Tentara Militer Thailand Melakukan Aksi Penembakan, Puluhan Orang Menjadi Korban

68

What people were watching closely over the weekend…

Gambar: WSJ

Thailand shootings.

Yep, sepanjang weekend kemarin, a chilling news came from our neighbour aka Thailand. Mulai Sabtu lalu, di sebuah kota namanya Nakhon Ratchasima, terjadi penembakan massal yang menewaskan 29 orang dan 58 orang lainnya luka-luka.

I’m gonna need some background.

OK. Jadi penembakan massal ini dilakukan sama satu orang tentara militer, namanya Jakrapanth Thomma yang emang terlatih dalam menggunakan senjata api. Jadi awalnya, Jakrapath ini terlibat cekcok sama rekan militernya soal pembagian komisi penjualan rumah. Ga lama kemudian dia nulis di Facebook, “People who grow rich by cheating and taking advantage of others. Do they think they can spend the money in hell?”

Terus…

Nah terus, Jakrapath ini nyamperin atasannya di militer untuk bahas lebih jauh soal masalah komisi tadi, which ended up si atasannya itu tewas dia tembak. Abis itu, Jakrapath menuju ke pangkalan militer tempat dia kerja, mencuri senjata api dari gudang penyimpanan dan membunuh rekan-rekan militernya juga yang lagi jaga.

OMG…

From there, he drove all the way ke sebuah mall, namanya Terminal 21, dan dia langsung melancarkan serangan tembakan secara membabi-buta kepada para pengunjung mall, yang kebetulan lagi rame banget, secara pas weekend. Totalnya, tragedi penembakan sampe pelakunya berhasil ditaklukan ini berlangsung selama 18 jam, dan baru berakhir pada jam 9.30 Minggu pagi waktu setempat.

Walk me through…

OK. Jadi pas masih otw menuju mall, Jakrapath udah menembak siapa aja yang ditemuinya di jalanan, menyebabkan banyaknya korban yang meninggal pas lagi jalan di pedestrian area, maupun mereka yang lagi nyetir mobil dan mengendarai motor. Dia juga nembak tangki pom bensin hingga menyebabkan area sekitarnya kebakaran. Abis itu, Jakrapath kemudian masuk ke dalam mall dan melakukan penembakan lagi terhadap para pengunjung.

I heard something about his mom?

Yep, jadi kan dalam kejadian ini, masih ada ratusan pengunjung mall yang ikut terperangkap di dalam mall dan nggak bisa cabs. Satuan keamanan kemudian datang dan berupaya mengevakuasi para pengunjung dikit-dikit sambil berupaya menaklukan Jakrapath, and at some point, mereka mendatangkan ibunya untuk minta dia menyerah. Dalam upaya penaklukan itu juga, Jakrapath sempet-sempetnya update Facebook saying, “Death is inevitable.”

Then, it was over?

Yep. Setelah melalui proses upaya penaklukan yang terjadi semaleman, besok paginya, Jakrapath kemudian terdesak dan tewas setelah ditembak oleh pihak keamanan. Bersama Jakrapath, ditemukan juga dua senjata dan 800 peluru hasil curian yang digunakannya untuk melancarkan aksinya.

I wanna know what the authorities said about this.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dalam konferensi persnya kemarin meng-confirm bahwa motif pelaku melakukan penembakan massal ini adalah karena soal komisi penjualan tadi. Sebagai mantan jenderal militer, Prayuth juga mengakui bahwa masalah mental health di kalangan militer emang banyak terjadi, dan hal ini harus diatasi. Beliau juga bilang bahwa kejadian mass shootings ini adalah yang pertama kalinya terjadi di Thailand (tho, it’s legal to own a gun in Thailand)and he hopes it will never happen again.