Jokowi Akan Tegas Copot Jabatan TNI Atau Polisi yang Membiarkan Kebakaran Hutan

88

For when you’ve been dealing with the same problem every year…

Gambar: Liputan 6

Pak Jokowi can relate.

Kemarin, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Pak Jokowi menyampaikan kebeteannya karena kebakaran hutan terjadi terus tiap tahun.

Apa katanya?

Jadi Pak Jokowi melakukan flashback gitu gengs, katanya pas baru jadi presiden di tahun 2015 silam, karhutla yang terjadi menghabiskan 2,5 juta hektare lahan. Terus angka itu turun jadi 150 ribu hektare di tahun 2017, tapi sejak 2018 sampe 2019, angka ini meningkat terus...so he’s like “ini ada apa si? apa yang dicopot masih kurang?”

Dicopot apa maksudnya?

Dicopot dari jabatannya. Jadi sejak tahun 2016, Pak Jokowi udah bikin aturan bahwa kalo ada TNI atau Polisi yang ngebiarinin daerahnya mengalami kebakaran hutan, maka para pimpinan TNI atau polisi itu bakal dicopot. Kata Pak Jokowi, kalo emang ada satu daerah mengalami karhutla, maka dia bakal langsung nelepon Panglima TNI maupun Kapolri untuk nanyain “Halo halo Pak Panglima atau Pak Kapolri, itu ada daerah kebakaran. Jadi gimana? Kapolda, Pangdam, Kapolres, atau Dandim-nya udah dicopot belum?”

Idih ngeri abis…

Iya gitu, karena kata Pak Jokowi, dia pengen kita lebih hati-hati dalam menghadapi bencana karhutla. Menurutnya, Indonesia nggak mau kayak negara lain yang mengalami karhutla besar-besaran. Contohnya adalah Rusia yang telah kehilangan 10 juta hektare lahan, Brasil yang kehilangan 4,5 juta hektare hutan amazon dan Australia yang so far juga udah kehilangan sekitar 11 juta hektare lahan. Pak Jokowi juga menyebut bahwa ada 500 jutaan (We’re pretty sure the exact number is more than 1 Bil?) satwa yang mati karena kebakaran di sana, dan hal ini sayang banget, karena kekayaan hayati itu nggak bisa diitung dengan uang.

Terus cara biar nggak kayak negara lain gimana?

Yhaa pokoknya kalo ada titik api, walaupun kecil harus buru-buru dipadamkan karena makin gede apinya makin susah padam. Selain itu, beliau juga minta adanya penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut

Dan yang paling pentiiiing…

Solusi ekonomi permanen aka jangan ada lagi pihak-pihak yang bakar hutan. Hal ini adalah karena dari laporan yang diterima Pak Jokowi, ketauan bahwa 99 persen kasus karhutla yang terjadi di Indonesia dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, aka dibakar oknum. Beliau bilang, polisi harus berani tegas menghukum siapapun yang ketauan membakar hutan, baik perorangan atau korporasi. Bener yha paaaak….