Angka Stunting Indonesia Masih Tinggi, Ma’ruf Amin Menargetkan Turun Hingga 14 Persen

89

Hello Thursday! It’s a day before the big L.O.V.E day and who’s just showing children some love, aka attention?

 

Gambar: Detik

 

Wakil Presiden RI, Kiai Ma’ruf Amin.

Jadi Selasa kemarin, Pak Kiai baru aja meeting sama jajaran menterinya untuk membahas soal penurunan angka stunting di Indonesia.

Stunting siapanya Ayu Ting Ting?

Ha-ha-ha nice try. Jadi menurut WHOstunting ini adalah kondisi terhambatnya tumbuh kembang anak karena gizi buruk. Nah, di Indonesia ini, angka stunting masih tinggi, yaitu mencapai 27,67 persen. Adapun faktor penyebab stunting ini di antaranya adalah orang tua yang nggak sadar kebutuhan gizi sejak masih hamil, kebutuhan gizi anak juga nggak terpenuhi pas udah lahir, sampe area tempat tinggal yang nggak bersih.

Terus stunting itu ada ciri-cirinya, nggak?

Ada. Jadi ciri-ciri stunting adalah tumbuh kembang anak yang melambat, pertumbuhan gigi yang juga lambat, susah fokus dan gampang lupa pas lagi belajar, sampe kesulitan komunikasi dan menghindari kontak mata sama orang di sekitarnya.

Ok, back to Kiai Ma’ruf…

Nah, dalam meeting Selasa kemarin, Kiai Ma’ruf minta ke para menterinya untuk bekerja keras dalam upaya mencapai target penurunan angka stunting di Indonesia. Adapun target yang ditetapkan pemerintah Indonesia terkait stunting ini adalah sampe 2024 mendatang, anak yang menderita stunting di Indonesia menurun hingga 14 persen.

Whoaa ambi yha.

Iya, kata Kiai Ma’ruf juga gitu. Tapi gpp katanya, emang nurunin angka dari 27 ke 14 persen ini bukan angka yang mudah, makanya pemerintah harus kerja keras.

Terus gimana cara mencapai target tadi?

Kiai Ma’ruf sih bilang, salah satu cara untuk mencapai target penurunan stunting tadi adalah dengan memanfaatkan alokasi dana desa (yang per desa rata-ratanya dapet Rp.960 juta) dan memastikan supaya keperluan suatu desa sejalan dengan program penurunan stunting.

Sounds great. Anything else I should know?

Well, about stunting in Indonesia, menurut Pak Mendagri Tito Karnavian, ada 160 daerah yang masuk ke zona merah masalah stunting di tanah air. Terkait daerah-daerah ini, Pak Tito menyebutkan bahwa harus ada tim terpadu khusus yang melibatkan pemda setempat untuk mengalokasikan anggaran khusus buat penurunan angka stunting.