I Am So Tired Of Love Song…

247

Today is Thursday, and if you’ve been hearing about the unrest in India, we got you covered.

Gambar: BBC

Why? What happened?
Jadi sampe kemarin, India udah mengalami kerusuhan selama tiga hari berturut-turut. Terus, sampe berita ini dibikin like last night banget, tercatat udah ada 24 warga tewas dan 200 orang lain luka-luka.

Hah kok bisaaa?
Iya, jadi kekerasan yang terjadi ini juga jadi kekerasan paling mematikan yang pernah dialami ibu kota India dalam lebih dari 70 tahun terakhir. Kebetulan juga aksi protes ini bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump buat ketemu sama Perdana Menteri Narendra Modi di New Delhi.

Tell me how it started.
Meet, UU Kewarganegaraan Baru aka Citizenship Amandement Act (CAA) yang baru aja disahkan pada Bulan Desember lalu. Nah, mereka yang bentrok adalah para pihak yang pro maupun kontra atas undang-undang ini.

What exactly does it say in the law?
UU Kewarganegaraan baru ini jadi kontroversi lantaran dengan berlakunya UU ini, maka India bakal ngasih kewarganegaraan untuk imigran dari tiga negara tetangga yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam; yaitu Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Nah, cuma, kebijakan ini nggak berlaku buat para imigran yang beragama Islam. Catch Up! more on the issue here. 

I see. Back to the protests…
Well, sebenarnya aksi menolak Undang-Undang ini udah terjadi sejak UU ini disahkan di Bulan Desember lalu. Waktu itu, banyak warga turun ke jalan untuk memprotes undang-undang yang untuk pertama kalinya, ngatur kebijakan berdasarkan agama. Padahal sebagai negara sekuler, India nggak pernah punya aturan kayak gini sebelumnya, and with more than 180 million muslim  in the country, the’ve been doing just fine dalam 70 tahun terakhir ini.

Well, I believe Modi and BJP has a say on this…
Iya, kayak sohibnya yang lagi berkunjung ke India *uhuk Trump uhuk* Modi juga hobi ngetwit. Berikut isi twitnya: “Peace and harmony are central to our ethos. I appeal to my sisters and brothers of Delhi to maintain peace and brotherhood at all times. It is important that there is calm and normalcy is restored at the earliest”. Selain itu, Partainya Modi juga menyatakan nggak setuju kalo mereka disebut menarget dan melakukan aksi diskriminasi terhadap warga Muslim.

Go on…
Nah, dalam beberapa minggu terakhir, warga yang menolak UU ini kembali melakukan aksi protes hampir di semua kota di seluruh India, namun pada Minggu (23/2), bentrokan mulai meletus di timur laut New Delhi. Bentrokan ini juga menyebabkan banyak masjid terbakar dan kerusakan atas toko-toko maupun bisnis punya orang Islam. Kata saksi mata, ini emang bentrokan antar agama yang disulut sama undang-undang tadi.

Meanwhile…
Kebetulan juga, ga jauh dari tempat kerusuhan, Trump dan Modi lagi meeting. 

Terus, Trump ngomong sesuatu gak? 
Ngomong dong. Trump bilang, “India adalah negara yang dengan bangga merangkul kebebasan, hak-hak individu, aturan hukum dan martabat setiap manusia … Persatuan kalian adalah inspirasi bagi dunia,” kata Trump. HAH gimana mister?

And what hat has the Indian government done about this?
Akibat dari peristiwa ini, pemerintah India menerapkan kebijakan Section 144, yang melarang pertemuan publik massal selama sebulan dan pemberlakukan jam malam di daerah yang terdampak kerusuhan. Polisi juga diizinkan menembak siapa pun yang berulah. Selain itu, Kementerian Informasi dan Penyiaran India meminta semua stasiun televisi berhati-hati menyiarkan konten, apalagi yang mengandung intimidasi ke agama atau komunitas tertentu juga wajib dihindari. Pihak berwenang menutup sekolah-sekolah di kawasan-kawasan yang mengalami aksi kekerasan.

