Diduga Adanya Kasus Suap, Direktur dan Pimpinan Maskapai Air Asia Lepas Jabatan

68

Who’s hitting the pause button?

Gambar: detik.com

Direktur Eksekutif Air Asia, Tony Fernandes.

Hari Senin lalu, perusahaan maskapai budget yang sering kamu tungguin tiket promonya itu sama, tosss mengumumkan bahwa direktur eksekutifnya, Tony Fernandes dan pimpinan eksekutifnya, Kamarudin Maranun bakal melepaskan sementara jabatannya di Air Asia selama dua bulan aja.

Hah kenapa?

Karena terkait dugaan kasus suap yang dilakukan oleh perusahaan pembuat pesawat asal Eropa, yaitu Airbus terhadap dua orang pimpinan di Air Asia, yang diduga adalah Tony dan Kamarudin tadi.

More explanation would be helpful.

You got it. Jadi beberapa waktu belakangan ini, investigasi besar-besaran lagi dilakukan oleh pihak berwenang di berbagai negara atas dugaan penyuapan yang dilakukan oleh Airbus ke berbagai maskapai di seluruh dunia. Adapun penyuapan ini dilakukan biar pesawatnya ini dibeli sama maskapai terkait, dan baru aja minggu lalu, Airbus bayar denda sebesar US$ 4 Milyar atas dugaan penyuapan yang dilakukannya di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, selama 15 tahun terakhir.

Lama ugha yha.

Yep. Nah, selain di negara-negara tadi, ditemukan juga dugaan penyuapan yang dilakukan Airbus terhadap dua petinggi Air Asia. Adapun penyuapan ini dilakukan dengan pemberian duit sponsor sebesar US$ 50 juta untuk klub olahraga yang nggak ada hubungannya sama maskapai tersebut. FYI, Tony dan Kamarudin ini adalah huge sports fan yang juga pemilik mayoritas di klub sepak bola asal London, Queens Park Rangers aka QPR dan pernah memiliki tim balap namanya Formula 1 Caterham.

I see. Terus-terus…

Nah terkait dugaan ini, Komisi Anti Korupsi Malaysia dan pihak berwenang di Inggris tengah melakukan investigasi lebih lanjut dan pihak Air Asia bilang bahwa mereka bakal kordinasi terus terkait kasusnya. Meanwhile, baik Tony maupun Kamarudin bilang bahwa mereka nggak bersalah and like “ya kita gak akan merusak perusahaan yang kita bangun sendiri doooong….”

OK. Anything else I should know?

Selain di Malaysia, rame-rame soal skandal kasus suap yang dilakukan sama Airbus ini juga lagi diinvestigasi di banyak negara lain kayak di Ghana, Sri Lanka, China, Taiwan sampe Kolumbia. Surprise (or not surprise….) hasil penyelidikan selama empat tahun juga menunjukkan adanya dugaan suap dari Airbus ke maskapai di Indonesia. *uhuk* klik linknya ada namanya *uhuk*.

Who’s hitting the pause button?

Gambar: detik.com

Direktur Eksekutif Air Asia, Tony Fernandes.

Hari Senin lalu, perusahaan maskapai budget yang sering kamu tungguin tiket promonya itu sama, tosss mengumumkan bahwa direktur eksekutifnya, Tony Fernandes dan pimpinan eksekutifnya, Kamarudin Maranun bakal melepaskan sementara jabatannya di Air Asia selama dua bulan aja.

Hah kenapa?

Karena terkait dugaan kasus suap yang dilakukan oleh perusahaan pembuat pesawat asal Eropa, yaitu Airbus terhadap dua orang pimpinan di Air Asia, yang diduga adalah Tony dan Kamarudin tadi.

More explanation would be helpful.

You got it. Jadi beberapa waktu belakangan ini, investigasi besar-besaran lagi dilakukan oleh pihak berwenang di berbagai negara atas dugaan penyuapan yang dilakukan oleh Airbus ke berbagai maskapai di seluruh dunia. Adapun penyuapan ini dilakukan biar pesawatnya ini dibeli sama maskapai terkait, dan baru aja minggu lalu, Airbus bayar denda sebesar US$ 4 Milyar atas dugaan penyuapan yang dilakukannya di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, selama 15 tahun terakhir.

Lama ugha yha.

Yep. Nah, selain di negara-negara tadi, ditemukan juga dugaan penyuapan yang dilakukan Airbus terhadap dua petinggi Air Asia. Adapun penyuapan ini dilakukan dengan pemberian duit sponsor sebesar US$ 50 juta untuk klub olahraga yang nggak ada hubungannya sama maskapai tersebut. FYI, Tony dan Kamarudin ini adalah huge sports fan yang juga pemilik mayoritas di klub sepak bola asal London, Queens Park Rangers aka QPR dan pernah memiliki tim balap namanya Formula 1 Caterham.

I see. Terus-terus…

Nah terkait dugaan ini, Komisi Anti Korupsi Malaysia dan pihak berwenang di Inggris tengah melakukan investigasi lebih lanjut dan pihak Air Asia bilang bahwa mereka bakal kordinasi terus terkait kasusnya. Meanwhile, baik Tony maupun Kamarudin bilang bahwa mereka nggak bersalah and like “ya kita gak akan merusak perusahaan yang kita bangun sendiri doooong….”

OK. Anything else I should know?

Selain di Malaysia, rame-rame soal skandal kasus suap yang dilakukan sama Airbus ini juga lagi diinvestigasi di banyak negara lain kayak di Ghana, Sri Lanka, China, Taiwan sampe Kolumbia. Surprise (or not surprise….) hasil penyelidikan selama empat tahun juga menunjukkan adanya dugaan suap dari Airbus ke maskapai di Indonesia. *uhuk* klik linknya ada namanya *uhuk*.M