyarakat ngasih data kependudukannya dengan jujur, biar hasil #sensus2020 ini akurat.

What data do they need, exactly?
Macem-macem, mulai dari data tempat tinggal kamu, sampe data keluarga. If you have 5 to 10 minutes, terus sekarang lagi megang KTP dan nomor KK, cuss yuk isi datamu di sini. Still a better way to kill your time  than scrolling your ex’s cousin’s Instagram post from 134 weeks ago. 

I am not doing that in my spare time…
No judging, but if you can’t fill it up online, BPS juga melakukan sensus secara offline, aka datang ke rumah-rumah. Dalam sensus offline ini, petugas bakal dateng dan wawancara langsung penduduk untuk disensus. Totalnya, baik online atau offline, bakal ada 21 pertanyaan yang ditanyakan.

Whoaa datengin ke rumah satu-satu?
Yep, that’s why BPS rencananya bakal buka lowongan buat 390 ribu orang petugas tenaga lepas untuk melakukan door-to-door survey. Masih kata Pak Suhariyanto, untuk bisa jadi petugas ini, syaratnya adalah lulusan minimal SMA, dan diumukan di masing-masing daerah pada April mendatang.

Olrite. Anything else?
Well,
rencananya, hasil akhir dari #sensus2020 yang akan berupa data kependudukan ini bakal dirilis pada 2021. Hasil ini juga rencananya bakal dikasi ke kementerian dan lembaga terkait untuk bikin program masyarakat kayak kebutuhan pangan, tempat tinggal, sampe lapangan pekerjaan.


Who’s just putting up the “closed for business” sign?

Gambar: jambi-independent.co.id

Sekitar 81.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Weekend kemarin, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) baru aja ngasih keterangan bahwa pihaknya udah membubarkan sekitar 81.686 koperasi selama empat tahun terakhir. Pembubaran ini, kata sekretaris Kemenkop UKM Rully Indrawan paling banyak dilakukan di tahun 2016 lalu, yaitu sampe mencapai 45.629 koperasi. Terus di tahun 2017 sebanyak 32.778, tahun 2018 sebanyak 2.830 koperasi, dan terakhir di tahun 2019 yang membubarkan 449 koperasi.

Masih kata Pak Rully, walaupun jumlah koperasi jadi lebih sedikit, namun yang penting adalah kualitas dan benefit dari koperasi yang diterima anggotanya.

Yeppp, quality over quantity. Sounds like us when looking for a soulmate…


MAKI akan memberikan hadiah HP iPhone 11 bagi siapa pun yang mampu memberikan informasi keberadaan Harun Masiku atau Nurhadi.”

Gitu kata pengumuman dari LSM Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) yang bakal ngasih iPhone 11 buat siapa aja yang bisa ngasih info ke pihak berwajib soal keberadaan dua buronan kasus korupsi yang lagi dicari KPK, Harun Masiku dan Nurhadi. Keduanya udah lebih dari satu bulan masuk ke daftar buronan KPK, tapi sampe sekarang belum ketauan “dmn posisi?”.

Calling all Apple boyz and galz…


Love Letter Catch Up!

Hi there, Catchers!

Notice some difference in our head banner today? Yep, it is a sponsored content! If you find it cute and eye catching, and you want your brand/logo/communities/basically anything being placed in our head banner like this one, we can definitely do that! Hit us up! on [email protected] and let’s talk business! 

Pssst… we’re still in a promotional period (means you’ll get to place your ads in a cheaper price than our regular rate) and we will provide you with some package that will be useful for your business. See you!


Catch Up! Recommendations

For when you want to warm your heart in this rainy season, go see it in cinema before turun tayang.