Do the neighboring countries have a say?
Iya, salah satunya Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang mengutuk kekerasan ini. “Setiap kali ideologi rasisme yang didasari kebencian mengambil alih, akan selalu berujung pada pertumpahan darah … Saya ingin memperingatkan kepada siapa pun rakyat Pakistan yang menargetkan warga non-Muslim or rumah ibadah mereka, akan ditindaklanjuti dengan keras. Warga minoritas kita memiliki hak yang sama di negeri ini,” katanya.


For when you need some updates on banjir Jakarta…

Gambar: antaranews

Banjirnya udah mulai menelan korban jiwa gengs 🙁
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana aka BNPB, sampe kemarin udah ada lima orang korban tewas dan tiga orang hilang akibat banjir.

Gimana kok bisa sihhhhh?
Jadi ada yang meninggal karena kesetrum, keseret arus sungai, sampe nabrak trotoar karena menerebos banjir. Totalnya, para korban meninggal ini ada dari Kota Bekasi dua orang, Jakarta Timur satu orang, Jakarta Barat satu orang, dan Kota Tangerang Selatan satu orang.

OMG! Ok, terus… ?
Selain korban meninggal, banjir ini juga menyebabkan lebih dari 19 ribu orang di Jabodetabek mengungsi. Ada pun jumlah itu terdiri dari 214 kelurahan dan desa dengan jumlah terdampak tertinggi di wilayah Jakarta Timur.

Jadi banjirnya ini nggak di Jakarta aja?
Nggak, tapi mencakup Jabodetabek, which also means tiga provinsi; yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

And I should know this because…
Hello, Pak Anies, Kang Emil, and Pak Wahidin, we need to talk…

Who said that?
DPR RI. Jadi kemarin, Komisi V DPR RI memanggil ketiga gubernur tadi untuk meeting terkait penanganan bencana banjir di masing-masing provinsi, tapi ketiganya nggak hadir. Terkait hal ini, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Roberth Rouw bilang bahwa ketiganya nggak punya hati karena nggak dateng meeting. Menurutnya, pemerintah harusnya memberikan kenyamanan pada masyarakat dan jangan sok jago dalam menghadapi banjir.

Well, I believe the respective local governments have a say…
Of course. Pak Anies sih nggak dateng karena dia masih ngurusin warganya yang kebanjiran. Kata Pak Anies, saat ini dia mau fokus dulu melayanin rakyat, nanti kalo penanganan banjirnya udah selesai, Insya Allah hadir…

Terus kalo Kang Emil dan Pak Wahidin?
Kang Emil sih lagi di Ostrali untuk menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengusaha kopi asal Jabar dengan importir dari Australia. Sedangkan untuk Pak Wahidin masih belum ada keterangan nih.

Yuk, kerja, kerja, kerja….


What’s being on hold?

Gambar: finansialku

Izin buat aplikasi pinjol aka pinjaman online.
Yep. Kemarin, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan aka OJK Wimboh Santoso menyatakan bahwa lembaganya bakal memoratorium aka menghentikan dulu penerbitan izin baru buat aplikasi peminjaman online aka pinjol aka fintech lending.

Why?
Kata Pak Wimboh sih karena aplikasi pinjol sekarang udah cukup banyak dan udah cukup memberikan servis ke masyarakat, jadi jangan kebanyakan karena nanti malah oversupply. Selain itu, Pak Wimboh juga bilang aplikasi yang udah ada dan udah terdaftar bakal dievaluasi. Kalo masih butuh, baru deh menerima pendaftaran lagi.

Emang ada sebanyak apa?
To date, OJK mencatat ada sekitar 164 perusahaan fintech yang sudah beroperasi di Indonesia saat ini. Dari jumlah tersebut, 139 fintech udah terdaftar dan 25 lainnya udah berizin. OJK juga menyebut bahwa dari total jumlah tersebut, angka pinjaman yang disalurkan sepanjang tahun lalu aja sebesar Rp13,16 triliun atau naik sebesar 160 persen.

Whoaaa…terus sampe kapan di-hold-nya?
Selama enam bulan aja, sampe Juli tahun ini. Nah, selama waktu evaluasi ini, OJK juga bakal fokus dalam menyempurnakan sistem pengawasan dan memastikan peningkatan kualitas dari industri ini.

