Ribuan Massa Melakukan Aksi Long March di Depan Gedung DPRD Sumatera Utara

65

For when you’ve been enjoying bacon for breakfast…

Gambar: Antara News

You might want to know more about this #savebabi campaign.

Huh? apatu?

Kemarin, ribuan massa yang menamakan dirinya #gerakansavebabi melakukan aksi long march di depan gedung DPRD Sumatera Utara.

Heh… ngapain?

Jadi dalam long marchnya, peserta aksi yang kebanyakan adalah para peternak, pengusaha kuliner, hingga pencari makan ternak babi yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara itu, menuntut pemerintah untuk turun tangan terkait munculnya penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika dan Hog Cholera (Kolera Babi). Selain itu, mereka juga datang ke kantor DPRD Sumut untuk memprotes isu terkait rencana Pemprov Sumut yang katanya bakal melakukan pemusnahan ternak babi terkait wabah penyakit tadi.

Are they really going to do that, though?

Nggak sih. Kata Pemprov Sumut, pihaknya nggak akan memusnahkan babi karena hal itu bertentangan dengan peraturan pemerintah tentang kesejahteraan hewan. Selain itu, Gubernur Sumut Pak Edy Rahmayadi juga bilang bahwa yang mau dimusnahkan bukan babinya, tapi penyakitnya.

Oh gitu. Terus pemerintah do something nggak about this disease?

Yoyoy. Pemprov Sumut bilang bahwa pihaknya lagi berusaha keras menghentikan penularan virus ASF dengan melakukan banyak tindakan, kayak menghentikan lalu-lintas distribusi babi, membuat posko reaksi cepat, disinfektan, hingga pendataan babi. FYI, sampe kemaren, virus babi ini telah menewaskan hampir 47 ribu ekor babi di Sumut aja. Selain itu, belum ditemukan vaksin untuk wabah ASF, sedangkan untuk hog cholera sih udah ada.

I see. Tell me more about this #savebabi thing…

You got it. Jadi dalam lima bulan terakhir, para peternak babi di tanah Batak terus mengalami kerugian karena hewan ternaknya nggak laku akibat kemunculan berbagai virus ini. Massa menyebut, babi adalah sumber perekonomian mereka dan selain itu, babi juga memiliki kedaulatan sendiri dalam adat Batak, makanya babi nggak boleh dimusnahkan.

Amen to that. Terus ada komentar nggak dari anggota DPRD-nya?

Ada donk. Gak lama setelah massa berorasi di depan gedung DPRD Sumut, seorang anggota DPRD, namanya Viktor Silaen, hadir untuk menemui para pendemo. Dalam jawabannya, Viktor menyampaikan berbagai hal; yaitu pertama, nggak bakal ada yang namanya pemusnahan babi. Kedua, dalam hal penanggulangan berbagai virus tadi, pihak Pemprov juga udah kerjasama dengan pemerintah pusat, dan terakhir, Viktor menyebut bahwa nggak ada larangan buat mam babi karena virus-virus tadi nggak menyebar ke manusia. Dengan adanya penjelasan ini, massa pun membubarkan diri dengan damai dan mereka nggak jadi lanjut demo ke kantor gubernur.

Boy, this is why we love democracy.