ISIS, Travel Ban, Wuhan, Buaya Berkalung Ban, Banjir Bogor

69

Hello, It’s Tuesday. If you’ve been hearing “I am coming home…” so many times lately, please also meet…

Gambar: Europe Post

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang rencananya juga bakal mulangin 600 WNI yang sempat bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) ke tanah air.

Hah kata siapa?

Kata Menteri Agama Fachrul Razi. Jadi dalam suatu acara yang digelar di Ancol minggu lalu, Pak Fachrul bilang bahwa dalam waktu dekat ini, BNPT bakal mulangin 600 orang yang tersesat dan gabung sama ISIS dan sekarang lagi berada di Timur Tengah.

Y tho’.

Kata Pak Fachrul sih, para WNI ini bakal balik ke Indonesia karena kepentingan kemanusiaan. Selain itu, beliau juga bilang bahwa merupakan kewajiban bagi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan membina para WNI eks-ISIS ketika mereka pulang ke Indonesia.

Terus…

Pak Fachrul juga menjelaskan bahwa para teroris ini bisa bikin orang baik jadi orang jahat dalam waktu dua jam aja, namun untuk bikin orang jahat jadi orang baik, maka waktu dua tahun juga belum tentu cukup. Karenanya, beliau juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi eks teroris ini, biar mereka bisa balik lagi jadi warga negara Indonesia yang baik.

Ini udah fix nih rencananya?

Belum sih. Kata Kepala BNPT Suhardi Alius, hingga saat ini masih belum ada kesepakatan final soal rencana pemulangan ratusan WNI eks ISIS ini. Menurut Pak Suhardi, rencana ini masih dalam tahap pembahasan dengan beberapa instansi terkait.

Does anyone else has a say?

Yep, Kepolisian RI. Kata polisi, mereka nantinya akan memverifikasi dan memprofil bekas anggota ISIS untuk diliat apakah mereka beneran WNI. Selain itu, hasil profiling dan kajian strategis tadi akan dilanjutkan dengan program deradikalisasi, untuk mastiin bahwa orang-orang ini nggak menyebarkan paham ISIS di Indonesia.


What’s just getting an extension?

Gambar: The Guardian

Definitely not my eyelash.

Ya emang bukan, tapi kebijakan travel ban-nya Presiden AS, Donald Trump.

Huh?

Iya jadi minggu lalu, pemerintahannya Trump baru aja mengumumkan perpanjangan masa travel ban aka larangan bepergian buat warga dari negara-negara tertentu ke Amerika Serikat. Dengan adanya ketentuan ini, warga negara dari list yang dikenakan larangan bepergian tadi bakal nggak dikasih visa untuk masuk ke AS.

I am not really following the issue.

That’s why we’re here. Jadi awalnya pas masi era kampanye Pilpres di tahun 2016 lalu, Trump emang bikin janji kampanye yang bunyinya, in his words: “total and complete shutdown of Muslims entering the United States”. Nah, setelah beneran kepilih, Trump pun menunaikan janjinya itu dengan mengeluarkan executive order yang melarang masuk bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim yaitu Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Ok. Terus…

Nah yaudah, sepanjang berlaku sejak tahun 2017 sampe sekarang, aturan ini sebenernya banyak menerima tantangan baik secara legal (banyak yang ngegugat), maupun sosial (banyak warga AS yang turun ke jalan untuk memprotes kebijakan ini) dan juga hashtag-hashtag di socmed, kayak #NoMuslimBan #NoBanNoWall, dll…

I am reading…

Nah sekarang, travel ban ini dikenakan nggak cuma buat tujuh negara tadi aja, tapi juga ada beberapa negara tambahan yaitu Nigeria, Myanmar, Eritrea, Kyrgyzstan, Sudan dan Tanzania. Hal ini of course bikin kaget donk, secara Nigeria adalah salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Afrika.

Kenapa negara-negara ini yang dapet travel ban?

Kalo keterangan dari pemerintahannya Trump sih karena negara-negara tersebut menunjukkan “ketidakinginan” dan “ketidakmampuan” dalam memenuhi standar keamanan. Disebutkan juga bahwa negara-negara tadi nggak ngasih informasi yang cukup terkait data kriminal dan terorisme, dan sistem e-paspornya juga lemah.

I am still reading…

Nah, tapi beda sama negara-negara yang kena travel ban sebelumnya, list negara baru ini masih boleh masuk ke AS kalo pake visa turis, bisnis, atau jenis visa lainnya, yang penting non-immigration visa. Selain itu, warga negara yang high-skilled dan udah punya visa AS sebelum kebijakan ini berlaku juga masih boleh lanjut masuk ke Negeri Paman Sam.

I see. Anything else I should know?

Kayak biasa, kebijakan Trump kali ini juga menuai pro dan kontra, terutama karena bentar lagi AS bakal pemilu, dan Trump lagi menghadapi tantangan pemakzulan. Menanggapi hal ini, anggota DPR yang juga calon capres asal Partai Demokrat Elizabeth Warren bilang kebijakan ini rasis dan xenophobic terhadap warga Muslim.


What’s built faster than your resumé?

Gambar: The New York Times

The hospital in Wuhan.

Jadi, inget kan gengs bahwa nggak lama setelah Corona Outbreak terjadi di Wuhan, China, pemerintah di negeri tirai bambu itu langsung membangun rumah sakit untuk penanganan para warganya yang terinfeksi? Nah, kemarin, rumah sakit yang berkapasitas 1.000 kasur itu udah siap beroperasi.

Hah cepet banget???

Yoyoyyy. Jadi emang proses pembangunannya juga dilaksanakan secara kilat, yaitu cuma selama sepuluh hari. Jadi pembangunannya dimulai pada 23 Januari, dan pada Hari Minggu lalu, peletakan batu terakhir dilakukan.

