Freeport, Taj Mahal, Pajak Cukai, Virus Corona, Fatwa Pernikahaan

86

Hello Thursday! You are thiiiiiis close to the weekend, so get up, get on the door because your new job awaits…

Gambar: Liputan 6

Hah new job apaaa?
New job opening.
Mehehehe. Jadi kemarin, Menteri Negara BUMN Pak Erick Thohir bilang bahwa dirinya berencana menempatkan anak muda di posisi direksi perusahaan BUMN.

I hear him calling my name…
Right? Jadi Pak Erick bilang, dari 142 BUMN yang ada, kalo ada 10 aja direksi yang diisi anak muda, itu bakal bagus banget. Meski begitu, Pak Erick bilang bahwa pemilihan direksi nggak bisa dilakukan seenaknya. Meaning, teteup harus ada assessment dooong…

I see, go on…
Selain itu, Pak Erick juga nyontohin soal penunjukan putra daerah Papua baru-baru ini, namanya Claus Wamafma yang kini menjabat sebagai direktur di PT Freeport Indonesia. Menurutnya, penunjukan Pak Claus ini dilakukan dengan transparan dan terbuka, dan begitu juga buat anak muda.

Pak Claus who?
Claus Wamafma. Jadi Pak Claus ini adalah anak Papua pertama yang jujuk di posisi direksi di PT Freeport Indonesia. Beliau adalah lulusan Teknik Industri ITB dan emang udah bekerja di perusahaan tambang tersebut selama 20 tahun.

20 yearssss?

Yep. Beliau gabung sama Freeport melalui graduate program di tahun 2009 dan abis itu kariernya nanjaaaak terus. Jabatan terakhirnya sebelum jadi direktur adalah SVP di bagian Corporate Social Responsibility (CSR), aka yang ngurusin berbagai kegiatan CSR perusahaan tersebut.

I am now updating my CV…
Great.
And just FYI, dalam kesempatan meeting sama DPR RI kemarin, Pak Claus yang juga hadir di rapat itu bilang bahwa sebenernya dia nggak kepikiran bakal jadi direktur di PTFI. Beliau juga menyebut bahwa saat ini, udah banyak anak Papua yang menjabat di level eksekutif di PT Freeport, yaitu ada 10 orang di level eksekutif dan lebih dari 40 orang di level manager.


What’s making people in India worried?

Gambar: yahoo

Monkey.

Gimana?
Iya jadi akhir-akhir ini, warga India baru aja menyampaikan kekhawatirannya atas keberadaan monyet yang suka nongkrong di lokasi wisata Taj Mahal. Masalahnya, Senin depan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal berkunjung ke bangunan bukti bucin paling legendaris di dunia itu.

Terus pada khawatir kenapa?
Karena diketahui, monyet-monyet di Taj Mahal ini suka gangguin turis yang berkunjung. Yhaa gangguinnya sih kayak minta makanan atau narik-narik tas gitu. Saking seringnya mereka beraksi, pihak Taj Mahal sampe punya satuan penjaga yang khusus buat ngusir-ngusirin monyet.

And about Trump…
Sebenernya Trump kan udah bakal bawa secret service ya, dalam kunjungannya yang bakal bareng istrinya Melania itu. Tapi tetep aja, warga India khawatir monyet yang ada di Taj Mahal bakal kebanyakan sampe susah dikontrol.

We talking about how many monkey sih?
Saat ini ada sekitar 500 sampe 700 monyet yang tinggal di sekitar Taj Mahal.

Terus emang pernah ada insiden penyerangan sama monyet sebelumnya?
Yep, di tahun 2018 lalu, dua orang turis dari Prancis mengalami luka ringan karena diserang monyet pas lagi selfie.

Mau ikutan selfie kali kakkk…


For when you’ve been ordering boba milk tea every day…

Gambar: hallosehat

Yhaaa emang itu seger banget sih, tapi siap-siap ya gengs, karena Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani baru aja ngusulin ke DPR buat menerapkan pajak cukai buat makanan dan minuman manis.

