Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Tidak Tahu Menahu Mengenai Kegiatan Susur Sungai

67

For you’ve been hearing about middle schoolers in Yogyakarta…

I also heard things about river…
Right.
 Jadi pada Hari Jumat minggu lalu, tercatat ada sepuluh orang siswi SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta yang meninggal setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka susur Sungai Sempor.

And susur sungai Sempor is…
Kegiatan mengenal sungai, kayak potensinya, kondisinya, sampe kegiatan yang bisa dilakukan kayak bersih-bersih sungai. Sedangkan Sempor adalah nama sungai yang ada di DI Yogyakarta.

OK Go on…
Nah, jadi total murid yang ikut kegiatan susur sungai itu ada 249. Sementara itu, pembina pramuka yang mendampingi ada tujuh orang: di mana satu orang menunggu di sekolah, satu menunggu di garis finish, empat ikut turun ke sungai, dan satu lainnya ikut turun ke sungai tapi kemudian pergi karena ada keperluan.

I don’t like what I am about to read…
Well, you can skip if it’s too sad to read this early in the morning, but if you must know….
jadi emang ketika para murid ini mulai turun ke sungai, airnya masih dangkal. Namun sekitar sejam kemudian, terjadilah hujan deras sehingga air sungai tiba-tiba menerjang para murid, dan sebagian besar hanyut terbawa arus. Kejadian ini menyebabkan 10 siswi meninggal dunia, dua orang lainnya masih hilang, dan 23 mengalami luka-luka.

OMG, that’s horrible…
Iya, kata kakak seorang korban, susur sungai itu dilakukan tanpa perencanaan dan persiapan sebelumnya dan langsung dilakukan pada hari itu juga, minus properti keamanan dan izin orangtua. Bahkan kepala sekolah SMPN 1 Turi juga mengaku gak tahu kalo ada kegiatan itu.

How was the weather though?
Bad. It was raining heavily and very windy. 
BMKG sebelumnya juga udah nyampein peringatan dini bahwa akan terjadi hujan pada siang hingga sore hari itu. Bahkan di tengah penyusuran sungai ketika cuaca mendung dan warga sekitar udah ngasih peringatan, namun kegiatan tetap dilanjutkan atas instruksi pembina.

So, who’s been held accountable for this?
Well, so far Polda DIY udah memeriksa 13 orang pada hari itu dan esoknya menetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu pembina pramuka yang juga guru olahraga. Hal ini karena menurut polisi, dialah orang yang bertanggung jawab menentukan lokasi susur sungai dan kemudian meninggalkan para siswi di tengah kegiatan.

Who else?
Kemarin, Polda DIY menetapkan dua orang lain sebagai tersangka; yang satu adalah guru, sedangkan yang lain merupakan pembina pramuka dari pihak luar sekolah. Menurut polisi, keduanya memiliki Kursus Mahir Dasar (MKD) Pramuka, sehingga seharusnya mereka paham gimana keamanan kegiatan kepramukaan.