Kongres Pemilihan Ketua Umum PAN Periode 2020 – 2025 Berlangsung Ricuh

79

It’s Wednesday, and if you feel unmotivated because the weekend is too far, we have just the right story to shake up your midweek blues…

Kongres PAN.

What?

Iya, kongresnya Partai Amanat Nasional (PAN) yang berlangsung ricuh. Ini beneran ricuh gengs, karena diwarnai sama lempar-lemparan kursi, kaca yang pecah, sampe kepala kader PAN yang bocor.

Ini bukan lagi ngomongin WWE SmackDown yang banyak adegan banting-banting kursi itu kan?

MEHEHE bukan. Jadi emang sejak Senin kemarin, PAN lagi menggelar kongres untuk memilih ketua umum periode 2020-2025. Kongres ini digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan dihadiri oleh para kader PAN dari seluruh Indonesia. Ada pun para calon ketum tadi bakal bertarung buat memperebutkan 590 suara para kader.

Olrite. Tell me about the calon ketum.

You got it. So we have four candidates in the stage of “Who wants to be the next Ketum PAN”. Keempatnya adalah…

  • Zulkifli Hasan. Ketum petahana yang maju lagi untuk periode selanjutnya. Pak Zul ini pas eranya Pak SBY pernah jadi Menteri Kehutanan, dan juga merupakan besannya Pak Amien Rais.
  • Mulfachri Harahap. Anggota DPR RI saat ini dari Fraksi PAN. Sebelumnya, Bang Fachri ini sempat juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN (like ketua kelas, but for parpol di DPR) di periode sebelumnya.
  • Asman Abnur. Mantan Menteri PAN-RB di era Pak Jokowi-JK, tapi kemudian mundur dari jabatannya karena sikap PAN yang sering beda sama pemerintahan Pak Jokowi.
  • Dradjad Wibowo. Politisi PAN yang juga merupakan seorang ekonom.

Now tell me about the congress…

Jadi emang kongres PAN ini udah ricuh dari sebelum dibuka gengs. Alasannya sih nggak jauh-jauh dari para peserta yang datang untuk mengikuti kongres tapi nggak dapet akses masuk karena proses registrasi peserta udah berakhir. Insiden ini kemudian berakhir dengan dorong-dorongan dan perampasan laptop punya penyelenggara.

Ok, terus-terus…

Before we get further, meet… #kubuzulhas dan #kubumulfachri yang saling tuding. Menurut #kubuzulhas, ribut-ribut pas proses registrasi itu didalangi oleh tim pemenangannya #kubumulfachri. Sedangkan menurut #kubumulfachri, kongres ini nggak sesuai aturan karena banyak pendukungnya yang nggak dapet ID card dan kamar.

So, it’s about “pertarungan calon dua ketum”?

Well, at least that’s what we hear from the shouting. Jadi pas insiden lempar-lemparan kursi kemarin, nama yang ikut diserukan para peserta kongres adalah Mulfachri dan Zulhas aja.

Got it. Kenapa sih pada pengen jadi Ketum Partai?

Well, the power, of course. Jadi ketum parpol means kamu jadi orang nomor satu di partai itu. It also means that you have a lot of power untuk menentukan kebijakan partai, mulai dari mau mengusung siapa di pilkada, ngatur kader partai yang ada di seluruh Indonesia, sampe pas pilpres nanti mau ikut koalisi siapa *uhuk* 2024 will come faster than you think *uhuk*.

Olrite. Back to the congress…

Nah, ricuh kemarin yang sampe menyebabkan lempar-lemparan kursi itu dimulai dengan pembahasan tata tertib yang berlangsung alot, hingga menyebabkan pembahasannya diskors. Selang beberapa saat, #kubumulfachri yang balik lagi ke arena kongres mulai dilemparin kursi hingga kubu ini dievakuasi.

Terus, terus… siapa yang menang?

Well... Akhirnya semalem ketum petahana Zulkifli Hasan yang terpilih lagi jadi Ketua Umum PAN periode 2020-2025. Ini artinya, beliau jadi Ketum PAN pertama yang menjabat lebih dari satu periode. Pak Zulhas sendiri dapet 331 suara, unggul dari pesaing terdekatnya, Pak Mulfachri, dengan 225 suara.