Hah gimana?
Iya jadi dalam rapat sama DPR RI kemarin, Bu Ani ngusulin biar minum-minuman manis kayak teh manis, cola, kopi, minuman berenergi, sampe makanan berpemanis lainnya dikenai cukai sebesar Rp.1.500/liter.

Biar apaa?
Biar lau sehat. Beneran ini. Kata Bu Ani, usulan ini muncul setelah memperhitungkan jumlah penderita diabetes di Indonesia yang bertambah dalam beberapa tahun terakhir ini. The more people with diabetes, the more cost that the BPJS has to pay karena diabetes itu emang dicover BPJS gengs.

Uhm…
Bu Ani juga bilang bahwa keberadaan makanan atau minuman manis bisa memicu obesitas, terus obesitas ini bisa berimplikasi ke diabetes, gagal ginjal, stroke, pokoknya macem-macem penyakit deh.

So thoughtful. Can I have her as my mom?
That would be great (Imagine kamu pasti bakal langsung jago ngatur duit wkwk). Anyway tapi selain itu, Bu Ani juga berharap biar adanya cukai ini bakal bisa mengendalikan konsumsi minuman manis sehingga angka penderita diabetes dan obesitas di Indonesia bisa ditekan lagi.

Ok, terus kalo cukainya disetujui…
Negara bakal dapet potensi pemasukan sebesar Rp6,25 triliun dari cukai minuman manis ini. Banyak ugha yha.


For when you think Angel Lelga and Vicky Prasetyo have the greatest love story…

Gambar: businessinsider

Wait until you meet Kristina Shramko and her cat.

Jadi Kristina ini adalah seorang warga negara Kanada yang baru aja pindah ke Wuhan, China, sekitar delapan bulan sebelum virus corona mewabah. Nah, pas dia tinggal di China itu, Kristina punya kocheng kuning namanya Kitya. Ga lama setelah coronavirus menyebar, pemerintah Kanada kemudian menyewa pesawat untuk mengevakuasi warganya yang tinggal di China, nggak terkecuali Kristina. However, Kristina memutuskan untuk stay di Wuhan karena penerbangan tersebut punya aturan no-pet policy yang sangat ketat, meaning, Kristina nggak boleh membawa Katya di penerbangan tersebut. Kata Kristina, nggak ada yang tau wabah ini bakal berlangsung sampe kapan, jadi dia nggak bisa ninggalin Katya gitu aja. And finally, the most beautiful love quote other than “Udah makan belum?” “She’s been there for me throughout this whole quarantine, I should be there for her, too.”

Name us a better love story than Kristina and Kitya. We’ll wait.


“Maka disarankan sekarang dibikin Pak Menteri Agama bikin fatwa, yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin.”

Gitu kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy yang ngusulin Kemenag untuk menerbitkan fatwa terkait pernikahan antar status ekonomi. Kata Pak Muhadjir, hal itu dilakukan untuk mencegah peningkatan angka kemiskinan. Beliau menyebut, data angka rumah tangga miskin di Indonesia saat ini udah mencapai 5 juta keluarga dari sekitar 57 juta keluarga.

Uhmmm uhmmmm uhhhhhmmmm *speechless*


Love Letter Catch Up!

Catchers: Kalo pengen ikutan reader’s content gitu ngirimnya artikel biasa atau udah diubah ke style penulisan ala-ala kalian?

Catch Me Up! HQ’s: Hello, thank you for your question! Yep, untuk artikel informasi kayak yang kita cantumkan di Catch Me Up! edisi hari Selasa lalu, kontennya bakal subject to adjustment agar sesuai dengan tone kita dalam menyajikan berita, tapi kalo opini (yang like, entirely your opinion), kita nggak akan ubah kontennya, tapi perlu diingat bahwa penulis bakal bertanggung jawab 100 persen atas tulisannya tersebut. So it really depends on your type of writing. Yuk nulis buat Catch Me Up! kirim tulisanmu ke writeup@catchmeup.id yhaaa

– Haifa-

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa) and cofounder (Amri) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!)


Catch Up! Recommendations

If you’ve been thinking of upgrading your skill to perform at school or boost your career, look here for free courses from Harvard, MIT, Berkeley, and other world class universities. You’re welcome.