You sure it has nothing to do with illegal fintech yang banyak banget itu?
Unclear, tapi bisa jadi sih, karena menurut penemuan Satgas Waspada Investasi-nya OJK, sampe akhir Januari lalu ditemukan ada sekitar 120 fintech illegal yang melakukan kegiatan peer-to-peer lending. Para entitas ini diketahui nggak terdaftar di OJK dan berpotensi banget merugikan masyarakat.

I see… Anything else I need to know?
Yhaa selalu waspada aja kalo mau minjem duit lewat aplikasi online, gengs. Hal ini penting banget untuk menghindari kamu dikejar-kejar debt collector yang bisa menjurus ke pemaksaan sampe intimidasi (we’ve heard some crazy storiessss). OJK sendiri bilang bahwa dalam sehari, bisa ada lebih dari 20 keluhan yang masuk ke lembaganya terkait pinjol.


Who’s losing some weight due to climate change?

Gambar: CNN

Polar bears.
Yep, sedih banget gengs. Jadi hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Ecological Applications menunjukkan bahwa makin ke sini, beruang kutub makin kurus dan makin sedikit punya anak. Alasannya bukan karena emang mereka diet atau ikutan KB, tapi karena efek perubahan iklim. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa emang habitatnya beruang kutub inikan di es, namun dengan menipisnya es di Kutub Utara, maka para beruang ini bakal lebih banyak menghabiskan waktu di daratan.

Makin lama mereka berada di daratan, maka makin susah juga mereka cari makan, karena makanan mereka adalah anjing laut dan ikan-ikan, yang most of which ada di perairan. Karena kurang makan inilah, mereka jadi makin kurus dan siklus reproduksinya juga terganggu. FYI, saat ini beruang kutub udah ada dalam status hampir punah, dan sebagai hewan yang emang bener-bener tergantung sama lapisan es, beruang kutub juga jadi salah satu indikator utama untuk mengukur efek buruk dari permukaan bumi yang makin panas.

Hiks 🙁


“Saya belum kepikiran ke sana.”


Kata Presiden Jokowi kemarin (26/2) pas ditanya wartawan soal isu reshuffle kabinet. Jadi dalam beberapa hari terakhir ini, isu reshuffle aka perombakan anggota kabinet udah mulai santer terdengar, walaupun isu ini langsung ditepis oleh para menteri. Selain Pak Jokowi, Kepala KSP Pak Moeldoko dan Menkopolhukam Mahfud MD juga ikut membantah kabar ini.

Pak, ini juga jawaban kita pas ditanya mamah abis lulus kuliah mau ngapain 🙁


Love Letter Catch Up!

Catchers: hai kak!! i have some question for you hehe. I think you’ve already served us with so many news every morning dan satu topik aja mungkin sumbernya banyak dan setiap sumber kadang versinya beda, so i’m a little bit curious gimana cara kakak milih sumber yg terpercaya buat dirangkum dan siap dipublish ke kita para fans Catch Me Up? thx.

Catch Me Up! HQ: Hello, Haifa here! Iyaa hahaha to be honest, news-sourcing adalah part paling sulit dalam proses pembuatan newsletter kita (selain nyari quote LOL) karena emang kita pengen mastiin bahwa semua berita yang kita bikin udah bener-bener sesuai fakta. Amri (our lovely co-founder) is veeeeeryyy anxious about fact checking, jadi dia bisa bolak-balik berkali-kali ke tim editorial buat mastiin semua berita berasal dari sumber yang terpercaya (we call this rigorous fact-checking process) and although it is very rigorous, we are always glad with how it turns out. Talking about sumber, kita sih mastiin aja bahwa sumber berita yang kita pake berasal dari media-media credible yang emang udah established (untuk isu internasional, kita sukaaaa banget New York Times dan untuk hard news-nya something like CNN and AP are very easy to chew). Another tip yang kita lakukan untuk mastiin kamu dapet the whole idea of an issue adalah dengan cover alllll sides (nggak cuma both sides aja). Makanya jangan heran klo di newsletter kita suka ada “Does the govt say anything about this?” atau “I want to hear what he/she says…”. Jadi kamu dapet infonya secara menyeluruh. Hope we’re doing pretty well on that 😉

– Haifa –

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa), co-founder (Amri), and our COO (Qowi) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!)