What’s the hospital looks like?

Well, selain punya 1.000 kasur, rumah sakit yang bernama Huosenshan ini juga rencananya bakal dilengkapi dengan pelayanan dari sekitar 1.400 personil militer berlatarbelakang medis. Ga seberapa jauh dari Huosenshan Hospital, satu rumah sakit khusus pasien corona juga lagi dibangun, namanya Leishenshan Hospital dan bakal punya 1.600 kasur.

I see. Any new updates about Corona?

There sure is. Jadi dalam update terakhir dari otoritas China minggu lalu, diketahui bahwa jumlah korban tewas akibat virus corona ini telah mencapai 361 jiwa. Angka ini udah melampaui SARS outbreak yang juga terjadi di China pada tahun 2013 lalu dan merengut 249 jiwa. Meski begitu, angka yang sembuh juga tinggi nih gengs, yaitu mencapai 475 orang dari total 17.205 warga China yang terkinfeksi.

Whoa. How about Indonesia?

Kemarin, pemerintah Indonesia udah secara resmi melarang warga negara China untuk masuk maupun transit di Indonesia. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Bu Retno Marsudi juga menyebut ketentuan ini juga berlaku bagi warga negara asing yang abis dari China dalam 14 hari terakhir.

Emang di Indonesia udah ada yang ketauan kena virus corona?

Belum sih. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan bilang bahwa belum ada kejadian penularan virus corona di Indonesia. Kesimpulan ini diambil berdasarkan atas observasi terhadap berbagai laporan dugaan kasus corona di beberapa rumah sakit di tanah air.


For when you’ve been watching “Perempuan Berkalung Sorban” on TV…

Gambar: Mail Online

Meet, buaya berkalung ban.

Ciyus ini. Jadi sekitar minggu lalu, diketahui ada seekor buaya liar di Palu, Sulawesi Tengah yang terjerat ban motor di lehernya. Si buaya ini biasa berkeliaran di Sungai Palu dan sering diliat warga. Nah, secara terjerat ban gitu pasti nggak enak kan, maka Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah pun berupaya untuk melepaskan ban tersebut dari sang buaya. Berbagai upaya penyelamatanpun dilakukan, mulai dari kerjasama ama NGO asal Australia, sampe pake jasa Panji Petualang (yep, you read it right). Nah karena nggak berhasil juga, BKSDA Sulteng akhirnya menggelar sayembara melepas ban dari leher buaya. Alasannya, karena BKSDA nggak punya cukup personel untuk menemukan buaya malang tersebut. Nah, tebak gengs, ada berapa orang yang ikutan sayembara ini? Yep, zero. Sayembaranya kemudian dihentikan karena nggak ada yang daftar (ya menurut lau?) dan rencananya, hari ini tim dari Jakarta bakal datang untuk melakukan evakuasi dengan penggunaan obat bius.

Stay random, Indonesia.


“Alhamdulillah, melihat bapak Jokowi langsung itu sudah buat kami bahagia”

Kata seorang ibu korban banjir di Sukmajaya, Bogor, Jawa Barat saat kampungnya dikunjungi sama Pak Jokowi kemarin (3/2). Dalam kunjungannya itu, Pak Jokowi dateng untuk memantau langsung lokasi titik banjir yang terjadi pas awal Januari lalu. Beliau dateng sama Gubernur Jabar Kang Ridwan Kamil, Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuljono dan Kepala KSP, Pak Moeldoko. Gak dateng doang, Pak Jokowi dan rombongan juga bawain berbagai hadiah buat warga, kayak buku dan kaos.

Bu, cobain liat saldo rekening pas baru aja gajian deh. Cobain.


Love letter Catch Up!

Catchers: Hi .. ada alasan tertentukah kenapa Catch Me Up ga ada di hari Sabtu dan Minggu? Seriously miss you guys on the weekend 🙁

Catch Me Up! HQ: Hello, it’s Haifa! Thank you for your question 🙂 so it is our editorial policy from the beginning that we will not send out email during weekends. Hal ini karena pada Hari Sabtu dan Minggu, we want to respect your inbox, your off-screen time, your moment with your loved ones, and your time to unwind and take care of your mental health. Selain itu, aku juga sering baca bahwa too much news-consuming bisa mempengaruhi kesehatan mental kita (siapa yang kuat baca berita corona virus-krisis Timur Tengah-kebakaran hutan terus-terusan tanpa merasa sedikit anxious?). Terakhir, dari pengalaman pribadi sih. Aku masih kuliah di US ketika Trump jadi presiden dan waktu itu aku tinggal di Boston yang anti-Trump banget. Besoknya abis Trump diumumkan menang pilpres, hampir semua kelas di kampusku di-cancel dan untuk seminggu penuh, kampus menyediakan konseling gratis, mulai dari comfort dog, sampe walk-in consultation sama psikiater.

Hal-hal tadi bikin aku sadar bahwa berita bukan cuma apa yang kita baca, tapi bisa mempengaruhi kesehatan mental kita juga. Makanya Sabtu-Minggu kita tidur/ngegym/jalan-jalan (or my personal favorite: main sama kucing) aja biar mental kita bisa rileks dikit. Tenang aja, Hari Seninnya kita bakal ng-update apa yag terjadi over the weekend kok! See you again tomorrow!

– Haifa-

This section is where you can ask anything to our founder (Haifa) and cofounder (Amri) on anything related to Catch Me Up! We are committed to stay honest to our subscribers so you can shoot away any questions you have here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!


Catch Me Up! Recommendations

What makes you believe that some people do not age at all? These two women