Waspada Corona, Singapura Menaikkan Tingkat Status dari Kuning Menjadi Orange

80

Welcome back to Monday. Today, we’ll get you updated on our neighbours; from Thailand and Australia, but let’s start with…

Gambar: FMT

Singapore.

Jumat lalu, Singapura menaikkan satu tingkat status wabah coronavirus di negaranya dari kuning menjadi orange. 

What does that mean?

Jadi Singapura itu punya namanya Dorscon Alert Level, stands for Disease Outbreak Response System Condition. Dorscon yang merupakan ukuran untuk tingkat kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit ini ada empat level; dimulai dari hijau yang paling ringan penyebaran penyakitnya, sampe merah di mana penyakitnya parah dan menyebar secara luas.

I see…

Nah kemarin itu, Kementerian Kesehatan Singapura dengan resmi mengumumkan kenaikan status darurat atas coronavirus di negaranya dari kuning menjadi orange. Hal ini menyusul munculnya empat kasus baru coronavirus di Singapura, padahal penderitanya nggak punya history abis bepergian ke China.

Whoaa terus terus…

Dengan kenaikan status ini, fokus pemerintah Singapura saat ini adalah untuk menghentikan penyebaran virus secara lebih agresif. Menteri Kesehatan Singapura juga bilang bahwa pihaknya udah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi situasi ini. So far, jumlah warga Singapura yang udah confirmed terpapar virus corona adalah 33 orang.

I also heard something about panic buying?

Yep, nggak lama abis pengumuman status ini, warga Singapura yang panik langsung belanja banyak banget bahan kebutuhan pokok di berbagai swalayan. Para warga ini udah mulai worry bahwa dengan ditingkatkannya status coronavirus, maka mereka udah harus stay di rumah dan dilarang beraktivitas di luar ruangan.

Terus kata pemerintahnya apa?

Kata Presiden Singapura Halimah Yacob, pemerintah kan emang ngasih update secara reguler, hampir tiap hari, jadi bisa aja hal ini memunculkan situasi darurat di masyarakat. Meski begitu, beliau berharap biar warganya bisa menerima informasi tersebut dengan rasional. Halimah juga meminta warganya untuk nggak melakukan hal-hal yang “not helpful to ourselves or our community.”