Virus Corona, Abu Sayyaf, Semarang Kota Pariwisata, Lingkar Perut, Nasi Goreng

111

It’s Wednesday! And when you feel both gajian and weekend masih jauh, let us give you some updates on…

Gambar: France 24

Coronavirus.
Penyakit menular ini uda mulai menyebar di China nih. Sejauh ini, udah ada lebih dari 291 orang tertular dan enam orang meninggal karena virus ini.

Wait, It doesn’t sound like the name of a virus…
We know what you think, but it IS a virus. Jadi Corona virus ini beneran virus yang dari sejak awal kemunculannya emang nggak bisa diidentifikasi dan merupakan jenis virus baru yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa sampe Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Nah, SARS sendiri, pada tahun 2002 lalu juga sempet jadi wabah di China dan menjangkiti 8.098 orang pasien.

Tanda-tanda orang yang kena corona virus itu kayak gimana?
Ada beberapa gejala, kayak gangguan pernapasan, demam, batuk, napas pendek, dan kesulitan bernapas.

Welp… so how are things so far? 
Yang pastinya sih warga China pada khawatir atas keberadaan virus ini, apa lagi karena bentar lagi ada Tahun Baru China, di mana bakal ada sekitar tujuh juta orang yang mudik atau travelling buat tahun baruan. Dengan meningkatnya mobilitas penduduk tadi, maka  dikhawatirkan penyebaran corona virus makin cepat.

Terus, virusnya udah kesebar juga di luar China?
Udah nih. Di luar China, corona virus ini udah menyebar ke beberapa negara di Asia, termasuk dua kasus yang baru aja terdeteksi di Thailand, satu di Jepang, dan satu lainnya di Korea Selatan. Sedangkan di Vietnam, dua pendatang dari China dikarantina akibat menunjukkan gejala-gejala terkait penyakit itu.

What about Indonesia?
Kementerian Kesehatan RI sih bilang bahwa pihaknya udah mengirimkan edaran untuk meningkatkan kewaspadaan pada seluruh pintu masuk negara, lewat udara, laut, dan darat. Selain itu, kantornya dr. Terawan juga udah mengaktifkan kembali alat pemindai suhu tubuh untuk orang-orang yang baru dateng dari luar negeri.

Tiati ya gengs…


What’s causing a high alert?

Gambar: Liputan 6

Abu Sayyaf.
Yep, kelompok militan berbasis di Filipina itu dilaporkan baru aja menculik lima orang nelayan asal Indonesia. Kelima nelayan itu diculik ketika mereka lagi mencari ikan di perairan Sabah, Malaysia.

Huh? Background please…
Jadi kemarin, Kementerian Luar Negeri aka Kemenlu baru aja mengumumkan bahwa ada delapan orang WNI yang diculik sama kelompok Abu Sayyaf pas mereka lagi berlayar di perairan Sabah pada 16 Januari lalu, sekitar jam 8 malem. Dari delapan orang itu, tiga orang kemudian dibebaskan dan mereka mengonfirmasi ke Kemenlu bahwa lima orang kawannya diculik sama kelompok tersebut 🙁

Go on…
Diketahui juga bahwa para nelayan yang diculik ini emang kerja di kapal ikan punya Malaysia. Belakangan juga ketahuan bahwa di antara korban penculikan ada seorang anak berumur sebelas tahun yang emang lagi ikut nyari ikan sama pamannya.

I see. Terus Komentar Kemenlu apa?
Kemenlu menyesalkan kejadian ini terulang lagi, sih. Pasalnya, baru aja September lalu, nelayan asal Indonesia juga diculik Abu Sayyaf. Waktu itu, korban yang diculik ada tiga orang dan korban terakhirnya, namanya Muhammad Farhan, baru aja bebas minggu lalu.

OMG kok bisa berulang-ulang gini sih?
Jadi kalo menurut Wakil Menteri Luar Negeri Pak Mahendra Siregar, kejadian penyanderaan yang berulang ini kayaknya disebabkan oleh nggak efektifnya koordinasi di antara pihak berwenang Malaysia soal pengamanan di perairan Sabah dan sekitarnya. Padahal, negara-negara kayak Indonesia, Malaysia, dan Filipina udah menyepakati perjanjian terkait patroli pengamanan di wilayah perairan Sabah, Sulu, dan utara Sulawesi. FYI, ketiga perairan itu emang terkenal rawan pembajakan dan penyanderaan kapal oleh kelompok bersenjata.

Soooo what’s next?
Dalam keterangannya, Pak Mahendra menyebut bahwa pihak Kemenlu udah koordinasi sama pihak berwenang Fipilina terkait penyanderaan ini. Terus kalo untuk Malaysia, Kemenlu juga udah minta biar mereka lebih menjaga anak buah asal Indonesia biar kejadian kayak gini nggak terulang lagi, karena terjadinya di kapal Malaysia dan di perairan Malaysia.

Pihak Filipina ada tindakan nggak?
Ada. Disebutkan bahwa setelah tau ada nelayan Indonesia yang diculik Abu Sayyaf, pihak militer Filipina langsung melancarkan serangan udara dan menewaskan satu orang anggota Abu Sayyaf. Selain itu, pihak Filipina juga dikabarkan udah berhasil menyita sebuah ponsel dan ngancurin satu unit kapal cepat yang diduga dipake untuk menculik.

Terus kalo buat Indonesia?
Kemenlu juga mengimbau biar awak kapal WNI jangan dulu melaut di perairan Sabah karena situasi keamanannya belum terjamin. Kemenlu juga minta para calon pekerja migran Indonesia untuk berangkat ke luar negeri sesuai prosedur dan jangan dulu kerja sebagai awal kapal yang beroperasi di perairan Sabah.

Who else has a say about this?
Menkopolkuham Prof. Mahfud MD. Menurut beliau, kejadian penculikan yang berulang ini nggak lain karena emang ada masalah dalam hal keamanan laut, dan lautnya juga bukan di wilayah Indonesia. Masalah lainnya, Prof Mahfud bilang, ya karena kelompok Abu Sayyaf ini nggak mati-mati, makanya kejadiannya terus berulang karena pelaku penculikannya sama.


Who’s just got an award for being clean?

Gambar: Liputan 6

Me. I bathe every morning.
Wrong. It’s Semarang.
Jadi minggu lalu Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah itu, baru aja dinobatkan sebagai kota tujuan wisata paling bersih di Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020. Rencananya, Semarang juga bakal memegang gelar ini selama dua tahun, sampe 2022.

Cool! Give me some background…
Jadi kata perwakilan Pemkot Semarang, gelar ini diraih kota tersebut setelah melalui penilaian langsung yang dilakukan oleh tim ATF yang berkunjung ke Semarang. Dalam penilaian itu, yang disurvei nggak cuma tempat wisata, tapi juga aspek-aspek lain terkait pelestarian lingkungan.

Kayak apa tuch…
Yhaaa kayak contohnya, Semarang saat ini udah punya total 259 taman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), baik milik swasta maupun pemerintah. Selain itu, Semarang juga disebut sebagai kota yang paling less-polluted dibanding kota-kota lain di Jawa Tengah.

Soooo what’s next?
Kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sih, kota yang lumpianya enak-enak banget itu bakal berupaya mempertahankan gelar ini dengan terus menjalankan program-program ramah lingkungan. Ada pun program yang dimaksud di antaranya adalah kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengurangan emisi kendaraan, sampe meningkatkan keberadaan RTH sampe di atas 30 persen.


For when you need more reasons to care about your “one pack” belly…

Karena ukuran lingkar perut itu penting banget.
Jadi… hasil riset terbaru yang dirilis sama European Journal of Preventative Cardiology menunjukkan bahwa menjaga biar lemak nggak bergelambir di sekitar perut itu penting banget, karena ada hubungannya dengan risiko peyakit jantung. Dalam riset yang dilakukan terhadap 22 ribu orang pasien penderita penyakit jantung di Swedia itu ditemukan bahwa mereka yang ukuran lingkar perutnya berlebih atau disebut juga mengalami abdominal obesity (diameter perutnya lebih dari 94 cm untuk cowok, dan 80 cm untuk cewek) punya risiko lebih besar untuk kena serangan jantung lagi di masa depan. Para peneliti bilang, hal ini karena lemak perut itu bisa menyerap ke dalam tubuh dan menyumbat aliran darah hingga menyebabkan serangan jantung.

Brb, mau sit-up dulu 10000x…


“Yang perlu kau goreng hingga gosong dan kering kerontang itu koruptor, bukan nasi.”

Kata mantan Komisioner KPK, Mas BW aka Bambang Widjajanto, saat ngomentarin soal aksi masak nasi goreng yang dilakukan oleh Ketua KPK saat ini, Firli Bahuri, di depan awak media dan jajaran KPK kemarin malam. Kata Mas BW, aksi masak-masak nasi goreng ini menunjukkan ketidakpedulian Pak Firli atas kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pimpinan KPK yang dinilainya gagal memimpin upaya pemberantasan korupsi. Meanwhile, Pak Firli bilang bahwa dia emang hobi masak, dan udah terkenal sejak masih jadi Kapolda Sumsel.

Huft, mimin jadi pengen sarapan nasi uduk…


Love Letter Catch Up!

Catchers: Where can I type my warmest appreciation to you?

CMU!’s HQ: Hello there beloved reader! First of all, thank you very much for your enthusiasm in Catch Me Up! ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ke kita. Nah, karena Catch Me Up! ini gratis (dan bakal gratis seterusnya), cara paling gampang untuk give us your warmest appreciation adalah dengan follow akun sosial media kita: Instagram dan Twitter dan jangan lupa spread the words about us to your loved ones!
We’re still at the very early stage of building our company, so your support means the world for us. In return, we will keep things honest between us (we’ll let you know if there are any changes in our company!) and our email visiting your inbox every morning, of course 🙂 

Cheers,
Amri

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we’re always very excited to tell you more about us! If you have a question to get to know us better, shoot away your question here and get a chance to be featured!) See you again tomorrow!